Well, here I am...
My eyes are far from letting my body to have a bit of rest.
Just like the TV program that I am watching now say, "Here, the magic biggest secrets finally revealed!" hahaha
Well then, I don't know how do I supposed to face this condition. Eh, wait, I lie, haha. ha.
.
Okay Nico that wasn't funny!
.
Just like that TV program said, there is something in my life that now finally revealed. After almost four years this kind of feelling bothering me. Well not four years, just two years since I graduating from my senior high actually.
As you can see from my previous post in this blog, all things that I write was about "love" and anything similar with that. By reading those post, it is easy to guess that I was in full with love to someone, right? haha. Just like Lea Salonga sang at Disney soundtrack "We Could Be In Love", yeah sure that everyone who's seen us, knows what's going on between us, it doesn't takes the genius to read between the lines *then crying* hahaha
Hell yeah now I do am free!!
All of those thoughts about you that always come round and round again around my mind now has get its answer. You never fell in love with me and it's me that was always thinks that you felt the same way I did to you.
Oh God... All hail for the Holy God!
Now, it's just a mere memory, yet if it have to be re-memorized for some purpose, maybe I will laugh at myself for a second and telling that "sick" story to the others whose are willing to hear that. Well I bet that no one wants to knew kind of that story. Yet just to "purify" my thoughts of you was worth of nearly two years trying since you never replying my message after the last time we met at February 2012 after having a breakfast at Dago Street when you are doing kind of fundraising at Car Free Day on that street.
Thanks for all of the things you did to me. Thank you for teach me some new vocab from your blog post. Well, actually that is me who are "stalking" on your blog, haha.
Just like you said on our last continuous poems, we are just like the sun and the moon after the graduation ceremony from high school, right?
My deepest apology for all my mistakes, and thank you for making me like this right now :)
Wednesday, 25 March 2015
Monday, 16 March 2015
Menasihati
Saling
Menasihati
Pada suatu
hari di negeri para binatang ketika hari menjelang malam, para penduduk negeri
ini sedang bergegas menuju masjid untuk melakukan ibadah Maghrib. Tidak
terkecuali, semua pejantan datang menuju masjid, untuk menunaikan kewajiban
mereka kepada Sang Pencipta.
Di sela-sela
keramaian tersebut, terdapat dua ekor anak kambing anaknya pak Ustadz Mbing,
mereka berdua adalah si Putih dan si Hitam. Keduanya terlihat asik bercanda
satu sama lainnya dalam perjalanan menuju masjid. Di dalam diri mereka terdapat
semangat baru untuk menjadi insan yang lebih baik lagi setelah mendapatkan
nasihat dari ayahnya, Ustadz Mbing.
Sesampainya
ditempat wudhu, mereka memperhatikan sekeliling dan melihat ada seekor sapi
yang sudah cukup tua tampak salah dalam tata urutan berwudhu. Putih melihat itu
dan berkata kepada kakaknya “Kak, kak, lihat pak sapi itu, urutan wudhunya
salah…” kata si Putih berbisik kepada kakaknya. Si Hitam pun menoleh dan
berkata “Wah, iya, benar juga.” Sahut si Hitam mengiyakan perkataan adiknya.
“Kak, kata ayah, kita itu harus bias saling menasihati jika kita melihat
kesalahan di depan mata kita kak. Ayo kita nasihati kakek sapi itu kak” seru si
Putih dengan semangat membara. Beberapa saat si Hitam terdiam, lalu berkata
“Adik, coba kamu lakukan wudhu tapi dengan cara yang salah juga” kata si Hitam.
Si Putih yang bingung, akhirnya menuruti perkataan kakaknya. Yang Putih tahu,
kakaknya memiliki rencana untuk menasihati kakek sapi tersebut.
Lalu, si
Putih pun memulai wudhunya yang salah. Baru urutan pertama, si Hitam langsung
berbicara dengan suara yang cukup keras namun tetap penuh kasih saying “Waduh
Putih, kamu salah urutannya. Yang pertama itu adalah membasuh kedua telapak
tanganmu dulu.” seru si Hitam kepada adiknya. Si Putih pun mengikuti perkataan
kakaknya dan begitu seterusnya hingga akhirnya wudhu mereka selesai.
Ketika wudhu
si Putih selesai, si Putih pun menengok ke tempat si kakek sapi berada dan
kakek sapi itu tersenyum kepada mereka berdua dan mereka pun membalas senyuman
kakek sapi kepada mereka.
Setelah
selesai shalat, si Putih bertanya kepada kakaknya “Kak, mengapa tadi kakak
menyuruh aku melakukan wudhu yang salah?” tanya si Putih dengan rasa penasaran.
Hitam pun berkata kepada adiknya “Adik, ingat pesan ayah? Jika dalam menasihati
pun kita juga harus memikirkan perasaan mereka yang kita nasihati. Kakak hanya
khawatir jika tadi kita langsung menegur kakek sapi, mungkin kakek sapi akan
merasa tersinggung karena dinasihati oleh anak kecil seperti kita.” jelas Hitam
kepada adiknya.
“Oh, begitu
ya kak. Oke kak, maaf ya kalau adik tadi terburu-buru ingin menasihati kakek
sapi, karena adik ingin menjalankan nasihat ayah dengan segera disaat ada
kesempatan” jelas Putih dengan semangat. “Iya adikku, tidak apa-apa. Ayo kita
pulang sekarang, ibu sudah menunggu kita di rumah” ajak Hitam kepada adiknya.
“Oke deeh kak” seru Putih mengikuti kakaknya yang bijak ini.
-Cerita ini berasal dari kisah Hasan dan Husein, anak dari Ali bin Abi Thalib, dimodifikasi seperlunya
Thursday, 2 October 2014
Sport science
Berbicara tentang sport science adalah berbicara tentang
keterlibatan sains dalam dunia olahraga. Dan berbicara tentang dunia olahraga,
juga menyinggung sedikit tentang prestasi olahraga negeri ini.
Tulisan ini hanyalah rangkuman dan ulasan isi dari
pembicaraan saya dengan salah seorang teman saya yang menimba ilmu futsal di
Nike ketika ia dulu menjadi duta Nike setelah ia juara lomba juggling dan olah
bola yang diadakan oleh Nike.
Sebagai seorang laki-laki, ketika dihadapkan pada sebuah
pertanyaan, olahraga apa sih yang terlihat macho banget saat ini? Di Indonesia
kebanyakan akan menjawab sepak bola (menurut saya). Namun ketika ditanyakan,
apakah anda bisa bermain bola? Kebanyakan akan jawab “bisa” namun dengan skill
dan kemampuan pas-pasan bahkan mungkin di bawah standar… sedih, iya.
Dalam olahraga yang menuntut gerakan aktif seluruh anggota
tubuh, sepakbola dan juga futsal menuntut berbagai macam aspek dan persyaratan
kepada tubuh kita agar kita dapat memainkan permainan ini dengan baik dan
“hebat”.
Dari ribuan bahkan jutaan pemain bola yang pernah ada,
pernahkah berfikir, berapa persenkah dari jutaan itu yang mampu tenar dan
menjadi fenomena di dunia sepakbola? Untuk di zaman saat ini, mari kita sebut
dua megastar sepakbola kita, yaitu Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Berikut adalah spesifikasi data diri keduanya :
Terlepas dari perbedaan tingginya yang mencolok, secara
kasat mata dapat kita lihat bahwa perbedaan mendasar antara Messi dengan
Ronaldo adalah ada pada kepadatan massa otot pada tubuh mereka. Namun pernahkah
kalian melihat bagaimana aksi mereka di lapangan hijau? Secara teknis, dengan
tubuh mungil dan tidak penuh dengan otot sebagaimana Ronaldo, Messi seharusnya
menjadi pemain yang sangat mudah dijatuhkan dengan dorongan. Namun
kenyataannya? Butuh sebuah tekel untuk bisa menghentikan dia. Sedangkan
Ronaldo, sudah jelas bahwa dia juga merupakan pemain yang sulit untuk
dijatuhkan kecuali dengan tekel.
Apa perbedaan nya?
Dalam urusan body balance, letak pusat kekuatan mereka
berdua berada di daerah yang berbeda. Lionel Messi, dengan tubuh kecilnya
memiliki pusat kekuatan yang besar di area pinggulnya, menyebabkan ia sulit
dijatuhkan ketika ia sedang membungkuk (perhatikan video-video tentang Messi
yang sedang mempertahankan bola dari musuhnya) namun lebih mudah menjatuhkannya
ketika ia sedang berdiri tegak dan berhadapan one on one. Ronaldo, dengan tubuh
yang lebih kekar di bagian atasnya memiliki pusat kekuatan di area pundak dan
punggung atas, menyebabkan dirinya mampu berduel bola dan mempertahankan
dirinya dari lawan yang menabrakkan diri.
Letak pusat kekuatan ini sebenarnya alami pada setiap
manusia. Namun jika kita sudah menyadarinya, kita bisa lebih menguasai salah
satunya atau bahkan menguasai kedua-duanya.
Tapi ingat, tidak semua pemain bola berbadan kecil memiliki
pusat kekuatannya di bagian pinggul ke bawah. Sebut saja Sergio Aguero. Ia
adalah salah satu pemain bertubuh kecil yang mempunyai pusat kekuatan di tubuh
bagian atas.
Apa keuntungannya memiliki pusat kekuatan tubuh baik di
bagian atas maupun bawah? Bagi mereka yang memiliki pusat kekuatan tubuh di
bagian atas, hal ini membuat mereka mampu berduel one on one dengan defender
yang menghadang. Kekuatan tubuh di atas membuat mereka lebih stabil ketika
berduel dan bagi defender, akan sangat berguna ketika melakukan penjagaan one
on one secara ketat hanya dengan menegakkan tubuhnya ketika melakukan
penjagaan. Sedangkan bagi mereka yang memiliki kekuatan tubuh di pinggul ke
bawah, hal ini membuat mereka lebih “agile” (lincah) dalam membawa bola. Sebut
saja Neymar dan juga Messi.
Bagaimana cara melatihnya?
Untuk melatih tubuh bagian bawah, caranya sederhana walau
mungkin terlihat bodoh. Berlatihlah jaga keseimbangan di atas tali atau bahasa
kerennya, meniti tali. Atau, berdirilah di atas sebuah bola tenis dengan dua
kaki di atasnya. Aneh, tapi ampuh.
Untuk melatih tubuh bagian atas, caranya lebih sederhana
lagi, yaitu dengan ikut kegiatan latihan bela diri. Walaupun beberapa jenis
bela diri juga ada yang langsung melatih keduanya, baik atas maupun bawah.
Setelah kalian mengenali kemampuan utama kalian dimana, maka
kalian dapat dengan mudah menentukan hal apa saja yang dapat kalian lakukan
ketika bermain sepak bola dan futsal.
Sebagai contoh, saya sendiri. Saya baru menyadari kemampuan
saya setelah diceramahi oleh teman saya yang satu itu. Pada awalnya, dia
mengatakan bahwa dengan tubuh yang besar dan tinggi 183cm, saya lebih cocok
bermain di tengah dalam posisi seperti Yaya Toure. Namun di satu sisi, daya
serang saya juga (menurut dia) membuat saya secara tidak langsung kurang cocok
di posisi itu, mengingat tingkat akurasi dari tendangan dan juga kecepatan saya
mumpuni untuk ditaruh di posisi side midfielder. Hingga akhirnya, saya jika
sedang bermain satu tim dengannya akan diplot di posisi kiri atau kanan (karena
dia sudah alami bermain sebagai bek tengah sendirian di futsal). Namun masalah
baru muncul. Secara teknis, banyak pengisi pos SMF ini memang memiliki
kecepatan dan tubuh yang kuat, namun ada satu hal yang terbentur dengan
kemampuan saya, yaitu pusat keseimbangan tubuh saya hanya ada di atas,
sedangkan bagian bawahnya sangat lemah. Apa efek sampingnya? Hal ini
menyebabkan saya tidak dapat melewati lawan dengan melakukan gerak tipuan dan
sebagainya, dikarenakan gerakan saya sudah terbaca bahkan sebelum gerakan itu
dilakukan. Namun jika dihadapkan dengan adu lari dalam merebut bola,
kemungkinan saya berhasil lebih besar. Dan ketika akhirnya diamati lagi setelah
dilakukan tes oleh dia, akhirnya didapati bahwa gaya tubuh saya serupa seperti
gaya tubuh Xabi Alonso. Gaya tubuh Alonso lebih kuat di bagian atas dengan
akurasi umpan yang brilian. Sedangkan saya yang sekarang tingkat akurasi
tendangan lebih baik daripada umpan. Dengan kondisi tubuh seperti ini, mau
tidak mau, suka tidak suka, posisi alami saya memang ada di tengah, entah itu
sebagai bek tengah, centre midfielder atau sebagai defensive midfielder. Dan
tugas utama saya saat ini adalah untuk lebih meningkatkan akurasi umpan saya.
Wednesday, 10 September 2014
Generasi muda bicara kemerdekaan Indonesia ke-69
Yak saya Nico
(dan saya Kresna)
Kami dari…
(jayus lu nic, hahahaha)
Aih sia, iye iyee -______- Eh boi, gue bentar lagi ulang
tahun looh :p
(paan deh, orang kita ulang tahun barengan. Masih lamaaa
kelees -.-)
Hahaha, iya iya. Yowis, kita bahas yang abis ulang tahun aja
ye. Udah hampir lewat sebulan sih, tapi gapapa deh ya
(siapa???)
Yaelah, Indonesia kelees -.-
(Hooo, hehehe. Iya iya. Biar gue tebak ya, ultah ke-69 kan?)
Yap! Bener banget! Kalo ngeliat usia Indonesia, kayaknya
udah jompo banget ya kalo pake takaran waktu manusia, hehe
(Iya juga sih -.-‘ Oke, kalo secara usia, seharusnya
Indonesia tuh udah bisa ninggalin warisan yang baik-baik untuk generasi
penerusnya, tapi kok kenapa masih begini aja ya?? ._.)
Begini gimane boi?
(Ya gitu, pendidikannya masih acak adul, pembangunan tidak
merata, slogan “Indonesia adalah Jawa” juga mulai ramai lagi terdengar. Belom
lagi kasus chauvinism local di Bali yang malah ngerusak kerukunan umat
beragama, karakter masyarakatnya mayoritas kayak sampah, moral anak-anak
mudanya juga makin turun dengan banyaknya kasus pelecehan seksual sampai
pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan teman sebayanya, pembangunan
jalur Pantura yang dilakukan tiap tahun itu juga apa ga diperiksa KPK? Gue
yakin ada yang korupsi disana. Elite partai yang korup, agama dijadikan senjata
politik pula, haduuuh… malu beneran deh gue jadi warga Indonesa ini -.- mending
gue jadi warga Brunei aja deh abis lulus kuliah nih.)
Hahahaha, udeh curhatnye?
(udeh -.-)
Ya emang gitu lah negeri kito orang nih, hahaha. Secara
keseluruhan banyak kerusakan yang justru datang dari mereka yang asli lahir di
tanah ini. Ya begitulah manusia.
(betah ga sih lo tinggal di Indonesia?)
Well, gue yakin juga lo sendiri udah tau jawabannya :)
(Iya paham… sesegera mungkin mau ke Brunei kan? Tapi
gregetan ga sih sama kondisinya yang ga keliatan ada kemajuan sama sekali?
Ibarat perkembangan manusia, Indonesia tuh kayak kakek-kakek yang usia mentalnya
masih 6 tahun! Hiiih *kesel sendiri)
Soo?? Kalau udah kayak gini, dikau mau apa?
(suliiit‼ kalo kita masih aja hanya jadi warga negara biasa,
ya kita ga bakal bisa ngerubah negara ini… Kerusakan moral dan mental sudah
berlangsung lama secara terstruktur, dimulai dari media massa tentu saja…`Gue Cuma
gabisa membayangkan apa yang akan terjadi sama negara ini 20-30 tahun ke depan.
Lihat saja anak-anak SD sekarang! MAYORITAS nya udah lumayan bisa ketebak kalo
engga jadi pengemis kerjaan, ya cuma bakal nambahin jumlah pengangguran di
negara ini! Sisanya palingan jadi sampah masyarakat.)
Wih ekstrim sekali pernyataan terakhir mu anak muda, hahaha
(Apa? Polanya memang seperti itu kan? Oke, anggap aja gue
emang mendahului takdir dengan sok tahu ini itu. Tapi pola di masyarakat sudah
terlihat kan? Okelah ambil positifnya, 0.1% dari anak-anak SD sekarang-anak
putra akan menjadi pengusaha. Kalau memang itu jalan yang mereka ambil, that’s
good. Tapi kalau sisanya tetap tersesat? Berleha-leha terlena kesenangan
duniawi yang semu dengan merokok dan menghabiskan waktu dengan kegiatan yang
tidak bermanfaat, ya selamat ya buat presiden Indonesia 20-30 tahun ke depan,
perjuangan anda akan jauh lebih berat jika dalam selang waktu itu tidak ada
presiden yang berani melakukan gebrakan kebijakan yang berani dan baik untuk
rakyatnya. Gue ga peduli latar belakang agama, suku, ras dan lain sebagainya
dari pemimpin yang berani kayak gitu nanti. Mau Kristen kek, mau Hindu atau
Budha kek, asal emang bisa membawa negara ini menjadi suatu negara yang layak
untuk ditempati, gue dukung. )
Wiih, sadaap! Pernyataan terbuka nih ya :p
(sabodo teuing lah! Kumaha aing weh! :p)
Udeh lega? Hahaha.
(lumayan lah :p)
Tapi nih ya, kenapa kita ga nyoba mulai ngerubah dari diri
kita sendiri?
(Ya sok atuh mun bade ngarubah ieu negeri ti diri urang wungkul,
sok, abdi mah teu mikirin. Da emangna mun geus bisa ngarubah diri sendiri, ieu
negeri bisa “sembuh” kitu? Henteu kan? )
Lah naha jadi tipi Sunda kieu, hahaha
(Teuing ah, hahaha)
Iya, emang ga ngubah langsung sih. Tapi kan setidaknya bisa
ngasih pelajaran kepada orang lain juga :)
(Pelajaran? Pelajaran apa? Emangnya berapa banyak manusia
yang bisa lo pengaruhi dengan tindakan lo? Pada akhirnya, itu semua cuma berguna
buat diri lo sendiri! Prestasi lo itu, dan semuanya yang pada awalnya lo niatin
untuk mempengaruhi orang lain, ya hanya berapa orang sih? Prestasi lo itu hanya
menjadi informasi saja, bukan aksi nyata yang akan langsung menyentuh mereka.)
Ah sial, gue skak mat -______-“
(cuma ada beberapa profesi di dunia ini yang bisa mengubah dunia
ini. Pertama, lo jadi penguasa, lebih khususnya jadi presiden. Lo buat deh tuh
kebijakan-kebijakan yang benar-benar bijak buat negeri tempat lo berkuasa,
selesai lah masalah Indonesia ini. Kedua, lo jadi pengusaha. Dengan lo jadi
pengusaha, lo bisa menguasai media massa dan memberikan stimulus positif bagi
masyarakat, atau juga melakukan bakti sosial atau pengembangan daerah
tertinggal. Namun tetap, menjadi pengusaha tanpa ada kenalan orang yang “berkuasa”
tidak akan terlalu berjalan lancar. Ketiga, guru. Mungkin saya terlalu naïf,
tapi menjadi guru juga bisa merubah generasi bangsa ini walaupun luas cakupan
pengaruhnya sangat sangat kecil dibandingkan dengan pengaruh dari dua profesi
sebelumnya. )
Yap, I couldn’t agree more with you. :D
(eh, gue cao dulu ya, gue mau ngasih remedial nih ke
anak-anak)
Lah tapi pan nanti kuliah bioteknologi lu jam 3
(iya, gue juga bingung, tapi cabs dulu deh ya pertemuan
pertama ini)
Leeeh, yowis deh. Kalo ada topik hangat lagi, kita obrolin
lagi yak
(Siap, sori yak kalo kesannya rada marah, karna emang gue
marah juga sih)
Woles keles
Wednesday, 3 September 2014
Tuhan, aku mengalah
Tuhan
Aku sudah
berdoa kepada-Mu agar segera mengambil kesempatan yang telah Kau berikan ini…
Karena, yang
kutahu selama ini bahwa aku hanyalah seorang pendosa…
Aku masih
merindukan-Mu, sehingga aku pikir, jika aku bertemu dengan-Mu lebih cepat, akan
lebih mudah bagiku untuk mempertanggungjawabkan dosa-dosaku
Tuhan…
Aku sudah
bersujud kepada-Mu agar Engkau menyegerakan kedatangan malakul maut kepadaku…
Aku lelah
Tuhan… aku lelah untuk melakukan dosa disaat kebaikanku tidak pernah dianggap
oleh manusia…
Aku mulai
lelah dengan keyakinanku bahwa semua kebaikanku biarlah Engkau yang
mengetahuinya…
Karena di kehidupan ini, aku hidup bersama manusia, bukan bersama-Mu
Ampuni aku
Tuhan… aku hanya manusia biasa yang tidak akan pernah pantas untuk bertemu
dengan-Mu…
Tuhan,
Engkau dimana?
Mengapa
do’aku belum juga Engkau kabulkan?
Aku tidak
meminta kekayaan lagi Tuhan…
Aku tidak
meminta jabatan pula…
Dan aku
sudah lelah dengan meminta pendamping bagiku…
Aku hanya
meminta agar Engkau menyegerakan kematianku, itu saja Tuhan.
Karena dua
malaikat penjaga yang Engkau berikan ternyata tidak sepenuhnya mengerti akan
diriku…
Aku
merindukan-Mu Tuhan, karena yang kuyakini, hanya Engkau yang lebih memahami
diriku daripada orang lain di dunia ini…
Tuhan…
Aku sudah
bersujud dan meneteskan air mataku demi do’aku ini…
Bawalah aku
ke sisi-Mu segera…
Aku
membutuhkan-Mu untuk menenangkanku, aku tidak butuh manusia yang fana.
Bebaskan aku
dari tubuh duniawi ini Tuhan…
Tuhan, aku
mengalah kepadamu…
Dua tahun
sudah aku habiskan hidupku dengan do’a itu, bahkan di dalam Rumah-Mu pun sudah
kusebut do’a itu, dan Engkau masih belum mengabulkannya setahun setelahnya…
Jika memang
aku ditakdirkan untuk sesuatu hal, tunjukkan lah segera agar aku dapat
menuntaskan amanah-Mu…
Dan setelah
tugas itu selesai, segeralah ambil jiwa ini segera dalam keadaan baik-baik Tuhan…
Jangan
sampai Engkau menjadikanku orang yang tersesat dan Engkau laknat…
Ataukah
mungkin, itu adalah takdirku?
Yaa Allah
Yaa Rahman Yaa Rahiim…
Segera ambil
jiwaku sebelum aku menjadi manusia yang dilaknati oleh-Mu.
Karena aku tidak mengetahui bagaiman akhir kisah dari kehidupanku yang Engkau tetapkan di Lauh Mahfuzh.
Karena aku tidak mengetahui bagaiman akhir kisah dari kehidupanku yang Engkau tetapkan di Lauh Mahfuzh.
Thursday, 21 August 2014
Palestina dan Papua (Nuu War)
Gaza…
Engkau adalah sebuah nama kota kecil di atas Bumi Allah…
Sebuah nama yang entah bagaimana selalu dirundung suka dan duka…
Sejak zaman para Rasul masih ada menjadi berkah, engkau
telah melegenda…
Kota ini tidaklah luas…
Namun janji Tuhan adalah kebenaran, inilah kota yang
diberkati oleh-Nya…
Subur tanah serta indah suasananya tidak menunjukkan bahwa
ini adalah negeri yang dikelilingi padang pasir…
Laut di dekatmu adalah surga, begitu pula dengan tanah yang
di atasnya namamu dikenal…
Surga bagi para pejuang yang menjaga dan mempertahankannya…
Subur oleh darah para syuhada yang engkau jaga baik-baik
jasadnya hingga janji terbesar-Nya tiba…
Gaza…
Inilah aku, seorang muslim dari negara kepulauan bernama
Indonesia…
Sebagai seorang muslim, aku bangga melihatmu…
Engkau kini dijaga oleh manusia terbaik pilihan-Nya…
Ya, hanya mereka yang dapat mengingat semua sabda-Nya yang
menjadi penjagamu…
Hanya mereka yang dapat menjaga romantisme cinta ilahiahnya
dikala banyak manusia masih terlelap menjadi pengawal setiamu…
Bagi mereka, keamanan dirimu adalah harga diri yang harus
diperjuangkan…
Namun aku juga malu dengan statusku sebagai seorang muslim
di negeri ini…
Tahukah kamu, bahwa muslim disini lebih mengingat dirimu
daripada kondisi tanah Nuu War di negeri kepulauan ini…
Tahukah kamu apa itu Nuu War? Mungkin jika aku katakan
“Papua”, mungkin kamu tahu, dan aku harap kamu pernah mendengarnya…
Aku paham bahwa engkau adalah tanah yang dijanjikan, tanah
yang diberkahi dengan para nabi yang lahir di atasnya dan Baitul Maqdis yang
menjadi kiblat pertama umat Islam…
Namun di tanah Nuu War, tanah yang pernah tersentuh oleh
cahaya Islam ini juga sedang membutuhkan perhatian umat Islam negerinya
sendiri…
Tanah ini telah lama termakan oleh kebodohan dari misionaris
dan merusak tatanan kehidupan disana…
Setidaknya, itulah yang aku ketahui dari seorang pendakwah
di bumi Nuu War…
Gaza…
Ingin sekali aku curahkan seluruh daya upayaku untuk ikut
menjagamu, walaupun aku jauh lebih buruk daripada prajurit setiamu…
Namun aku juga ingin sekali mengingatkan umat Islam di
negeriku sendiri untuk membuka mata bahwa ada juga saudara-saudara baru mereka
di tanah Nuu War sana…
Ingin sekali aku mengajak umat Islam di negeriku untuk merangkul
kalian berdua, layaknya saudara kandung yang telah lama berpisah…
Gaza…
Ingin sekali aku tertidur selamanya di dalam pelukan hangat
tanah para syuhada…
Karena sampai saat ini, hanya bunga tidur itu yang masih
terus teringat di dalam ingatanku…
Semoga itu adalah sebuah pertanda dari Tuhan, agar aku ikut menjagamu…
Kau adalah tanah yang akan terus bergejolak…
Pesonamu telah ditetapkan untuk selalu menjadi harta
berharga untuk dipertahankan dan diperebutkan…
Entah itu atas dasar agama, negara atau bahkan sebagai
lambang supremasi atas kedigdayaan suatu kaum…
Katakanlah kepada mereka yang berbuat dzhalim di atasmu,
bahwa dirimu adalah kepunyaan Dia Yang Maha Tunggal…
Rinduku akan terbawa oleh angin menuju setiap tetes darah
yang telah ditumpahkan di atasmu…
Semoga lindungan Tuhan selalu menyertai setiap langkah para
mujahid disana…
Dari aku, saudara mu di tanah yang berbeda…
-Muhammad Nicova Kresnada
Saturday, 19 July 2014
Bingung
Bingung...
Yap, bingung...
Aku bingung untuk merangkai kata sebagaimana biasanya aku lakukan...
Merangkai makna untuk menjadikannya indah dibaca...
Namun inilah aku, hanya dapat bingung dan duduk termangu...
Bingung...
Mengapa engkau datang di saat seperti ini?
Disaat tangan ini rindu untuk mulai menari bersama pena...
Dikala kertas sudah tak sabar untuk bersentuhan dengan pena yang ia kasihi...
Bingung...
Aku masih bingung disini...
Duduk di halaman depan rumah menatap cakrawala pagi...
Bahkan tanaman di sekitarku pun membisu melihat kebingunganku...
Dan burung dara di kandang menari-nari merayakan kebingunganku...
Bingung...
Disaat aku mencoba merangkai kata, justru teriakan "Maling!" di pagi hari yang kudapat...
Ya, beberapa menit yang lalu ada kasus pencurian motor di sekitar rumah...
Walaupun pagi ini sangat ramai diluar, sang maling pun melenggang bebas dengan harta haram di tangannya...
Bingung...
Aku masih bingung...
Mau apa lagi sekarang?
Hari ini aku tidak ada kegiatan, dan itu semakin membuatku bingung...
Yap, bingung...
Aku bingung untuk merangkai kata sebagaimana biasanya aku lakukan...
Merangkai makna untuk menjadikannya indah dibaca...
Namun inilah aku, hanya dapat bingung dan duduk termangu...
Bingung...
Mengapa engkau datang di saat seperti ini?
Disaat tangan ini rindu untuk mulai menari bersama pena...
Dikala kertas sudah tak sabar untuk bersentuhan dengan pena yang ia kasihi...
Bingung...
Aku masih bingung disini...
Duduk di halaman depan rumah menatap cakrawala pagi...
Bahkan tanaman di sekitarku pun membisu melihat kebingunganku...
Dan burung dara di kandang menari-nari merayakan kebingunganku...
Bingung...
Disaat aku mencoba merangkai kata, justru teriakan "Maling!" di pagi hari yang kudapat...
Ya, beberapa menit yang lalu ada kasus pencurian motor di sekitar rumah...
Walaupun pagi ini sangat ramai diluar, sang maling pun melenggang bebas dengan harta haram di tangannya...
Bingung...
Aku masih bingung...
Mau apa lagi sekarang?
Hari ini aku tidak ada kegiatan, dan itu semakin membuatku bingung...
Subscribe to:
Posts (Atom)