Showing posts with label syair. Show all posts
Showing posts with label syair. Show all posts

Wednesday, 16 March 2016

Muhasabah Hati

Tuhan
Aku sudah berdoa kepada-Mu agar segera mengambil kesempatan yang telah Kau berikan ini…
Karena, yang kutahu selama ini bahwa aku hanyalah seorang pendosa…
Aku masih merindukan-Mu, sehingga aku pikir, jika aku bertemu dengan-Mu lebih cepat, akan lebih mudah bagiku untuk mempertanggungjawabkan dosa-dosaku

Tuhan…
Aku sudah bersujud kepada-Mu agar Engkau menyegerakan kedatangan malakul maut kepadaku…
Aku lelah Tuhan… aku lelah untuk melakukan dosa disaat kebaikanku tidak pernah dianggap oleh manusia…
Aku mulai lelah dengan keyakinanku bahwa semua kebaikanku biarlah Engkau yang mengetahuinya…
Ampuni aku Tuhan… aku hanya manusia biasa yang tidak akan pernah pantas untuk bertemu dengan-Mu…

Tuhan, Engkau dimana?
Mengapa do’aku belum juga Engkau kabulkan?
Aku tidak meminta kekayaan lagi Tuhan…
Aku tidak meminta jabatan pula…
Dan aku sudah lelah dengan meminta pendamping bagiku…
Aku hanya meminta agar Engkau menyegerakan kematianku, itu saja Tuhan.
Karena dua malaikat penjaga yang Engkau berikan ternyata tidak sepenuhnya mengerti akan diriku…
Aku merindukan-Mu Tuhan, karena yang kuyakini, hanya Engkau yang lebih memahami diriku daripada orang lain di dunia ini…

Tuhan…
Aku sudah bersujud dan meneteskan air mataku demi do’aku ini…
Bawalah aku ke sisi-Mu segera…
Aku membutuhkan-Mu untuk menenangkanku, aku tidak butuh manusia yang fana.
Bebaskan aku dari tubuh duniawi ini Tuhan…


Tuhan, aku mengalah kepadamu…
Dua tahun sudah aku habiskan hidupku dengan do’a itu, bahkan di dalam Rumah-Mu pun sudah kusebut do’a itu, dan Engkau masih belum mengabulkannya setahun setelahnya…
Jika memang aku ditakdirkan untuk sesuatu hal, tunjukkan lah segera agar aku dapat menuntaskan amanah-Mu…
Dan setelah tugas itu selesai, segeralah ambil jiwa ini segera dalam keadaan baik-baik Tuhan…
Jangan sampai Engkau menjadikanku orang yang tersesat dan Engkau laknat…
Ataukah mungkin, itu adalah takdirku?
Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim…

Segera ambil jiwaku sebelum aku menjadi manusia yang dilaknati oleh-Mu.

Wednesday, 3 September 2014

Tuhan, aku mengalah

Tuhan
Aku sudah berdoa kepada-Mu agar segera mengambil kesempatan yang telah Kau berikan ini…
Karena, yang kutahu selama ini bahwa aku hanyalah seorang pendosa…
Aku masih merindukan-Mu, sehingga aku pikir, jika aku bertemu dengan-Mu lebih cepat, akan lebih mudah bagiku untuk mempertanggungjawabkan dosa-dosaku

Tuhan…
Aku sudah bersujud kepada-Mu agar Engkau menyegerakan kedatangan malakul maut kepadaku…
Aku lelah Tuhan… aku lelah untuk melakukan dosa disaat kebaikanku tidak pernah dianggap oleh manusia…
Aku mulai lelah dengan keyakinanku bahwa semua kebaikanku biarlah Engkau yang mengetahuinya…
Karena di kehidupan ini, aku hidup bersama manusia, bukan bersama-Mu
Ampuni aku Tuhan… aku hanya manusia biasa yang tidak akan pernah pantas untuk bertemu dengan-Mu…

Tuhan, Engkau dimana?
Mengapa do’aku belum juga Engkau kabulkan?
Aku tidak meminta kekayaan lagi Tuhan…
Aku tidak meminta jabatan pula…
Dan aku sudah lelah dengan meminta pendamping bagiku…
Aku hanya meminta agar Engkau menyegerakan kematianku, itu saja Tuhan.
Karena dua malaikat penjaga yang Engkau berikan ternyata tidak sepenuhnya mengerti akan diriku…
Aku merindukan-Mu Tuhan, karena yang kuyakini, hanya Engkau yang lebih memahami diriku daripada orang lain di dunia ini…

Tuhan…
Aku sudah bersujud dan meneteskan air mataku demi do’aku ini…
Bawalah aku ke sisi-Mu segera…
Aku membutuhkan-Mu untuk menenangkanku, aku tidak butuh manusia yang fana.
Bebaskan aku dari tubuh duniawi ini Tuhan…


Tuhan, aku mengalah kepadamu…
Dua tahun sudah aku habiskan hidupku dengan do’a itu, bahkan di dalam Rumah-Mu pun sudah kusebut do’a itu, dan Engkau masih belum mengabulkannya setahun setelahnya…
Jika memang aku ditakdirkan untuk sesuatu hal, tunjukkan lah segera agar aku dapat menuntaskan amanah-Mu…
Dan setelah tugas itu selesai, segeralah ambil jiwa ini segera dalam keadaan baik-baik Tuhan…
Jangan sampai Engkau menjadikanku orang yang tersesat dan Engkau laknat…
Ataukah mungkin, itu adalah takdirku?
Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim…

Segera ambil jiwaku sebelum aku menjadi manusia yang dilaknati oleh-Mu.
Karena aku tidak mengetahui bagaiman akhir kisah dari kehidupanku yang Engkau tetapkan di Lauh Mahfuzh.

Saturday, 19 July 2014

Bingung

Bingung...
Yap, bingung...
Aku bingung untuk merangkai kata sebagaimana biasanya aku lakukan...
Merangkai makna untuk menjadikannya indah dibaca...
Namun inilah aku, hanya dapat bingung dan duduk termangu...

Bingung...
Mengapa engkau datang di saat seperti ini?
Disaat tangan ini rindu untuk mulai menari bersama pena...
Dikala kertas sudah tak sabar untuk bersentuhan dengan pena yang ia kasihi...

Bingung...
Aku masih bingung disini...
Duduk di halaman depan rumah menatap cakrawala pagi...
Bahkan tanaman di sekitarku pun membisu melihat kebingunganku...
Dan burung dara di kandang menari-nari merayakan kebingunganku...

Bingung...
Disaat aku mencoba merangkai kata, justru teriakan "Maling!" di pagi hari yang kudapat...
Ya, beberapa menit yang lalu ada kasus pencurian motor di sekitar rumah...
Walaupun pagi ini sangat ramai diluar, sang maling pun melenggang bebas dengan harta haram di tangannya...

Bingung...
Aku masih bingung...
Mau apa lagi sekarang?
Hari ini aku tidak ada kegiatan, dan itu semakin membuatku bingung...

Friday, 4 July 2014

Realita

Aku pergi keluar desa untuk memperluas cakrawalaku...
Dengan sebuah janji yang akan kusesali nantinya...
Dan aku pun melangkah pasti, dengan senyum dan lambaian tangan penuh arti.

Kenyataan ini...
Mungkinkah mata ini menipu?
Ataukah aku yang sedang bermimpi?
Atau mungkin aku terkena ilusi?

Entahlah...
Yang jelas aku tidak ingin kembali ke desaku...
Biarkan aku menjelajahi hutan belantara ini.

Tuesday, 4 February 2014

I was paralized when I still live on that world
I was just a mere human
Unable to move from the bed that tie me tight
Watching the TV, hoping that I could be like those people out there...

Imagine, I ran all way long at the soccerfield...
Dribbling the ball, get through all player who dare to stop me.
Then I stopped for a while, take a deep breath.
Swing my feet and beat that goalkeeper...

Or I imagine that, I was on that field
Seeing the man who wants to throw the ball to me
And the bat that I hold tight
I swing it to get a home run

Or sometimes I want o be a pro wrestler on a ring
Ready to beat my enemy, and the referee is exactly between us.
Then I get the moment and grab his waist.
And here we go, my favourite move, Germany Suplex!

And the last thing that every woman wanted to...
I want to be a bride...
But, how can I get married while I can't go around?
How will he find me in this room?
Is it a miracle? Or another cursed fate?



"I will marry you!" He said...
"No matter how hard it will be, I will find you!"

"But, I'm paralized on my bed all time.
I can't go hang out to make myself easy to be found...
And I'm afraid I won't be able to serve you well...
I will only just your burden in the rest of your life..."

"Just believe on me! I will find you...
Besides, I'm a baseball player.
So, one day, I will broke your window, and see that you are there...
Just believe on me... I'll take care of you...
I'll help your mother to taking care of you, and I'll take you out to see that world...
I will always there for you..."

And then, she smiled with the purest smile like the one who finally find their true happiness...
"Then, I'll be waiting to the day for us to unite" she said...
He shake his head "I'll do my best to find you"

And the girl is gone...
She is going to the next chance of her life...
And the boy cried, like he lost his heart...
"We'll meet again... I promise..."
The ones who ignore common sense laugh
What will they lie about next?
What will be gained
Can we hang it proud?

Man must go on regardless
That is my song
It's because you are crying
It's because you are lonely

You're right
That's why I am being a human
Those tears I cried
In time...
It's so beautiful...

It's not a lie...
For the real us...

Thank you...
I want to live forever
And if I could live forever
Everything would be granted

All sorts of things
Keep having their way with me

All the time I have to live
Warping where my dreams will go
Eventhough they're so important to me

If it's all I can right now
I'll go eat something sweet

Stop thinking like that
It's meaningless to talk

So I look back at the path I walked and
Realize that I can surpass this hurdle
With all burden on my shoulder
None of them could make me stop to walk again.
I open my eyes again to a sleepy morning.
I tighten the tie around my neck
When I pass through the door of the classroom

I puff my chest out with a little bit of pride
A wind that blows past everyday life
I thought I heard it
I thought I felt it
I felt it would come now...

I watched countless stars as they vanished...
I waved goodbye, "I'm glad.."


I've always walked alone.
And when I turned around, everyone's far behind...
Even so, I kept walking.
That was what strength was...

I'm not afraid of anything anymore...

I try to whisper to myself
"Everyone becomes alone someday....
They live on only in memories...
So I can laugh with my heart, even in this loneliness
I will fight.
I will show no tears..."

A picture up there...
Yeah, I saw all of you again there...
With our mere body, with smile on our face.
Now is my time to be with you all....

Monday, 13 January 2014

Syair adalah kepercayaan bagi para penyair...
Pandangan yang luas...
Pemikiran yang bebas...

Namun, penyair adalah manusia...
Mereka dapat tersesat di dalam gua kebebasan berfikir...
Mereka dapat terjatuh dalam jurang kehampaan logika...

Idealisme berfikir.
Mengolah kata dan menyandingkannya dengan realita...
Menasihati seperti tidak menasihati.
Menghibur seperti tidak menghibur.
Mengungkapkan pemikiran dengan lebih lembut.

Apalah arti seorang penyair?
Kehidupannya baru saja dimulai ketika kematian menjemput...
Namun itupun bila, ia memiliki idealisme yang sesuai dengan apa yang kebenaran dari langit katakan...
Karna kebenaran itu tegas, setegas seorang ayah yang memastikan calon pendamping bagi anak gadisnya kelak...

Monday, 6 January 2014

Power(less)?

If power is something that you can gained easily...
Then, this world is nothing than a wild forest-law to form a supremacy.

If power is all about strength...
Let's pray for the weak who can't survive...
And for those who born as a weak person...

If power is all about intelligence...
Let's pray for those who born retarded...
And those who can't excel at anything like what that old teacher asking for...

If power comes from your blood...
Let's pray for those who born unlucky...
Those who have red-blood...

If power is all about creativity...
Let's pray for...

Wait a minute!
Is there someone who born without a creativity?
Have you ever seen a baby, a child or a teenager not doing something that we call "naughty"?

Creativity is something you can learn and develop...
Creativity has no limit!
Its limit is just when you stop to try and learn.

Be grateful to your God...
To create a path to live better in a simple way...
But why does humans being still live like an animal's life?

I hope You forgive me for all of my sins, Yaa Rabbi, Yaa Kariim Yaa Ghafuur Yaa Allah...

Tuesday, 12 November 2013

Aku menemukan sebatang besi yang berdebu di pingir jalan.
Kuhentikan langkahku dan kutatap batang besi di tepi jalan berbatu ini.
Milik siapa kah batang besi berdebu ini?
Aku menoleh ke sekitarku untuk melihat, apakah ada yang memiliki batang besi berdebu ini.

Selama satu hari, aku menanti di tempat itu.
Tidak ada yang datang untuk mengambil batang besi ini.
Aku ambil ia dari atas tanah dan kumasukkan ke dalam tas kulit yang menggantung di punggungku ini.
"Baiklah, akan kurawat engkau sesampainya di rumahku nanti."

Beberapa hari perjalanan telah berlalu dan kakiku pun telah rindu dengan derit lantai rumahku.
Kusapa rerumputan teras rumahku dan kuperkenalkan mereka dengan bawaanku yang kutemukan di perjalanan.
Kusapa burung-burung yang hinggap di pepohonan dan kuperkenalkan dengan besi itu.

"Sebuah hari yang indah, akan kupercantik dirimu setelah aku beristirahat".

Keesokan harinya, kusiapkan air dari mata air Kesucian dalam sebuah bak Pengampunan.
Kuambil batang besi itu dan kubasuh perlahan.
Kuusap perlahan agar debu-debu Kehidupan yang telah menempel padanya dapat meluruh bersama dengan do'anya.
Dan kupanjatkan lantunan do'aku untuk menyertai do'anya...

Setelah ia terlihat lebih baik dari pertama kita bertemu, aku persiapkan lagi sebuah pemanas.
"Kali ini, akan sedikit sakit, namun akan kujadikan engkau sebuah pedang yang indah. Dan akan ku ukir do'aku nanti untuk mempercantik keberadaanmu."
Dan Tungku Ujian Kehidupan pun kunyalakan, kulihat apinya sangat merah membara.
"Akan kutinggal kau untuk sementara di tempat ini hingga engkau cukup lembut untuk ku bentuk menjadi sesuatu yang baru."

Dan aku pun menyiapkan Altar Penempaan untuknya.
Mempersiapkan Palu Hikmah di dekat altar dan ku siapkan pula Air dari Lembah Kebijaksanaan untuk membasuhnya.

Tak lama kemudian, kuangkat besi yang sedang merah membara itu dan kuletakkan ia di atas Altar Penempaan baginya.
Kubentuk ia menjadi bentuk pedang yang kuinginkan.
Bentuk pedang terindah yang ada dalam bayanganku.
Dan kali ini, akan kutuangkan bayangan itu ke dalam dirimu.

Beberapa kali engkau melawan dan melukai tanganku, melalui percikan api dari benturan palu dengan dirimu.
Namun aku tersenyum, karna aku merasa hasilnya akan indah.

Hingga akhirnya, terbentuk sudah dirimu yang baru.
Masih merah menyala, namun lebih indah dari sebelumnya.
Dan kubiarkan dirimu berendam di dalam Air dari Lembah Kebijaksanaan.

Dan akhirnya, aku melihat bayangan itu menjadi nyata di dalam dirimu.
Kuangkat engkau dan kupandang lekat, "Betapa bahagianya aku hari ini!"

Akhirnya, kusambungkan dirimu dengan kerendahan hati dari sebuah gagang pedang yang indah.
Dan kupasangkan engkau dengan sebuah hijab indah yang terbuat dari untaian do'a.
Dan ku ukir dirimu dengan harapan.

Kupasang dirimu selalu di sampingku dan kubawa pergi berkelana kemanapun aku pergi.
Hingga akhirnya, hari itu tiba.
Aku harus menguji dirimu dalam sebuah kejadian.
Dan ternyata, yang bisa engkau lakukan hanyalah melukai diriku.

Engkau seperti pedang bermata terbalik.
Tidak berbahaya bagi yang lain, namun berbahaya bagi yang memilikimu...

Sunday, 10 November 2013

Raga Tanpa Jiwa

Kau bukan siapa-siapa.
Sebuah tubuh tanpa ruh.
Yang masih berada di kefanaan dunia.
Dan kematian yang enggan mendekat.
Membusukkan ragamu dalam perjalanannya.
Dan kau tertinggal di tengah padang pasir.
Padang pasir kehidupan yang melemahkanmu.

Dan waktu yang perlahan memakan habis dayamu.
Kau tergeletak, terjatuh dalam jurang masa lalu.
Rekaman hidup yang telah kau sia-siakan.
Rentang waktu sejak kau kehilangan jiwamu.
Sejak usia 25 hingga kematian menjemput.
Kau hanya raga tanpa jiwa.
Matilah, kau mati untuk selamanya.

Thursday, 31 October 2013

Song of the people that left behind this age

Have you ever feel that...
Your life is a total nonsense.
Your hardwork is nothing better than a sweat.
Your honesty is just a good deed for your God.
And your "Life Plan" is just a thing for your subconscious alter ego.

And your dream about a whole new world...
Where your dream, love and hope comes true...
A place, where you are not alone...
A place that full of happiness and joy...

Then you started to arguing about your memory, your existence...
Your origin, your homeland and
another half of yours and we called that as love...
And of course about this world, kinda illusion...

A study from Physical Molecular said that "Things" that we seen is some amount of micro particles that vibrate in the same frequency...
Then I started to arguing my ears and eyes...
A study from BioChemist said that every single piece of living or not living things in this world are created from so many and various micro particle called an "atom".
And I started to arguing my eyes and skin...

And at last...
A study from Biological Molecular said that our memory is just a chemical codes composed from Sodium and Potassium.
And now I hate my brain.

Anyone??
Is there anyone out there that can patiently teach me the simple meaning of this thing that we called as "Life"?
I'm tired...
I need to rest and a place to let my hopeless soul lay down comfortly...
I need the blue sky that can let my vision resting at its best...
I need a warm and soft place to put down this tired bone to the ground....
And I need a glass of "Prayer" in a form of water to be drinked out...
I need a warm pool of life to let this tired feet down...
My hand?? Just keep it with me, I need this most.

Oh God...
Please let the Night sing a Good Bye song for my soul...
A song that can replenish your soul with the new spirited one...
A song that You play when a baby cry...

Oooh, a pure love...
Oooh, a fake life...
Oooh Allah, I miss You...

Tuesday, 10 September 2013

And another leaf has fall... 
Wind blows up that body and its soul to the sky... 
And the sky crying when that soul arrive... 
Only a good man that will be remembered after they gone...
A true kind-hearted human will be remembered...
Am I like that?
Be prepared...

Thursday, 29 August 2013

three words

Who am I?
A simple sentence that contain three words.
Can you take it down in a second just to answer it?
Or maybe, you are still arguing about who you are itself?

If it then you answer it by "I'm a human."
Is that true?
Slowly, you'll feel something wrong with that answer.
Feels like unconnected answer if you plug it on that question.

So then, what is the correct answer for that damn three words?
To make it simple, I want you to use your eyes and look to my finger, can you see that?
Okay, now, use your eyes wisely and see all around you...

Is there something wrong with that?
I just wandering, where is my place in this reality.
By knowing where you are should be, then I think you'll know who you are.
Around this messy world and unjustice law.

Monday, 29 July 2013

Jika aku kembali kepadamu

Aku mencintaimu...
Aku mencintaimu, bukan untuk kebahagiaan pribadi...
Apalagi untuk dibanggakan...
Tidak, sama sekali bukan karena hal itu....

Perhatikanlah...
Kebahagiaan setiap lelaki selalu hadir atas kebahagiaan yang dapat ia hadirkan di wajah mereka yang ia cintai...
Seperti cinta seorang ayah terhadap anaknya yang baru saja terlahir ke dunia...
Ataupun cinta seorang suami terhadap senyum yang ditampilkan di atas wajah istrinya...

Oleh karena itu,
Jika waktu berjalan dan ternyata aku kembali kepadamu...
Itu karena aku menginginkan seorang ibu yang terbaik bagi anak-anakku nanti...
Bukan karena kecantikan ataupun keanggunan luar yang kau tampakkan...

Jika aku kembali kepadamu...
Cukuplah Allah yang menghalalkan kita...
Beserta restu kedua orangtua kita...
Dan kepada-Nya, kita persembahkan generasi terbaik yang mampu kita didik...
Sebagai bekal amal bagi kita, maupun demi kemajuan ummat...

Dan cukup dengan itu, aku akan menemukan cinta kepadamu di setiap lipatan usia yang perlahan memakan kecantikan dan ketampanan yang ada di tubuh kita...

Aku mencintaimu...

-kresna

#based from real story

Monday, 15 July 2013

About kindness

I lost my words...
No matter how much I try to think about it...
No matter how much I try to arrange those part to become a particular object...
No matter how much I try to explain that was happening to me by using them...
Still, I am losing my words...

Did you know, what is a doomsday mean for a laureate?
It's when they lose their words, then they life has gone and they are being forgotten...

Then I ask to someone who knew his faith much than the other...
I ask him, what is a merit means?
He said "It's nothing."
I repeat "Pardon me sir?"
And then he said "Are you looking for merit or looking for your God permission for you to get in to his heaven? Have you ever read in your Holy Qur'an? Does it merit or your God permission that will let you in to His heaven?"

And then I lying on the ground, look into the sky and then I realize how small I am in this universe...

Friday, 28 June 2013

Milikku? Milik-Ku?

Banyak hal yang terjadi pada tahun ini...

Singkat kata, hanya ingin menyimpulkan suatu keadaan anak manusia.

Pahamilah, bahwa sesungguhnya, kita hidup tidak pernah membawa apa-apa...
Apakah gelar pendidikan...
Atau harta yang berlimpah...
Teman yang banyak...
Amal baik yang kita kerjakan...
Amal buruk yang kita hindari (kadang-kadang)...

Semuanya terjadi atas ridha Allah...
Semuanya terjadi atas kehendak Allah...
Dan kita sebagai manusia, apa daya kita?

Apakah gelar pendidikan itu kita raih karena kerja keras kita? Ataukah karena ridha-Nya?
Apakah harta yang kita dapatkan karena kuat keringat kita? Ataukah karena ridha-Nya?
Apakah teman-teman yang ada di sekitar kita ada karena kemampuan kita? Ataukah karena ridha-Nya?
Apakah amal baik yang kita kerjakan adalah hasil cipta kreasi kita? Ataukah karena ridha-Nya?

Lalu, apa yang sebenarnya manusia miliki??

Wednesday, 22 May 2013

Mimpi, manusia dan jiwa


Aku berjalan di sekitar reruntuhan bangunan kuno yang menjadi tempat persinggahan para pengembara.
Di suatu sudut bangunan itu, tepat di bawah sinar mentari yang melirik masuk menerangi, seorang anak muda duduk terdiam.
Tatapannya kosong, menatap kegelapan yang mengelilinginya.

Sejenak, aku memperhatikan dirinya dari kejauhan.
Ianya bukanlah seseorang yang buruk rupa, garis wajahnya menampakkan bahwa ia bukanlah seseorang yang biasa-biasa saja dan matanya menatap tajam walaupun aku tidak mengetahu apa yang sebenarnya ia lihat di hadapannya yang gelap gulita itu.

Aku pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
Berusaha mencari-mencari, siluet apakah yang ia lihat dibalik kegelapan yang ada di hadapan kami berdua.
"Wah, gelap sekali ya di sekeliling kita ini." Ucapku mengawali pembicaraan.
Namun pemuda tersebut tetap saja menatap ke depan, hampa.

Semakin menjadi-jadi lah rasa penasaranku ini.
Kupicingkan mataku untuk semakin memperkuat daya akomodasi mataku, berharap ada sesuatu yang dapat kulihat dan mungkin saja terlewat.

"Hai anak muda, bolehkah aku bertanya? Aku sedikit tidak mengerti dengan apa yang kulihat ini..." Ucapku untuk menarik perhatiannya.
"Hai orang tua, apakah aku masih hidup?" Ucapnya dengan suara yang lirih...
Aku pun menjawab "Eh, ya! Tentu saja!"

Lalu ia pun membalas "Apa buktinya?"
Aku pun menjawab "Buktinya, engkau dapat melihatku sekarang bukan? Coba letakkan tanganmu di dada sebelah kirimu, jantungmu masih berdetak bukan? Coba kau rasakan dengan tanganmu tempat kita duduk ini, masih dapat kau rasakan kasarnya tempat kita bepijak ini bukan? Kau pun masih dapat mendengarku, melihatku dan juga coba letakkan ujung jarimu di ujung hidungmu, kau masih bernafas! Itu tanda bahwa engkau hidup anak muda.." Jawabku, walaupun aku sedikit tidak yakin dengan jawaban itu.

Suasana pun hening, dan aku melihat bayangan-bayangan halus mendekati tempat sinar mentari menyinari kami.
"Tidak, aku sudah mati, sudah lama sekali aku meninggalkan dunia ini.." Jawabnya dengan suara yang parau..
Aku pun diam sejenak, memperhatikannya dan menunggu kata apa lagi yang akan keluar dari mulutnya.

"Aku hampir menyentuh umur 20 tahun. Namun aku sudah mati lebih dari 5 tahun yang lalu. Kala itu, aku percaya dan mempercayai mimpiku untuk menjadi seorang tabib dan membantu semua orang dengan tanganku. Aku mempercayai itu dan kedua malaikat yang hadir sejak aku tiba di dunia ini pun kala itu mendukung keinginanku. Melihat kemampuanku kala itu, rasanya tidak mungkin aku tidak bisa mewujudkan mimpiku itu."

"Hingga suatu hari, musibah itu tiba. Aku dikalahkan oleh mereka yang teguh memegang mimpinya. Kala itu, mimpiku hancur tak bersisa.. 'Bagaimana mungkin... Apa yang aku persiapkan selama ini menjadi tidak berarti sama sekali...' ucapku kala itu. Hingga akhirnya, aku pun tidak lagi memiliki tujuan hidup dan aku mungkin menginginkan tanah sebagai alasku untuk beristirahat."

"Tiba-tiba saja, kedua malaikat itu menghampiriku dan berkata 'Kami sudah menawarkan dirimu untuk mengembangkan kemampuanmu di tempat itu dan setelah dirimu selesai disana, akan ada pekerjaan besar menantimu dan dengan bayaran yang besar pula'".

"Secercah mimpi tiba-tiba hadir di hadapanku. Bukan mimpi kedua malaikat ku itu, namun mimpi yang jauh lebih tinggi dari yang pernah ku bayangkan. Aku bermimpi untuk menjadi orang-orang terpilih yang memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat... Aku bermimpi untuk menjadi seorang saudagar! Seorang saudagar, yang melalui tangannyalah kelangsungan hidup banyak orang akan ia penuhi dengan perjanjian maupun diluar perjanjian!"

"Namun memang, untuk menjadi saudagar bukanlah sebuah hal yang mudah dan memang sangat besar ujian dan resiko yang akan kuhadapi nantinya."

Aku terdiam dan terus memperhatikannya berbicara..

"Namun, kedua malaikat penjagaku menolak mimpiku. Mereka menginginkan kebaikan untukku, bukan kesengsaraan. Namun mereka tidak setuju dengan mimpiku dan mereka terus memaksaku untuk mengembangkan kemampuanku. Tapi tidak! Bukan kemampuanku yang menjadi fokus mereka! Hanya selembar kertas yang akan menyatakan apakah aku sudah berkembang atau tidak!" Ucapnya dengan suara yang semakin parau dan mata yang berkaca-kaca..

"Dan akhirnya, atas nama ketundukkan dan kepatuhan, aku mengikuti apa kata kedua malaikat penjagaku.. Hari demi hari berlalu, dan aku semakin tidak kerasan berada di tempat itu.. Aku meminta untuk beristirahat sejenak dan ingin melanjutkan mimpiku, namun apa jawaban mereka? Mereka hanya ingin melihat selembar kertas itu daripada kehidupanku! Dan kau tahu, sejak saat itulah aku mati... Tubuhku hidup, ia bernafas namun jiwanya mati..."

Entah apa yang harus kukatakan, namun cerita dari dirinya membuatku tersentak dan bersyukur karena aku dapat memilih jalan hidupku sebagai pengembara.

Disaat sinar mentari mulai meninggalkan kami, kulihat tubuh yang tegap dan gagah itu terbaring lemah dengan wajah tersenyum namun matanya merengut. Tubuhnya mengikuti kemana jiwanya pergi setelah sekian waktu tidak berjumpa...

Oh dunia... Oh mimpi... Oh kehidupan...