www.youtube.com/watch?v=5FlQSQuv_mg
I’m at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone, baby it’s all wrong
Where are the plans we made for two?
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Yeah, I, I know it’s hard to remember,
The people we used to be…
It’s even harder to picture,
That you’re not here next to me.
You say it’s too late to make it,
But is it too late to try?
And in our time that you wasted
All of our bridges burned down
I’ve wasted my nights,
You turned out the lights
Now I’m paralyzed,
Still stuck in that time,
When we called it love,
But even the sun sets in paradise
I’m at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone, baby it’s all wrong
Where are the plans we made for two?
If happy ever after did exist,
I would still be holding you like this
All those fairy tales are full of shit
One more fucking love song, I’ll be sick.
Oh, you turned your back on tomorrow
‘Cause you forgot yesterday.
I gave you my love to borrow,
But you just gave it away.
You can’t expect me to be fine,
I don’t expect you to care
I know I’ve said it before,
But all of our bridges burned down
I’ve wasted my nights,
You turned out the lights
Now I’m paralyzed,
Still stuck in that time,
When we called it love,
But even the sun sets in paradise
I’m at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone, baby it’s all wrong
Where are the plans we made for two?
If happy ever after did exist,
I would still be holding you like this
All those fairy tales are full of shit
One more fucking love song, I’ll be sick.
Now I’m at a payphone
Man, fuck that shit
I’ll be out spending all this money
While you’re sitting round wondering
Why it wasn’t you who came up from nothing,
Made it from the bottom
Now when you see me I’m stunning,
And all of my cars start with a push of a button
Telling me the chances I blew up
Or whatever you call it,
Switch the number to my phone
So you never could call it,
Don’t need my name on my show,
You can tell it I’m ballin.
Swish, what a shame could have got picked
Had a really good game but you missed your last shot
So you talk about who you see at the top
Or what you could have saw but sad to say it’s over for.
Phantom pulled up valet open doors
Wiz like go away, got what you was looking for
Now it’s me who they want, so you can go and take
That little piece of shit with you.
I’m at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone, baby it’s all wrong
Where are the plans we made for two?
If happy ever after did exist,
I would still be holding you like this
All those fairy tales are full of shit
One more fucking love song, I’ll be sick.
Now I’m at a payphone…
Monday, 11 June 2012
Thursday, 7 June 2012
Korelasi gaya belanja dengan sifat individu
Yow, sekarang udah bulan Juni nih dan gue juga sudah memulai lembaran kehidupan gue yang baru :D
(Apakah itu??) Tinggal di asrama.
Yah, seru dana asik juga ternyata ^^
Tapi postingan kali ini sebenarnya hanya ingin membahas korelasi antara kelakuan saat belanja dengan sifat mendasar dari dalam diri manusia.
Well, kedengerannya ga penting, tapi ini berdasarkan pengalaman gue sih..
Jadi, beberapa hari yang lalu, gue disuruh sama ibu untuk membeli sebuah celana bahan untuk diri gue sendiri dan gue juga disuruh oleh ibu untuk mencari yang harga maksimalnya 150ribu.
Okelah, pulang kuliah gue langsung cau ke Arion.
Ketika masuk ke departemen storenya, gue nanya kan "Mbak, yang bagian celana bahan ada dimana ya?" | "Oh, di lantai atas mas." | "Oke, makasih ya mbak".
Dan gue akhirnya langsung naik ke lantai atas.
Sesampainya elevator berhenti disana, gue langsung melemparkan pandangan gue ke seluruh penjuru ruangan itu. Cukup lama gue melempar pandangan gue dan entah kenapa, mata gue langsung tertuju ke satu celana yang sedang bertumpuk.
Gue hampiri rak itu dan melihatnya. Gue sama sekali belum melihat harga dan gue langsung aja nanya ke mbak-mbak yang ada di dekat situ "Mbak, ini ada yang ukuran 33-34?". Mbak-mbak itupun langsung mencarinya sambil memberitahukan harga celana tersebut. Dan tahukah anda? Harganya pas 150ribu!
Oke, gue fitting celana tersebut dan akhirnya setelah menemukan ukuran yang pas, gue langsung pergi membayar tanpa ada niat untuk melihat-lihat lagi ke celana yang lain.
Lalu apa hubunganyaaa??? -___-
Well, sepanjang sejarah perjalanan hati gue *aseeek*. Gue memang agak sulit untuk bisa jatuh cinta (dihubungkan dengan cukup lamanya gue melempar pandangan gue di cerita di atas.). Waktu yang paling cepat bagi gue untuk bisa menyukai seseorang itu kalau ga salah 3 bulan dan yang paling lama itu sampai 1 tahun -.- . Dan itu pun gue coba cari tau kondisi dan sikap orang tersebut selama itu. Dan selama beberapa kali gue menyukai seorang wanita, alhamdulillah kelakuan mereka ga ada yang sampai aneh-aneh.
Dan jujur saja, untuk yang dua kali pacaran itu, kepada keduanya gue selalu pernah mencoba mengajak mereka untuk bertemu dengan kedua orangtua saya. Tujuannya apa? Ya, minimal bisa direstui atau apalah. Tapi kedua-duanya dulu itu tidak pernah terwujud.
Dan saat ini, (ga saat ini juga sih, sebenarnya dari waktu SMA kelas 3.) gue juga sedang dalam kondisi menyukai seorang wanita.. Gue yakin dia adalah wanita yang baik-baik.. Dan sebelum snampaten dulu pun gue pernah ngirim sms ke dia untuk menanyakan kira-kira siap nikah kapan? -____- (Pertanyaan yang konyol untuk ukuran anak yang baru lulus SMA...)
Yap, dan itu dihubungkan dengan masalah di atas adalah, bahwa satu hal yang harus dipahami. Cinta itu butuh saling memiliki. Munafik jika dikatakan "Cinta tidak harus memiliki" terutama cinta yang terjadi di antara dua insan lelaki dan wanita. Secara alami, cinta itu membutuhkan sentuhan. Ga percaya? Coba aja pasangan yang baru menikah disuruh pisah selama satu tahun. Pasti salah satunya akan menghampiri dengan sendirinya kepada pasangannya. Karena cinta itu kerinduan..
Dan agar halal, makanya kita harus bayar (untuk celana tadi) atau nikah (untuk kasus manusia).
Dan kesimpulannya adalah, gue tipe orang yang tidak mudah jatuh cinta dan sekalinya jatuh cinta, gue butuh untuk langsung diikat dalam ikatan yang halal dan suci..
Yah, mungkin itu..
Sekian
Wednesday, 30 May 2012
Hilang
Aku yang terbangun setelah bumi melelapkanku
Entah telah berapa lama sudah aku tepejam dibuai bunga malam
Dan kini kumulai sebuah langkah panjang dalam nafas yang baru
Kuperhatikan sekelilingku dan kupahami bahwa ada hal yang harus kuketahui
Hingga hari berganti hari dan tahun berganti tahun
Aku merasakan ada dua jiwa dalam satu tubuh
Dengan resesif di salah satunya, aku terselamatkan dari kobaran api hitam
Lalu aku berjalan menuju sebuah peradaban yang terkenal akan kemajuannya
Perlahan kujejakkan kaki disana dan aku mendapatkan api suci
Aku tidak tahu apa-apa, namun api suci ini terus menerus membumihanguskan cinta dan kasih sayang
Hingga kuketahui bahwa ada satu manusia lain yang mendapatkan api suci ini
Api yang diambil dari lilin suci Babilon
Api yang diambil dari kuil suci Amun-Ra
Api keabadian...
Dengan api ini, aku bisa saja memasuki seluruh pelosok bumi
Namun ada beberapa hal yang tidak dapat kupahami tentang api ini
Perlahan namun pasti, ia membakar inangnya...
Lalu aku menoleh ke samping, melihat wajah bidadari penerima api ini tersenyum
Tidak ada gurat kesedihan tergambarkan di pipi merahnya yang merona
Atau mungkin garis di matanya yang sebening intan permata
Atau mungkin lekukan di sekitar bibirnya yang merah seperti delima
Tidak ada...
Aku memperhatikannya lama dan ia tersenyum padaku
Aku takut walaupun ketentraman menyelimuti daging yang membungkus ruh ku ini
Namun tetap saja aku berlari menjauh menuju sebatang pohon kurma Baisan...
Aku tertidur di bawah pohon tersebut dan kulihat bunga mimpiku...
Kini semuanya dapat kukaitkan walau samar kulihat ada kejanggalan
Aku teringat di alam kehidupanku 3.000 tahun yang lalu
Aku pun mendapatkan api yang sama kala itu bersama seorang bidadari pula di sampingku
Ya, perlahan namun pasti, akhirnya api ini membimbing kami menuju sebuah kuil para penyembah berhala...
Kami menyaksikan penyiksaan di dalamnya, dan kami memutuskan untuk berpisah setelah akhirnya api itu padam...
Ya, kala itu kami mendapatkan api yang hanya berumur 1.000 tahun lamanya...
Namun, api itu ternyata meninggalkan api lainnya di tempat yang berbeda, di salah satu bagian tubuhku...
Api yang penuh dengan keagungan
Api yang mendasari penciptaan
Api yang menyatukan tanah liat dengan bagian tubuhnya
Api yang menjadikannya abu
Dialah api cinta yang selama ini tersimpan erat di dalam kuil Para Kekasih
Namun kini, jarak menjauhkan kami, para pecinta yang pernah beribadah dalam kuil Para Kekasih
Diamnya kami layaknya mayat yang tak lagi berkuasa atas dirinya
Dan api cinta itu pun perlahan mulai redup...
Sangat disayangkan, ketika akhirnya rasa sakit ini menyadarkanku akan kehadiranmu selama ini
Tidak ada yang dapat menggantikannya dalam ruang hampa di sudut bumi, melainkan perasaan untuk dekat dengan kematian...
Dan dalam hembusan terakhir nafasku kali ini, aku sandingkan kedua wajah bidadari tersebut...
Dan salah satunya hilang...
Entah telah berapa lama sudah aku tepejam dibuai bunga malam
Dan kini kumulai sebuah langkah panjang dalam nafas yang baru
Kuperhatikan sekelilingku dan kupahami bahwa ada hal yang harus kuketahui
Hingga hari berganti hari dan tahun berganti tahun
Aku merasakan ada dua jiwa dalam satu tubuh
Dengan resesif di salah satunya, aku terselamatkan dari kobaran api hitam
Lalu aku berjalan menuju sebuah peradaban yang terkenal akan kemajuannya
Perlahan kujejakkan kaki disana dan aku mendapatkan api suci
Aku tidak tahu apa-apa, namun api suci ini terus menerus membumihanguskan cinta dan kasih sayang
Hingga kuketahui bahwa ada satu manusia lain yang mendapatkan api suci ini
Api yang diambil dari lilin suci Babilon
Api yang diambil dari kuil suci Amun-Ra
Api keabadian...
Dengan api ini, aku bisa saja memasuki seluruh pelosok bumi
Namun ada beberapa hal yang tidak dapat kupahami tentang api ini
Perlahan namun pasti, ia membakar inangnya...
Lalu aku menoleh ke samping, melihat wajah bidadari penerima api ini tersenyum
Tidak ada gurat kesedihan tergambarkan di pipi merahnya yang merona
Atau mungkin garis di matanya yang sebening intan permata
Atau mungkin lekukan di sekitar bibirnya yang merah seperti delima
Tidak ada...
Aku memperhatikannya lama dan ia tersenyum padaku
Aku takut walaupun ketentraman menyelimuti daging yang membungkus ruh ku ini
Namun tetap saja aku berlari menjauh menuju sebatang pohon kurma Baisan...
Aku tertidur di bawah pohon tersebut dan kulihat bunga mimpiku...
Kini semuanya dapat kukaitkan walau samar kulihat ada kejanggalan
Aku teringat di alam kehidupanku 3.000 tahun yang lalu
Aku pun mendapatkan api yang sama kala itu bersama seorang bidadari pula di sampingku
Ya, perlahan namun pasti, akhirnya api ini membimbing kami menuju sebuah kuil para penyembah berhala...
Kami menyaksikan penyiksaan di dalamnya, dan kami memutuskan untuk berpisah setelah akhirnya api itu padam...
Ya, kala itu kami mendapatkan api yang hanya berumur 1.000 tahun lamanya...
Namun, api itu ternyata meninggalkan api lainnya di tempat yang berbeda, di salah satu bagian tubuhku...
Api yang penuh dengan keagungan
Api yang mendasari penciptaan
Api yang menyatukan tanah liat dengan bagian tubuhnya
Api yang menjadikannya abu
Dialah api cinta yang selama ini tersimpan erat di dalam kuil Para Kekasih
Namun kini, jarak menjauhkan kami, para pecinta yang pernah beribadah dalam kuil Para Kekasih
Diamnya kami layaknya mayat yang tak lagi berkuasa atas dirinya
Dan api cinta itu pun perlahan mulai redup...
Sangat disayangkan, ketika akhirnya rasa sakit ini menyadarkanku akan kehadiranmu selama ini
Tidak ada yang dapat menggantikannya dalam ruang hampa di sudut bumi, melainkan perasaan untuk dekat dengan kematian...
Dan dalam hembusan terakhir nafasku kali ini, aku sandingkan kedua wajah bidadari tersebut...
Dan salah satunya hilang...
Sunday, 27 May 2012
Kalau kau "cinta" kepada seseorang...
Tak perlu kau kaitkan dengan berbagai pendekatan internal yang penuh basa-basi dan dibuat-buat. Apalagi berjuta kedok dakwah dan perjuangan semu yang jauh dari nilai ikhlas...
Berbuatlah sesuatu yang bermanfaat, bernilai ibadah, penuh kepastian dan kejelasan, maka kesibukkanmu akan mendekatkan dirimu dengan seseorang yang kau cintai dan mencintaimu....
( diambil dari FB kak Bima Ariyo )
Tak perlu kau kaitkan dengan berbagai pendekatan internal yang penuh basa-basi dan dibuat-buat. Apalagi berjuta kedok dakwah dan perjuangan semu yang jauh dari nilai ikhlas...
Berbuatlah sesuatu yang bermanfaat, bernilai ibadah, penuh kepastian dan kejelasan, maka kesibukkanmu akan mendekatkan dirimu dengan seseorang yang kau cintai dan mencintaimu....
( diambil dari FB kak Bima Ariyo )
Saturday, 26 May 2012
Sunday, 20 May 2012
D'Masiv- Natural
Ku suka kamu apa adanya
Senatural mungkin aku lebih suka
Ku suka kamu begini saja
Bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Aku hidup di dunia
Ingin tenang baik-baik saja
Bersamamu aku bisa melewati itu
Senatural mungkin aku lebih suka
Ku suka kamu begini saja
Bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Aku hidup di dunia
Ingin tenang baik-baik saja
Bersamamu aku bisa melewati itu
Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Ku suka kamu apa adanya
Senatural mungkin aku lebih suka
Ku suka kamu begini saja
Senatural mungkin aku lebih suka
Ku suka kamu begini saja
Bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya
Aku hidup di dunia
Ingin tenang baik-baik saja
Bersamamu aku bisa melewati itu, melewati itu
Ingin tenang baik-baik saja
Bersamamu aku bisa melewati itu, melewati itu
Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Dua hati yang berbeda ini
Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Dua hati yang berbeda ini
Dua hati yang berbeda ini
Sunday, 13 May 2012
Penyesalan
Aku tidak lagi menemukan kata yang pantas tuk dirangkai...
Dalam sepi yang kian akrab menemani...
Dengan jubah malam yang setia menggelayuti...
Selaksa seorang pengembara yang tersesat...
Dan bilamana angin malam lembut menjelajahi tubuhku...
Menembus tebalnya jubah malam yang gelap...
Memecah kesunyian di alam sadar...
Selaksa seseorang yang tak bertuan...
Dan ketika langit malam menyapa keberadaanku...
Apa yang sedang kau lakukan, hai manusia?
Maka aku akan terdiam dan tertunduk...
Karena aku tidak memiliki jawaban terbaik untuknya...
Dan ketika bintang menghampiriku dan berkata...
Apa yang sedang kau lakukan, hai manusia?
Maka aku akan terdiam dan tertunduk...
Malu, karena aku tidak memiliki jawaban terbaik untuknya...
Dan akhirnya, dingin semakin menjalar di tubuhku...
Kulihat temaram langit dini hari semakin merekah...
Kutatap langit dan ku tersenyum seraya menangis...
Waktuku telah habis, tetapi aku belum pantas untuk menghadap-Nya...
Dalam sepi yang kian akrab menemani...
Dengan jubah malam yang setia menggelayuti...
Selaksa seorang pengembara yang tersesat...
Dan bilamana angin malam lembut menjelajahi tubuhku...
Menembus tebalnya jubah malam yang gelap...
Memecah kesunyian di alam sadar...
Selaksa seseorang yang tak bertuan...
Dan ketika langit malam menyapa keberadaanku...
Apa yang sedang kau lakukan, hai manusia?
Maka aku akan terdiam dan tertunduk...
Karena aku tidak memiliki jawaban terbaik untuknya...
Dan ketika bintang menghampiriku dan berkata...
Apa yang sedang kau lakukan, hai manusia?
Maka aku akan terdiam dan tertunduk...
Malu, karena aku tidak memiliki jawaban terbaik untuknya...
Dan akhirnya, dingin semakin menjalar di tubuhku...
Kulihat temaram langit dini hari semakin merekah...
Kutatap langit dan ku tersenyum seraya menangis...
Waktuku telah habis, tetapi aku belum pantas untuk menghadap-Nya...
Subscribe to:
Posts (Atom)