Sunday, 13 March 2016

Ilusi Riba

Copas dari FB Dewa Eka Prayoga, sumber dari @Saptuari

ILUSI RIBA... DAN KITA MENIKMATINYA!
"Waah selamat ya bu.. Mobil baru nih, platnya masih putih, interiornya masih wangi bau pabrik.."
"Eh.. Iya.. iya jeng, makasih.. Alhamdulillah dikasih rejeki oleh Allah"
(Dalam hati: duuuh.. Gak tau dia kalo mobil ini kredit, cuman DP 30 juta, sisanya ngangsur 4 tahun)
-------
"Wuuiik! Motor baru brooo.. Dah 150CC ini yak? Makin ganteng lu pakai motor ini.. Beli cash berapa bro?"
"Yooi cuy! Tarikannya mantaab, ngepoott bisa muter 470 derajat celsius! Enteeng dah.."
"Beli di dealer mana? Beli cash berapa bro?"
"Eh elu haus enggak.. Ada yang jual es tebu tuh disana!"
(Dalam hati: waaaduuuh, ketahuan beli kredit gengsi nih gua! dah ganteng-ganteng gini masak naik motor utangan, jadi GGK dong.. Ganteng-Ganteng Kreditan!)
-------
"Waah pak, rumahnya nyaman sekali di kompleks ini, fasilitasnya lengkap, banyak pohonnya.. Belinya berapa pak kemarin?"
"Aah.. Masih milik bank rumah ini pak, saya KPR 15 tahun, kalau gak nekat ya susah beli rumah jaman sekarang pak.. Bayar DP aja, nanti nyicil urusan belakangan"
"Ooo gitu ya pak.. Saya mau KPR tuh gak berani pak, 15 tahun saya bayar cicilan. Saya milih beli tanah yang murah aja pak, pelan-pelan saya bangun tiap dapat rejeki, alhamdulillah sudah mau 4 tahun, bulan depan mau masang gentengnya pak.."
"Eh iya pak.. Saya juga sempet mikir gitu dulunya, tapi aduh ini mumpung dapat yang cocok pak, akhirnya nekat aja deh.."
------
"Heeei.. handphone baruu yaa! Gilee iPhone 6S plus! Ini kan mahaaal gilak! 14 juta kan harganya!"
"Yaa demi komunikasi laah biar lancar, kalo lancar kan kerjaan juga gak ketinggalan, beres semua ditangan"
(Dalam hati: gak tau dia, aku beli hape ini gesek 2 kartu kredit, sebulan bayar 1,3 juta sampai 12 kali bayar. Gak papa lah.. Kalo aku pakai hape ini kan orang juga segen ngeliatnya.."
--------
"Ciyeee yang habis pulang dari Dubai.. Foto-fotonya eksis benerrrr di instagram! Keren lo.. Oleh-oleh mannaa?"
"Eh iyaaa.. Mumpung masih muda, sebanyak apapun tempat itu kita jelajahi, biar gak nyesel nanti kalau udah tua bro! Pokoknya bisnis jalan, ownernya jalan-jalan.."
(Dalam hati: duuh, jangan sampai tau dia.. Beli tiketnya kemarin pakai kartu kredit utangan, jalan-jalan sekarang, bayarnya cicil hingga 2 tahun ke depan...)
Mmmmm.....
Gak usah nunjuk siapa-siapa, lebih baik kita ambil kaca, yang gede sekalian. Berdiri di depannya.. Naaah itulah pelakunya!
Ilusi menjadi orang kaya, padahal sebenarnya belum mampu punya..
Kredit adalah kewajiban, yang penting keren deh itu tongkrongan..
Hutang adalah kebiasaan, yang penting harga diri naik drastis di depan teman..
Dan kita tidak sadar, bertahun-tahun kita terjebak dalam hutang dan kredit yang membelenggu hidup kita, merampas uang kita, bunga berbunga tak ada habisnya, cicilan demi cicilan tak ada ujungnya..
Sakit!!
Perih!!
Baru sekarang sadar, ternyata gaya hidup yang sudah menjebak kita..
Rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup.. Tapi tak akan pernah cukup untuk gaya hidup!
Dan yang baru sekarang kita sadar, hutang-hutang kredit yang kita ambil itu adalah hutang RIBA!
RIBA? Apa itu mas?
RIBA adalah RAIB!
Rejeki yang asalnya dari riba akan berakhir dengan keraiban, hilang, musnah, semu, dan tidak ada keberkahan di dalamnya.
Semua pinjaman yang meminta kelebihan bayar jatuhnya RIBA, dan proses itu bisa terjadi dalam akad jual beli dan hutang-piutang!
Contoh:
1. Dalam akad hutang:
RIBA QARDH: hutang uang 1 juta dalam waktu 6 bulan, harus dikembalikan dengan bunganya 15%
RIBA JAHILIYAH: hutang harus kembalikan dalam waktu 1 bulan, jika tidak tambah 10%
RIBA NASI'AH: barang kredit tidak lunas dalam 1 tahun tambah denda 10%.
2. Dalam akad jual beli:
RIBA FADL: emas 5 gram, ditukar dengan emas 5,5 gram.
Atau
Menukar emas dengan perak secara kredit
-------------
"Mas siapa sih yang rese' bikin aturan RIBA itu haram dan dilarang? Padahal kan selama ini kita dah enak, bisa utang sana sini, bisa nyicil sana sini, bisa menikmati banyak hal bayar belakangan!"
Naaah.. Itulah masalahnya bro! Aturan tentang riba haram ini bukan ada di Undang Undang buatan DPR, bukan di PP buatan Presiden apalagi Kapolri!
Ini aturan Allah bro! Allaaah!
Tuhan yang menciptakan kita..
Yang menghidupkan kita,
dan kelak PASTI mematikan kita!
Wakwaaawww!
"Duuuh.. Masak sih mas?"
Gini gini coba dibaca ini, jangan kaget!
1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa No. 1 tahun 2004 menyatakan bahwa praktek perbungaan saat ini baik yang dilakukan Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi dan lembaga keuangan lainnya maupun yang dilakukan individu termasuk salah satu bentuk Riba, dan hukumnya HARAM.
Gak percaya? Nih download surat resminya MUI disini → http://mui.or.id/…/upl…/2014/11/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf
2. Ketetapan akan keharaman bunga bank oleh berbagai Forum Ulama Internasional, antara lain:
a. Majma’ul Buhuts al-Islamiyyah di al- Azhar Mesir pada Mei 1965. Ada 300 ulama seluruh dunia berkumpul sepakat tentang ini.
b. Majma’ al-Fiqh al-Islamy Negara- negara OKI yang diseenggarakan di Jeddah tgl 10-16 Rabi’ul Awal 1406 H/22-28 Desember 1985.
c. Majma’ Fiqh Rabithah al-‘Alam al- Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah tanggal 12 – 19 Rajab 1406 H.
* Keputusan Dar al-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979
* Keputusan Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.
------------
"Mas kalau seluruh ulama mengharamkan riba, kenapa praktek itu masih ada dimana-mana?"
Naaah... Karena ulama itu tidak memegang kekuasan bro, yang megang kuasa itu pemerintah. Tau sendiri kan negara kita, soal hutang jagoannya? Denger-denger hutang negara kita sudah 4300 trilyun! Kalo ditulis jadinya ini: Rp. 4.300.000.000.000.000!!
Kalo dibelikan cendol, klelep berapa kabupaten itu bro?
Dan tau enggak, kenapa ulama seluruh dunia mengharamkan? Mereka gak main-main, dasarnya Quran dan Hadist jelasssss banget! Cuman kita aja yang selama ini ngeyel, gak mau belajar ilmunya, cari pembenaran sendiri, ngutak-ngatik hukum dan aturan Allah biar yang haram jadi sedikit halal..
Padahaaal... Khamar itu haram, walaupun diminum di halaman mushola, pakai sarung, baju koko dan peci, minumnya cuman 1/4 sloki sambil baca Bismillah.. Tetap Haram!
Ketika kita ngeyel main-main dengan harta riba, maka yang terjadi KITA DAPAT UANGNYA, TAPI TIDAK DAPAT KEBERKAHANNYA..
Uangnya dapat, tapi entah pergi kemana?..
Kayaknye megang duit, tapi kok semua urusan jadi sulit..
Duit segepok, tapi halangan datang terus gak kapok-kapok...
Rekening kayaknya nambah, tapi sering dapat musibah..
Dapat uang sebukit, tapi keluarga terus-terusan sakit..
Itulah ciri rezeki yang tidak ada keberkahannya..
Padahal Allah jelasss banget mengingatkannya..
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), MAKA KETAHUILAH, BAHWA ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN MEMERANGIMU. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
(Al-Baqarah: 278-279)
Astagfirulllah.. Kita ngeyel, bakal diperangi langsung oleh Allah dan Rasulnya..
Nabi pun terus mengingatkan betapa bahayanya riba, karena efek menghancurkannya bertahun-tahun dalam kehidupan seseorang:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba..”
Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598)
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata,
Rasulullah bersabda: “Riba adalah tujuh puluh dosa; dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan) dosa orang yang berzina dengan ibunya" (HR. Ibn Majah)
Astagfirullah.. Double kick langsung mental terkapar kita!
"Terus kalo sudah terjebak dalam riba gimana mas? Bertahun-tahun terkekang hidup, tambal sulam dari hutang ke hutang.. Gali lobang tutup empang! Eh.. Nutup empang kecemplung jurang!"
Ya ayooo kita berjuang bareng, kita hijrah dari gaya hidup penuh hutang menuju hidup tanpa hutang.. Tanpa riba.. Pasti bakal tenang hidup kita.
Memang tidak mudah kawan, tapi justru disitulah bagian dari ikhtiar kita, saling mendukung dan saling mendoakan..
Ada yang selesai dalam hitungan bulan..
Ada yang hitungan tahun..
Tidak masalah, karena momen taubat itu yang Allah suka..
Ini langkah-langkahnya:
1. Taubat, kita minta ampun pada Allah karena pernah memakan harta riba, dan berjanji kita tidak akan menambah lagi hutang riba! Stop! Stop! Cukup!
2. Berazam bebas riba, artinya bercita-cita dan bersungguh-sungguh sampai mentok, untuk melunasi semua hutang kita.
3. Fokus menyelesaikan hutang, menunda semua kesenangan. Tiap dapat rezeki langsung diniatkan mengurangi pokok hutang. Dari yang terjadwal 15 tahun, eh bisa lunas dalam 5 tahun. Bisa juga menjual aset-aset yang selama ini menjadi beban, mau rumah, ruko, kendaraan, atau apapun jika sudah niat bener bebas riba ya lepaskan saja.
4. Minta doa dari orang sekitar, terutama dari ibu bapak kita, dari saudara dan kawan, dari duafa yang kita ringankan bebannya. Jangan remehkan kekuatan doa, kita tidak pernah tau dari mulut siapa doa kita dikabulkan..
5. Terus perbaiki ibadah, sholat tepat waktu, sedekah dan zakat jangan ditunda-tunda, zikir kita perbanyak, biar Allah juga mempercepat hajat kita.
Dan lihatlah kawan, ini janji Allah untuk kita..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Ibnu Majah no. 2400)
Tuh!
Kita AKAN DITOLONG OLEH ALLAH asal kita benar-benar berniat dan berusaha menyelesaikan hutang kita di dunia..
Buat kawan-kawan kita yang masih masuk golongan "Jamaah Ngeyeliah", sampaikan tulisan ini agar mereka sadar. Tugas kita menyampaikan, soal hidayah itu urusan Allah. Yang penting kita niatkan dapat pahala syiarnya..
Pesan Nabi:
"Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya.." (HR. Muslim)
Ambil kaca lagi, mari instropeksi..
Jika hidup kita susah..
Hati sering gelisah..
Tiap hari banyak masalah..
Jiwa terasa gundah..
Semua urusan tak pernah mudah..
Halangan terus tak sudah-sudah..
Mungkin karena harta RIBA kita telan dengan serakah..
Salam,
@Saptuari
Mohon doanya dari kawan2 semua, untuk kelancaran buku yang akan kami terbitkan bulan depan kiki emoticon aaamiin
Boleh share

Senja di Masa Muda

Aku percaya pada takdirku, bahwa suatu saat nanti kita akan bertemu kembali.
Aku memiliki masa depan yang sangat menyilaukan mataku.
Kapankah hari itu akan datang? Bersama dengan kenangan yang mengikutinya.
Disaat kita bersenandung bersama di koridor sekolah.

Burung-burung itu bernyanyi di langit yang biru.
Dapatkah kau melihatnya dari sana?
Dari balik jendela kelas di lantai yang berbeda.
Kubayangkan engkau melakukan hal yang sama denganku.

Dentang bel istirahat pun berbunyi, bersama dengan derap kaki kecil yang kelaparan.
Aku selalu menatap ke atas sana.
Menanti wajahmu menatap wajahku di bawah sini.
Waktu yang sangat berharga bagiku kala itu.

Aku memiliki suatu perasaan yang ingin kumulai.
Dan kata-kata yang ingin kusampaikan di pagi hari itu.
Hey, aku lupa dimana aku menyimpan kata-kata itu!
Dan kita hanya saling tersenyum, tersipu malu dan menunduk. Terdiam.

Ini bukan kasih sayang, tapi cinta.
Aku tak pernah ingin kehilangan masa-masa ini.
Ku merasa seperti dapat menjadi apapun yang aku inginkan.
Dan dirimu adalah segalanya kala itu.

Ini bukan kasih sayang, tapi cinta.
Ketika ku memikirkanmu, itu menyakitkan.
Dengan semua kata yang tak pernah kusampaikan.
Dan hati yang tak pernah benar-benar terhubung.

Ini bukan kasih sayang, tapi cinta.
Pertemuan di koridor sekolah setiap pagi itu.
Dan semua bahasa tubuh kita yang terbawa oleh waktu.

Terima kasih atas segalanya.

Thursday, 30 April 2015

Merindu

Merindu adalah pekerjaan manusia mulia…
Mulia karena, mereka menyadari bahwa dirinya sendiri pun tak cukup mampu…
Mampu untuk dapat bertahan hidup dalam dunia yang bernama Bumi ini…

Merindu adalah pekerjaan para orangtua…
Orangtua yang sedang menanti…
Menanti lahirnya seorang jiwa suci ke dunia yang fana ini…

Merindu adalah pekerjaan para pujangga…
Pujangga yang terbatas dalam kesempatan berbicara terang-terangan…
Karena bagi pujangga, kehidupan dimulai setelah kematian datang…

Merindu adalah hak manusia…
Kau tahu, bahkan seekor anjing pun akan mencari kawanannya…
Ya, merindu adalah tentang mencari kesesuaian…
Mencari dan hanya dapat menerka
Sepasang suami istri pun tidak selalu sejalan, walaupun pada akhirnya mereka akan kembali menjadi perindu…
Bahkan antara ibu dan anak pun hampir selalu tidak sejalan dan sudah bukan rahasia umum lagi betapa rindunya sang ibu terhadap sang anak yang sudah ia sayangi bahkan sebelum anak itu hadir di dunia ini…

Adakah pekerjaan lain yang lebih mulia selain merindu?
Tidakkah kalian ingin juga menjadi seorang perindu?
Atau kalian tidak ingin merindu karena merasa tidak dirindu?

Wahai saudaraku, seorang manusia paling mulia terakhir yang Tuhan utus ke dunia ini bahkan merindukanmu!
Aku tidak membicarakan tentang agamaku, aku membicarakan dirimu!
Manusia terbaik itu bahkan lebih mengkhawatirkanmu daripada nyawanya sendiri ketika ruhnya sedang terlepas dari tubuh fananya…
Tuhanku berkata bahwa semua manusia pada dasarnya adalah suci…
Dan walaupun kita berbeda saat ini, aku tetap menganggapmu sebagai saudaraku…
Saudara yang aku rindukan…
Bukankah ketika di dalam alam Rahim, ruh kita telah bersaksi ?
Bersaksi bahwa kita mengabdi pada Tuhan yang satu…
Dan walaupun mungkin dunia memisahkan kita, aku tetap merindukanmu…
Karena itu berarti, aku yang lebih dipercaya untuk menjadi rahmat bagi alam semesta…
Pembawa kebaikan bagi dunia ini, yang itu berarti juga untukmu!

Masihkah engkau merasa tidak bisa merindu?
Mendekatlah saudaraku…
Akan kubisikkan impianku kepadamu…
Dekatkanlah telingamu…

Aku merindukan perdamaian dan kesatuan di dunia ini…
Ya, sebuah kesatuan…
Aku tidak membicarakan tentang menjadikan sebuah agama atau sebuah negara menjadi digdaya…
Aku merindukan sebuah keadaan dimana kita semua dapat saling menerima satu sama lain…
Pemuka agama yang tidak hanya bisanya berkumpul dengan yang setara dengan dirinya, namun juga mau dekat dengan para pendosa…
Mereka dapat berbicara layaknya sebagai saudara kandung yang telah lama terpisah…
Atau para bangsawan yang dapat benar-benar bergaul bersama mereka yang tidak mampu layaknya keluarga…
Terdengar seperti sebuah negeri utopia…
Memang sulit dan bahkan mustahil terwujud tanpa pertumpahan darah…
Dan seharusnya manusia menyadari apa yang paling berharga dalam hidupnya…
Seseorang yang mampu mengambil hak hidup manusia lainnya adalah seseorang yang seharusnya sudah siap pula untuk mati…
Dan karena itulah, maukah kau membantuku?
Mari kita lihat seberapa jauh langkah kecil yang dapat kubuat ini…




Wednesday, 25 March 2015

You are (not) alone

Well, here I am...
My eyes are far from letting my body to have a bit of rest.
Just like the TV program that I am watching now say, "Here, the magic biggest secrets finally revealed!" hahaha

Well then, I don't know how do I supposed to face this condition. Eh, wait, I lie, haha. ha.
.
Okay Nico that wasn't funny!
.
Just like that TV program said, there is something in my life that now finally revealed. After almost four years this kind of feelling bothering me. Well not four years, just two years since I graduating from my senior high actually.

As you can see from my previous post in this blog, all things that I write was about "love" and anything similar with that. By reading those post, it is easy to guess that I was in full with love to someone, right? haha. Just like Lea Salonga sang at Disney soundtrack "We Could Be In Love", yeah sure that everyone who's seen us, knows what's going on between us, it doesn't takes the genius to read between the lines *then crying* hahaha

Hell yeah now I do am free!!
All of those thoughts about you that always come round and round again around my mind now has get its answer. You never fell in love with me and it's me that was always thinks that you felt the same way I did to you.

Oh God... All hail for the Holy God!
Now, it's just a mere memory, yet if it have to be re-memorized for some purpose, maybe I will laugh at myself for a second and telling that "sick" story to the others whose are willing to hear that. Well I bet that no one wants to knew kind of that story. Yet just to "purify" my thoughts of you was worth of nearly two years trying since you never replying my message after the last time we met at February 2012 after having a breakfast at Dago Street when you are doing kind of fundraising at Car Free Day on that street.

Thanks for all of the things you did to me. Thank you for teach me some new vocab from your blog post. Well, actually that is me who are "stalking" on your blog, haha.

Just like you said on our last continuous poems, we are just like the sun and the moon after the graduation ceremony from high school, right?

My deepest apology for all my mistakes, and thank you for making me like this right now :)

Monday, 16 March 2015

Menasihati

Saling Menasihati

Pada suatu hari di negeri para binatang ketika hari menjelang malam, para penduduk negeri ini sedang bergegas menuju masjid untuk melakukan ibadah Maghrib. Tidak terkecuali, semua pejantan datang menuju masjid, untuk menunaikan kewajiban mereka kepada Sang Pencipta.

Di sela-sela keramaian tersebut, terdapat dua ekor anak kambing anaknya pak Ustadz Mbing, mereka berdua adalah si Putih dan si Hitam. Keduanya terlihat asik bercanda satu sama lainnya dalam perjalanan menuju masjid. Di dalam diri mereka terdapat semangat baru untuk menjadi insan yang lebih baik lagi setelah mendapatkan nasihat dari ayahnya, Ustadz Mbing.

Sesampainya ditempat wudhu, mereka memperhatikan sekeliling dan melihat ada seekor sapi yang sudah cukup tua tampak salah dalam tata urutan berwudhu. Putih melihat itu dan berkata kepada kakaknya “Kak, kak, lihat pak sapi itu, urutan wudhunya salah…” kata si Putih berbisik kepada kakaknya. Si Hitam pun menoleh dan berkata “Wah, iya, benar juga.” Sahut si Hitam mengiyakan perkataan adiknya. “Kak, kata ayah, kita itu harus bias saling menasihati jika kita melihat kesalahan di depan mata kita kak. Ayo kita nasihati kakek sapi itu kak” seru si Putih dengan semangat membara. Beberapa saat si Hitam terdiam, lalu berkata “Adik, coba kamu lakukan wudhu tapi dengan cara yang salah juga” kata si Hitam. Si Putih yang bingung, akhirnya menuruti perkataan kakaknya. Yang Putih tahu, kakaknya memiliki rencana untuk menasihati kakek sapi tersebut.

Lalu, si Putih pun memulai wudhunya yang salah. Baru urutan pertama, si Hitam langsung berbicara dengan suara yang cukup keras namun tetap penuh kasih saying “Waduh Putih, kamu salah urutannya. Yang pertama itu adalah membasuh kedua telapak tanganmu dulu.” seru si Hitam kepada adiknya. Si Putih pun mengikuti perkataan kakaknya dan begitu seterusnya hingga akhirnya wudhu mereka selesai.

Ketika wudhu si Putih selesai, si Putih pun menengok ke tempat si kakek sapi berada dan kakek sapi itu tersenyum kepada mereka berdua dan mereka pun membalas senyuman kakek sapi kepada mereka.

Setelah selesai shalat, si Putih bertanya kepada kakaknya “Kak, mengapa tadi kakak menyuruh aku melakukan wudhu yang salah?” tanya si Putih dengan rasa penasaran. Hitam pun berkata kepada adiknya “Adik, ingat pesan ayah? Jika dalam menasihati pun kita juga harus memikirkan perasaan mereka yang kita nasihati. Kakak hanya khawatir jika tadi kita langsung menegur kakek sapi, mungkin kakek sapi akan merasa tersinggung karena dinasihati oleh anak kecil seperti kita.” jelas Hitam kepada adiknya.

“Oh, begitu ya kak. Oke kak, maaf ya kalau adik tadi terburu-buru ingin menasihati kakek sapi, karena adik ingin menjalankan nasihat ayah dengan segera disaat ada kesempatan” jelas Putih dengan semangat. “Iya adikku, tidak apa-apa. Ayo kita pulang sekarang, ibu sudah menunggu kita di rumah” ajak Hitam kepada adiknya. “Oke deeh kak” seru Putih mengikuti kakaknya yang bijak ini. 

-Cerita ini berasal dari kisah Hasan dan Husein, anak dari Ali bin Abi Thalib, dimodifikasi seperlunya

Thursday, 2 October 2014

Sport science


Berbicara tentang sport science adalah berbicara tentang keterlibatan sains dalam dunia olahraga. Dan berbicara tentang dunia olahraga, juga menyinggung sedikit tentang prestasi olahraga negeri ini.

Tulisan ini hanyalah rangkuman dan ulasan isi dari pembicaraan saya dengan salah seorang teman saya yang menimba ilmu futsal di Nike ketika ia dulu menjadi duta Nike setelah ia juara lomba juggling dan olah bola yang diadakan oleh Nike.

Sebagai seorang laki-laki, ketika dihadapkan pada sebuah pertanyaan, olahraga apa sih yang terlihat macho banget saat ini? Di Indonesia kebanyakan akan menjawab sepak bola (menurut saya). Namun ketika ditanyakan, apakah anda bisa bermain bola? Kebanyakan akan jawab “bisa” namun dengan skill dan kemampuan pas-pasan bahkan mungkin di bawah standar… sedih, iya.
Dalam olahraga yang menuntut gerakan aktif seluruh anggota tubuh, sepakbola dan juga futsal menuntut berbagai macam aspek dan persyaratan kepada tubuh kita agar kita dapat memainkan permainan ini dengan baik dan “hebat”.
Dari ribuan bahkan jutaan pemain bola yang pernah ada, pernahkah berfikir, berapa persenkah dari jutaan itu yang mampu tenar dan menjadi fenomena di dunia sepakbola? Untuk di zaman saat ini, mari kita sebut dua megastar sepakbola kita, yaitu Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Berikut adalah spesifikasi data diri keduanya :

Terlepas dari perbedaan tingginya yang mencolok, secara kasat mata dapat kita lihat bahwa perbedaan mendasar antara Messi dengan Ronaldo adalah ada pada kepadatan massa otot pada tubuh mereka. Namun pernahkah kalian melihat bagaimana aksi mereka di lapangan hijau? Secara teknis, dengan tubuh mungil dan tidak penuh dengan otot sebagaimana Ronaldo, Messi seharusnya menjadi pemain yang sangat mudah dijatuhkan dengan dorongan. Namun kenyataannya? Butuh sebuah tekel untuk bisa menghentikan dia. Sedangkan Ronaldo, sudah jelas bahwa dia juga merupakan pemain yang sulit untuk dijatuhkan kecuali dengan tekel.
Apa perbedaan nya?
Dalam urusan body balance, letak pusat kekuatan mereka berdua berada di daerah yang berbeda. Lionel Messi, dengan tubuh kecilnya memiliki pusat kekuatan yang besar di area pinggulnya, menyebabkan ia sulit dijatuhkan ketika ia sedang membungkuk (perhatikan video-video tentang Messi yang sedang mempertahankan bola dari musuhnya) namun lebih mudah menjatuhkannya ketika ia sedang berdiri tegak dan berhadapan one on one. Ronaldo, dengan tubuh yang lebih kekar di bagian atasnya memiliki pusat kekuatan di area pundak dan punggung atas, menyebabkan dirinya mampu berduel bola dan mempertahankan dirinya dari lawan yang menabrakkan diri.
Letak pusat kekuatan ini sebenarnya alami pada setiap manusia. Namun jika kita sudah menyadarinya, kita bisa lebih menguasai salah satunya atau bahkan menguasai kedua-duanya.
Tapi ingat, tidak semua pemain bola berbadan kecil memiliki pusat kekuatannya di bagian pinggul ke bawah. Sebut saja Sergio Aguero. Ia adalah salah satu pemain bertubuh kecil yang mempunyai pusat kekuatan di tubuh bagian atas.
Apa keuntungannya memiliki pusat kekuatan tubuh baik di bagian atas maupun bawah? Bagi mereka yang memiliki pusat kekuatan tubuh di bagian atas, hal ini membuat mereka mampu berduel one on one dengan defender yang menghadang. Kekuatan tubuh di atas membuat mereka lebih stabil ketika berduel dan bagi defender, akan sangat berguna ketika melakukan penjagaan one on one secara ketat hanya dengan menegakkan tubuhnya ketika melakukan penjagaan. Sedangkan bagi mereka yang memiliki kekuatan tubuh di pinggul ke bawah, hal ini membuat mereka lebih “agile” (lincah) dalam membawa bola. Sebut saja Neymar dan juga Messi.
Bagaimana cara melatihnya?
Untuk melatih tubuh bagian bawah, caranya sederhana walau mungkin terlihat bodoh. Berlatihlah jaga keseimbangan di atas tali atau bahasa kerennya, meniti tali. Atau, berdirilah di atas sebuah bola tenis dengan dua kaki di atasnya. Aneh, tapi ampuh.
Untuk melatih tubuh bagian atas, caranya lebih sederhana lagi, yaitu dengan ikut kegiatan latihan bela diri. Walaupun beberapa jenis bela diri juga ada yang langsung melatih keduanya, baik atas maupun bawah.

Setelah kalian mengenali kemampuan utama kalian dimana, maka kalian dapat dengan mudah menentukan hal apa saja yang dapat kalian lakukan ketika bermain sepak bola dan futsal.

Sebagai contoh, saya sendiri. Saya baru menyadari kemampuan saya setelah diceramahi oleh teman saya yang satu itu. Pada awalnya, dia mengatakan bahwa dengan tubuh yang besar dan tinggi 183cm, saya lebih cocok bermain di tengah dalam posisi seperti Yaya Toure. Namun di satu sisi, daya serang saya juga (menurut dia) membuat saya secara tidak langsung kurang cocok di posisi itu, mengingat tingkat akurasi dari tendangan dan juga kecepatan saya mumpuni untuk ditaruh di posisi side midfielder. Hingga akhirnya, saya jika sedang bermain satu tim dengannya akan diplot di posisi kiri atau kanan (karena dia sudah alami bermain sebagai bek tengah sendirian di futsal). Namun masalah baru muncul. Secara teknis, banyak pengisi pos SMF ini memang memiliki kecepatan dan tubuh yang kuat, namun ada satu hal yang terbentur dengan kemampuan saya, yaitu pusat keseimbangan tubuh saya hanya ada di atas, sedangkan bagian bawahnya sangat lemah. Apa efek sampingnya? Hal ini menyebabkan saya tidak dapat melewati lawan dengan melakukan gerak tipuan dan sebagainya, dikarenakan gerakan saya sudah terbaca bahkan sebelum gerakan itu dilakukan. Namun jika dihadapkan dengan adu lari dalam merebut bola, kemungkinan saya berhasil lebih besar. Dan ketika akhirnya diamati lagi setelah dilakukan tes oleh dia, akhirnya didapati bahwa gaya tubuh saya serupa seperti gaya tubuh Xabi Alonso. Gaya tubuh Alonso lebih kuat di bagian atas dengan akurasi umpan yang brilian. Sedangkan saya yang sekarang tingkat akurasi tendangan lebih baik daripada umpan. Dengan kondisi tubuh seperti ini, mau tidak mau, suka tidak suka, posisi alami saya memang ada di tengah, entah itu sebagai bek tengah, centre midfielder atau sebagai defensive midfielder. Dan tugas utama saya saat ini adalah untuk lebih meningkatkan akurasi umpan saya. 

Wednesday, 10 September 2014

Generasi muda bicara kemerdekaan Indonesia ke-69


Yak saya Nico

(dan saya Kresna)

Kami dari…

(jayus lu nic, hahahaha)

Aih sia, iye iyee -______- Eh boi, gue bentar lagi ulang tahun looh :p

(paan deh, orang kita ulang tahun barengan. Masih lamaaa kelees -.-)

Hahaha, iya iya. Yowis, kita bahas yang abis ulang tahun aja ye. Udah hampir lewat sebulan sih, tapi gapapa deh ya

(siapa???)

Yaelah, Indonesia kelees -.-

(Hooo, hehehe. Iya iya. Biar gue tebak ya, ultah ke-69 kan?)

Yap! Bener banget! Kalo ngeliat usia Indonesia, kayaknya udah jompo banget ya kalo pake takaran waktu manusia, hehe

(Iya juga sih -.-‘ Oke, kalo secara usia, seharusnya Indonesia tuh udah bisa ninggalin warisan yang baik-baik untuk generasi penerusnya, tapi kok kenapa masih begini aja ya?? ._.)

Begini gimane boi?

(Ya gitu, pendidikannya masih acak adul, pembangunan tidak merata, slogan “Indonesia adalah Jawa” juga mulai ramai lagi terdengar. Belom lagi kasus chauvinism local di Bali yang malah ngerusak kerukunan umat beragama, karakter masyarakatnya mayoritas kayak sampah, moral anak-anak mudanya juga makin turun dengan banyaknya kasus pelecehan seksual sampai pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan teman sebayanya, pembangunan jalur Pantura yang dilakukan tiap tahun itu juga apa ga diperiksa KPK? Gue yakin ada yang korupsi disana. Elite partai yang korup, agama dijadikan senjata politik pula, haduuuh… malu beneran deh gue jadi warga Indonesa ini -.- mending gue jadi warga Brunei aja deh abis lulus kuliah nih.)

Hahahaha, udeh curhatnye?

(udeh -.-)
  
Ya emang gitu lah negeri kito orang nih, hahaha. Secara keseluruhan banyak kerusakan yang justru datang dari mereka yang asli lahir di tanah ini. Ya begitulah manusia.

(betah ga sih lo tinggal di Indonesia?)

Well, gue yakin juga lo sendiri udah tau jawabannya :)

(Iya paham… sesegera mungkin mau ke Brunei kan? Tapi gregetan ga sih sama kondisinya yang ga keliatan ada kemajuan sama sekali? Ibarat perkembangan manusia, Indonesia tuh kayak kakek-kakek yang usia mentalnya masih 6 tahun! Hiiih *kesel sendiri)

Soo?? Kalau udah kayak gini, dikau mau apa?

(suliiit‼ kalo kita masih aja hanya jadi warga negara biasa, ya kita ga bakal bisa ngerubah negara ini… Kerusakan moral dan mental sudah berlangsung lama secara terstruktur, dimulai dari media massa tentu saja…`Gue Cuma gabisa membayangkan apa yang akan terjadi sama negara ini 20-30 tahun ke depan. Lihat saja anak-anak SD sekarang! MAYORITAS nya udah lumayan bisa ketebak kalo engga jadi pengemis kerjaan, ya cuma bakal nambahin jumlah pengangguran di negara ini! Sisanya palingan jadi sampah masyarakat.)

Wih ekstrim sekali pernyataan terakhir mu anak muda, hahaha

(Apa? Polanya memang seperti itu kan? Oke, anggap aja gue emang mendahului takdir dengan sok tahu ini itu. Tapi pola di masyarakat sudah terlihat kan? Okelah ambil positifnya, 0.1% dari anak-anak SD sekarang-anak putra akan menjadi pengusaha. Kalau memang itu jalan yang mereka ambil, that’s good. Tapi kalau sisanya tetap tersesat? Berleha-leha terlena kesenangan duniawi yang semu dengan merokok dan menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, ya selamat ya buat presiden Indonesia 20-30 tahun ke depan, perjuangan anda akan jauh lebih berat jika dalam selang waktu itu tidak ada presiden yang berani melakukan gebrakan kebijakan yang berani dan baik untuk rakyatnya. Gue ga peduli latar belakang agama, suku, ras dan lain sebagainya dari pemimpin yang berani kayak gitu nanti. Mau Kristen kek, mau Hindu atau Budha kek, asal emang bisa membawa negara ini menjadi suatu negara yang layak untuk ditempati, gue dukung. )

Wiih, sadaap! Pernyataan terbuka nih ya :p

(sabodo teuing lah! Kumaha aing weh! :p)

Udeh lega? Hahaha.

(lumayan lah :p)

Tapi nih ya, kenapa kita ga nyoba mulai ngerubah dari diri kita sendiri?

(Ya sok atuh mun bade ngarubah ieu negeri ti diri urang wungkul, sok, abdi mah teu mikirin. Da emangna mun geus bisa ngarubah diri sendiri, ieu negeri bisa “sembuh” kitu? Henteu kan? )

Lah naha jadi tipi Sunda kieu, hahaha

(Teuing ah, hahaha)

Iya, emang ga ngubah langsung sih. Tapi kan setidaknya bisa ngasih pelajaran kepada orang lain juga :)

(Pelajaran? Pelajaran apa? Emangnya berapa banyak manusia yang bisa lo pengaruhi dengan tindakan lo? Pada akhirnya, itu semua cuma berguna buat diri lo sendiri! Prestasi lo itu, dan semuanya yang pada awalnya lo niatin untuk mempengaruhi orang lain, ya hanya berapa orang sih? Prestasi lo itu hanya menjadi informasi saja, bukan aksi nyata yang akan langsung menyentuh mereka.)

Ah sial, gue skak mat -______-“

(cuma ada beberapa profesi di dunia ini yang bisa mengubah dunia ini. Pertama, lo jadi penguasa, lebih khususnya jadi presiden. Lo buat deh tuh kebijakan-kebijakan yang benar-benar bijak buat negeri tempat lo berkuasa, selesai lah masalah Indonesia ini. Kedua, lo jadi pengusaha. Dengan lo jadi pengusaha, lo bisa menguasai media massa dan memberikan stimulus positif bagi masyarakat, atau juga melakukan bakti sosial atau pengembangan daerah tertinggal. Namun tetap, menjadi pengusaha tanpa ada kenalan orang yang “berkuasa” tidak akan terlalu berjalan lancar. Ketiga, guru. Mungkin saya terlalu naïf, tapi menjadi guru juga bisa merubah generasi bangsa ini walaupun luas cakupan pengaruhnya sangat sangat kecil dibandingkan dengan pengaruh dari dua profesi sebelumnya. )

Yap, I couldn’t agree more with you. :D

(eh, gue cao dulu ya, gue mau ngasih remedial nih ke anak-anak)

Lah tapi pan nanti kuliah bioteknologi lu jam 3

(iya, gue juga bingung, tapi cabs dulu deh ya pertemuan pertama ini)

Leeeh, yowis deh. Kalo ada topik hangat lagi, kita obrolin lagi yak

(Siap, sori yak kalo kesannya rada marah, karna emang gue marah juga sih)

Woles keles