Bukankah sudah kukatakan bahwa aku hanyalah selubung tipis kabut yang menyesatkanmu? Maka jauhilah...itu sudah cukup bagiku...
Dimanakah letak kebijaksanaan jikalau ia tertutupi oleh ego dari hati yang membara?
Kubiarkan sahabat sejatiku mengungkapkan apa yang aku harapkan sekalipun mungkin akan memiliki wajah yang berbeda
Banyak kesalahan yang telah terjadi..Yasudah,anggap saja itu luka yang pernah kau rasakan...Biarkan bekasnya mengingatkanmu
Aku terlalu sering mengasihani diriku sendiri...Dengan bodohnya,aku berhenti berkembang...Dan parahnya,aku tak menyadarinya
Sudahkah kau sadari bahwa kabut adalah makhluk yang paling romantis yang pernah ada?
Ia membuat mereka yang bertanya-tanya tentang rahasianya menjadi sebuah rasa ingin tahu yang mendalam agar mereka tidak tersesat
Bertanyalah kepada bumi,maka kau akan diberikan sekuntum bunga kehidupan...
Bertanyalah kepada langit,maka kau akan diberikan siraman air kebahagiaan...
Bertanyalah kepada matahari,maka kau akan diberikan cahaya pengetahuan yang nyata...
Bertanyalah kepada bulan,maka kau akan diberikan sinar malam yang lembut mengantarkanmu menembus daya khayalmu...
Bertanyalah sering-sering kepada guru,maka tak jarang kau akan mendapatkan omelan dan cerocosan yang ga penting...
Lalu,jika itu yang kau dapatkan dari manusia,mengapa kau tak mencoba tuk membuktikan bahwa ucapan mereka salah?
Hanya saja sekali lagi..Manusia lebih senang mengasihani dirinya sendiri...Amat disayangkan...
Mengapa kau tak mencoba tuk diam? Sudahlah,aku hanya seorang pengembara..Jika aku diam,maka aku akan pergi kemana lagi?
Baiklah,jika begitu adanya,cobalah tuk berbicara yang perlu...Namun sayangnya,hidupku adalah untuk mengangkat yang dianggap "tidak perlu"
Dan sekarang kau adalah sampah! Yasudah,tunggulah saatnya hingga diriku mati.. Tidak ada salahnya kan kau menunggu?
Setidaknya yang aku ketahui adalah hidupku untuk orang lain..Bukankah aku selama ini semu? Lalu mengapa bisa?
Mereka hanya sekadar tersenyum...Adakah mereka mengakuimu? hm..nampaknya tidak...
Saturday, 30 April 2011
Aku memiliki sebuah surat yang ingin kusampaikan...
Dan ketika aku hampir menyerahkannya,ternyata memang kau hanya angan semu bagiku...
Terkadang aku berfikir bisa bertahan,namun kenyataannya aku sudah mati di awal pertarungan...
Dan senyumanmu...Ya,hanya menyentuh mayat yang berbaring tenang..
Dan dalam bahasa alam ruh,aku hanya menatap langit biru untuk terakhir kalinya...
Kau pikir aku sanggup melewati semua ini?
Karena aku selalu mewakilkan hal yang tak bisa terurai dengan kata melalui kristal lembut...
Dan ketika aku hampir menyerahkannya,ternyata memang kau hanya angan semu bagiku...
Terkadang aku berfikir bisa bertahan,namun kenyataannya aku sudah mati di awal pertarungan...
Dan senyumanmu...Ya,hanya menyentuh mayat yang berbaring tenang..
Dan dalam bahasa alam ruh,aku hanya menatap langit biru untuk terakhir kalinya...
Kau pikir aku sanggup melewati semua ini?
Karena aku selalu mewakilkan hal yang tak bisa terurai dengan kata melalui kristal lembut...
Friday, 29 April 2011
Mungkin cukup berlebihan pula...Tapi jujur,aku ingin menghapus awan yang menutup langkahku...kau
Hanya cukup tahu saja bahwa waktuku untuk berhenti sudah dekat...Jangan pernah halangi aku untuk berbuat,cukuplah menghilang..
Menyedihkan...Terkadang kau hembuskan nafas kehidupan ke bahuku yang lelah...
Namun disisi lainnya,kau menghisap seluruh kekuatanku hingga aku benar-benar berhenti berharap...
Lalu tak lama kemudian kau hembuskan kembali nafas kehidupanmu itu ke dalam ragaku yang kosong...
Tak bisakah kau memberikan satu tindakan yang pasti? Aku benci tersesat...
Maukah kau berada di posisiku dimana kepastian adalah mustahil? Aku rasa tidak..
Hanya cukup tahu saja bahwa waktuku untuk berhenti sudah dekat...Jangan pernah halangi aku untuk berbuat,cukuplah menghilang..
Menyedihkan...Terkadang kau hembuskan nafas kehidupan ke bahuku yang lelah...
Namun disisi lainnya,kau menghisap seluruh kekuatanku hingga aku benar-benar berhenti berharap...
Lalu tak lama kemudian kau hembuskan kembali nafas kehidupanmu itu ke dalam ragaku yang kosong...
Tak bisakah kau memberikan satu tindakan yang pasti? Aku benci tersesat...
Maukah kau berada di posisiku dimana kepastian adalah mustahil? Aku rasa tidak..
Wednesday, 27 April 2011
Lantunan irama dunia di pagi hari
Beserta alam yang bersegera bangkit mengangkat bumi
Dengan hembusan lembut awan putih
Riuh rendah tangis memecah sunyi
Kucoba tuk membuka mata
Untuk pertama kali sejak aku berada disini
Namun hanya ada satu wajah yang dapat kutangkap
Wajah siapakah yang penuh lelah itu?
Matahari mulai sepenggalah naik
Memberikan kaki kecilku separuh kekuatannya tuk mencoba berdiri
Hey,aku mengenali wajah itu..Aku pernah melihatnya
Tapi,siapa itu yang bersamanya?
Waktu tak terasa membuatku berubah
Kini aku sudah mampu berbicara
Walau hanya sepatah kata yang terucap
Namun mampu membuat wajah itu tersenyum
Matahari telah berada tepat di atas kepalaku
Dan kini,aku mulai mengenali semua ini
Ya...kedua wajah itu telah aku kenali
Dan panggilan untuk keduanya sangat renyah bagiku
Aku sudah bukan lagi seorang anak kecil di pagi hari
Di atas kepalaku,matahari membayangi setiap gerak-gerik langkahku
Aku mulai menjelajahi dunia dengan perbekalan yang ada
Dan dengan iringan doa di setiap langkahku
Tak terasa,langkahku semakin berat
Aku menemukah bahwa hatiku tertinggal di suatu tempat
Aku menoleh ke belakang,menatap dan mengingat-ingat langkah kecilku itu
Dan seseorang terlihat menghampiri dengan senyum indah merekah di wajahnya
Matahari telah berada di sisi ku lagi
Persis seperti saat aku dahulu mulai mengenali dunia
Namun kini aku tak lagi sendiri
Dia yang ku temui berada di sampingku
Dan kedua malaikat penjagaku hanya bisa tersenyum
Seakan sebuah tugas telah selesai dilakukan
Mereka seperti melepas sesuatu yang amat berharga
Dan aku pun merasakan kesedihan yang amat mendalam
Kini berbagai macam pertanyaan menghantuiku...
Apakah aku telah menjadi anak yang berbakti?
Apakah aku telah menyulitkan mereka selama ini?
Dengan cara apa aku mampu membalas kebaikan mereka?
Kuperhatikan sesekali,wajah mereka termakan waktu
Kening yang terlipat mewarnai hari-hari mereka
Dan kini aku menyadari
Bahwa aku pun akan menjadi seperti kedua malaikatku
Matahari mulai beranjak ke peraduannya
Dan anak-anak ku mengelilingi kedua penjagaku dahulu
Mereka tampak senang dengan kehadiranku...
Seakan-akan mereka akan hidup seribu tahun lagi
Dan akhirnya sesuatu yang pasti telah tiba...
Nafasku tercekat...
Aku pun membujur kaku menatap ke hadapanku...
Dimanakah wajah yang dahulu kutemui itu?
Dengan tetap tenang,aku berusaha tegar...
Walaupun sebenarnya,ingin sekali kuteriakkan kata "maaf" yang belum sempat terucap...
Ingin sekali kukatakan bahawa aku menyayangi mereka...
Namun teman sejati manusia telah menjemput mereka terlebih dahulu...
Bukankah hidup ini tak ada yang abadi?
Aku kembali memutar memori ku dahulu kala..
Ketika aku masih lemah dan butuh kasih sayang...
Dan segala hal-hal manis tentang kesabaran mereka yang kuterima...
Segalanya tentang mereka...
Ketika segala kenakalanku mulai mengganggu mereka...
Ada kah mereka menyiksaku dengan segala ketidaktahuanku?
Tidak...mereka hanya membelaiku lembut dengan penuh kasih...
Tanpa terasa,malam ini terasa berat di hatiku...
Bagaimana mungkin aku baru menyadarinya...
Bahwa kehidupan akan berganti dengan generasi baru...
Dengan senyum mereka yang indah dan polos...
Dan akhirnya,aku merangkul erat wanita yang kusebut pendampingku yang sah...
Kurapatkan erat tubuhku agar aku merasakan degup jantungku dan jantungnya seirama...
Lalu kubisikkan kepadanya "Maafkan jika selama ini aku tidak bisa menghidupimu secara layak...Maafkan jika aku selama ini tidak bisa mengajarimu dan membimbingmu dengan baik...Aku hanya berharap kita dapat berkumpul lagi di surga suatu hari nanti..."
Sayup-sayup aku mendengarkan sebuah suara...
dengan segala kelemahanku saat ini,aku menoleh...
Setelah kuperhatikan,ia putih bersih...
Dan kuucapkan selamat tinggal kepada dunia yang membesarkanku...
Beserta alam yang bersegera bangkit mengangkat bumi
Dengan hembusan lembut awan putih
Riuh rendah tangis memecah sunyi
Kucoba tuk membuka mata
Untuk pertama kali sejak aku berada disini
Namun hanya ada satu wajah yang dapat kutangkap
Wajah siapakah yang penuh lelah itu?
Matahari mulai sepenggalah naik
Memberikan kaki kecilku separuh kekuatannya tuk mencoba berdiri
Hey,aku mengenali wajah itu..Aku pernah melihatnya
Tapi,siapa itu yang bersamanya?
Waktu tak terasa membuatku berubah
Kini aku sudah mampu berbicara
Walau hanya sepatah kata yang terucap
Namun mampu membuat wajah itu tersenyum
Matahari telah berada tepat di atas kepalaku
Dan kini,aku mulai mengenali semua ini
Ya...kedua wajah itu telah aku kenali
Dan panggilan untuk keduanya sangat renyah bagiku
Aku sudah bukan lagi seorang anak kecil di pagi hari
Di atas kepalaku,matahari membayangi setiap gerak-gerik langkahku
Aku mulai menjelajahi dunia dengan perbekalan yang ada
Dan dengan iringan doa di setiap langkahku
Tak terasa,langkahku semakin berat
Aku menemukah bahwa hatiku tertinggal di suatu tempat
Aku menoleh ke belakang,menatap dan mengingat-ingat langkah kecilku itu
Dan seseorang terlihat menghampiri dengan senyum indah merekah di wajahnya
Matahari telah berada di sisi ku lagi
Persis seperti saat aku dahulu mulai mengenali dunia
Namun kini aku tak lagi sendiri
Dia yang ku temui berada di sampingku
Dan kedua malaikat penjagaku hanya bisa tersenyum
Seakan sebuah tugas telah selesai dilakukan
Mereka seperti melepas sesuatu yang amat berharga
Dan aku pun merasakan kesedihan yang amat mendalam
Kini berbagai macam pertanyaan menghantuiku...
Apakah aku telah menjadi anak yang berbakti?
Apakah aku telah menyulitkan mereka selama ini?
Dengan cara apa aku mampu membalas kebaikan mereka?
Kuperhatikan sesekali,wajah mereka termakan waktu
Kening yang terlipat mewarnai hari-hari mereka
Dan kini aku menyadari
Bahwa aku pun akan menjadi seperti kedua malaikatku
Matahari mulai beranjak ke peraduannya
Dan anak-anak ku mengelilingi kedua penjagaku dahulu
Mereka tampak senang dengan kehadiranku...
Seakan-akan mereka akan hidup seribu tahun lagi
Dan akhirnya sesuatu yang pasti telah tiba...
Nafasku tercekat...
Aku pun membujur kaku menatap ke hadapanku...
Dimanakah wajah yang dahulu kutemui itu?
Dengan tetap tenang,aku berusaha tegar...
Walaupun sebenarnya,ingin sekali kuteriakkan kata "maaf" yang belum sempat terucap...
Ingin sekali kukatakan bahawa aku menyayangi mereka...
Namun teman sejati manusia telah menjemput mereka terlebih dahulu...
Bukankah hidup ini tak ada yang abadi?
Aku kembali memutar memori ku dahulu kala..
Ketika aku masih lemah dan butuh kasih sayang...
Dan segala hal-hal manis tentang kesabaran mereka yang kuterima...
Segalanya tentang mereka...
Ketika segala kenakalanku mulai mengganggu mereka...
Ada kah mereka menyiksaku dengan segala ketidaktahuanku?
Tidak...mereka hanya membelaiku lembut dengan penuh kasih...
Tanpa terasa,malam ini terasa berat di hatiku...
Bagaimana mungkin aku baru menyadarinya...
Bahwa kehidupan akan berganti dengan generasi baru...
Dengan senyum mereka yang indah dan polos...
Dan akhirnya,aku merangkul erat wanita yang kusebut pendampingku yang sah...
Kurapatkan erat tubuhku agar aku merasakan degup jantungku dan jantungnya seirama...
Lalu kubisikkan kepadanya "Maafkan jika selama ini aku tidak bisa menghidupimu secara layak...Maafkan jika aku selama ini tidak bisa mengajarimu dan membimbingmu dengan baik...Aku hanya berharap kita dapat berkumpul lagi di surga suatu hari nanti..."
Sayup-sayup aku mendengarkan sebuah suara...
dengan segala kelemahanku saat ini,aku menoleh...
Setelah kuperhatikan,ia putih bersih...
Dan kuucapkan selamat tinggal kepada dunia yang membesarkanku...
Monday, 25 April 2011
Izinkanlah aku merangkai kata...
Sebagai tanda dari sebuah rasa yang tak tersampaikan...
Dan sebagai tanda untuk menjadikannya nyata...
Ini ungkapanku...
Sebagai tanda bahwa kalian sungguh berharga...
Malaikat penjagaku...
Air mata yang meluruh dengan sendirinya...
Dari hati...untuk berbagi...
Sebuah ungkapan untuk yang mengasihi...
Dengan jalannya waktu yang membesarkanku...
Tak henti-hentinya ku lantunkan bait-bait mutiara untukmu...
Isyarat hati bahwa aku ingin dirimu disini...
Yang mengajarkanku tentang dunia...
Yang memberikanku waktu tuk bersama...
Yang menjadikan diriku sebagai pemantik hidupmu...
Ketahuilah wahai Ayah...
Hadirmu adalah kebahagiaan bagiku...
Dan aku sangat mencintaimu...
Sebagai tanda dari sebuah rasa yang tak tersampaikan...
Dan sebagai tanda untuk menjadikannya nyata...
Ini ungkapanku...
Sebagai tanda bahwa kalian sungguh berharga...
Malaikat penjagaku...
Air mata yang meluruh dengan sendirinya...
Dari hati...untuk berbagi...
Sebuah ungkapan untuk yang mengasihi...
Dengan jalannya waktu yang membesarkanku...
Tak henti-hentinya ku lantunkan bait-bait mutiara untukmu...
Isyarat hati bahwa aku ingin dirimu disini...
Yang mengajarkanku tentang dunia...
Yang memberikanku waktu tuk bersama...
Yang menjadikan diriku sebagai pemantik hidupmu...
Ketahuilah wahai Ayah...
Hadirmu adalah kebahagiaan bagiku...
Dan aku sangat mencintaimu...
Sunday, 24 April 2011
Ungkapan
Dahulu aku terbiasa menggunakan hatiku..
Untuk melihat dunia..
Untuk berbicara dengan dunia..
Untuk menangisi dunia..
Kau yang kehilangan arahmu dari sayap yang patah...
Telah kugunakan waktu menghapusmu sejenak...
Beberapa diantara dirimu mulai kulupakan...
Namun hanya kamu yang kuingat...
Namamu selalu tersimpan indah dalam bait-bait harapanku...
Untuk semua yang terungkapkan dengan tidak pantas...
Maupun untuk semua yang masih kusimpan hingga saatnya tiba...
Tak pelak lagi ku lemah dan tak sanggup menatap wajahmu...
Ini semua nampaknya klise dalam alur cerita yang tergariskan...
Apakah ini peran yang harus aku jalani?
Sungguh,aku tak kuat menahan daya pikat para permata dunia yang berjalan...
Karena cinta itu butuh memiliki satu sama lainnya...
Memuliakan dirimu adalah keinginan terbesar di dunia...
Karena dengan cara yang baik maka hasil pun akan baik...
Bukankah hanya satu keinginan terbesarmu?
Bersama kekasihmu baik di dunia maupun akhirat kelak...
Untuk melihat dunia..
Untuk berbicara dengan dunia..
Untuk menangisi dunia..
Kau yang kehilangan arahmu dari sayap yang patah...
Telah kugunakan waktu menghapusmu sejenak...
Beberapa diantara dirimu mulai kulupakan...
Namun hanya kamu yang kuingat...
Namamu selalu tersimpan indah dalam bait-bait harapanku...
Untuk semua yang terungkapkan dengan tidak pantas...
Maupun untuk semua yang masih kusimpan hingga saatnya tiba...
Tak pelak lagi ku lemah dan tak sanggup menatap wajahmu...
Ini semua nampaknya klise dalam alur cerita yang tergariskan...
Apakah ini peran yang harus aku jalani?
Sungguh,aku tak kuat menahan daya pikat para permata dunia yang berjalan...
Karena cinta itu butuh memiliki satu sama lainnya...
Memuliakan dirimu adalah keinginan terbesar di dunia...
Karena dengan cara yang baik maka hasil pun akan baik...
Bukankah hanya satu keinginan terbesarmu?
Bersama kekasihmu baik di dunia maupun akhirat kelak...
Thursday, 21 April 2011
UNIVERSAL !!! (Unique Voice of Acapella Instrumental)
Kali ini agak sedikit berbau nostalgia kayaknya ya,hehehe
Yap,ini adalah grup nasyid ke (kalo ga salah ke dua deh) buat saya. Awalnya saya ada di grup nasyid yang nyampur sama angkatan 2010 dan membawakan lagu haroki waktu itu. Tapi dengan bubar secara mendadak,saya akhirnya berlabuh di UNIVERSAL.
Seperti dengan judul dari postingan ini,itu adalah kepanjangan dari UNIVERSAL. Sebagai sebuah grup nasyid,memang agak rumit namanya tapi itu yang menggambarkan semua tentang personilnya.
Kita mulai saja dari yang paling awal :
1. Anugrah Ardani
Posisi : Lead Vocal
Kelas : X-5 / XI IPA 2 / XII IPA 2
Hobi : Tidur
Benda kesukaan : Sapu tangan ajaib (bisa membuatnya tidur dalam waktu sekejap mata!) waw
2. Arya Ksatria Rajasa
Posisi : Bass
Kelas : X-5 / XI IPA 3 / XII IPA 4
Hobi : Maen basket
Benda kesukaan : Biola (Bisa digunakan untuk berprestasi dan juga untuk menggoda wanita!
*ups,candaaaa,hehehe)
3. Agung Gunawan
Posisi : Tenor (Dibilangnya sih falset) / perkusi
Kelas : X-5 / XI IPA 1 / XII IPA 3
Hobi : Um...keep this thing secret saja deh..
Benda kesukaan : Handphone Nokia nya yang serbaguna bgt !
4. Nobi Asshofa Zen
Posisi : Suara 1 / Beatbox / perkusi
Kelas : X-5 / XI IPA 3 / XII IPA 3
Hobi : Twitteran (manusia paling update pokoknya)
Benda kesukaan : Leppienya dan HP nya yg menjadi kunci menuju dunia informasi :D

5. Muhammad Nicova Kresnada Kamil Putra
Posisi : Suara 3 (Tenor) dan kadang jadi lead vocal looh
Kelas : X-6 / XI IPA 4 / XII IPA 4
Hobi : Baca buku sama ngeliatin bunga
Benda kesukaan : Kamera (Buat ngefotoin Anggrek dan bunga-bunga lainnya *bunga desa tidak termasuk)
6. Reza Ayatuna Lazuardi
Posisi : Suara 2 (Bariton)
Kelas : X-5 / XI IPA 1 / XII IPA 2
Hobi : ... (undefined)
Benda kesukaan : Bola futsal (ye gak boi :D )
7. Panji Prathama Purdi
Posisi : Suara 1
Kelas : KI
Hobi : ... Keep it secret too
Benda kesukaan : -____-" Susah kalo nyeritain nih bocah
Setelah melihat para personilnya,mereka terlihat waras-waras saja bukan? Maka,marilah kita lihat beberapa momen terakhir yang berhasil diabadikan oleh kamera seperti foto-foto di bawah ini ...




Cukup waras kan? hahahaha
Inilah UNIVERSAL dan semoga suatu saat nanti bisa manggung bareng lagi ye boi :D
Yap,ini adalah grup nasyid ke (kalo ga salah ke dua deh) buat saya. Awalnya saya ada di grup nasyid yang nyampur sama angkatan 2010 dan membawakan lagu haroki waktu itu. Tapi dengan bubar secara mendadak,saya akhirnya berlabuh di UNIVERSAL.
Seperti dengan judul dari postingan ini,itu adalah kepanjangan dari UNIVERSAL. Sebagai sebuah grup nasyid,memang agak rumit namanya tapi itu yang menggambarkan semua tentang personilnya.
Kita mulai saja dari yang paling awal :
Posisi : Lead Vocal
Kelas : X-5 / XI IPA 2 / XII IPA 2
Hobi : Tidur
Benda kesukaan : Sapu tangan ajaib (bisa membuatnya tidur dalam waktu sekejap mata!) waw
Posisi : Bass
Kelas : X-5 / XI IPA 3 / XII IPA 4
Hobi : Maen basket
Benda kesukaan : Biola (Bisa digunakan untuk berprestasi dan juga untuk menggoda wanita!
*ups,candaaaa,hehehe)
Posisi : Tenor (Dibilangnya sih falset) / perkusi
Kelas : X-5 / XI IPA 1 / XII IPA 3
Hobi : Um...keep this thing secret saja deh..
Benda kesukaan : Handphone Nokia nya yang serbaguna bgt !
Posisi : Suara 1 / Beatbox / perkusi
Kelas : X-5 / XI IPA 3 / XII IPA 3
Hobi : Twitteran (manusia paling update pokoknya)
Benda kesukaan : Leppienya dan HP nya yg menjadi kunci menuju dunia informasi :D

5. Muhammad Nicova Kresnada Kamil PutraPosisi : Suara 3 (Tenor) dan kadang jadi lead vocal looh
Kelas : X-6 / XI IPA 4 / XII IPA 4
Hobi : Baca buku sama ngeliatin bunga
Benda kesukaan : Kamera (Buat ngefotoin Anggrek dan bunga-bunga lainnya *bunga desa tidak termasuk)
6. Reza Ayatuna LazuardiPosisi : Suara 2 (Bariton)
Kelas : X-5 / XI IPA 1 / XII IPA 2
Hobi : ... (undefined)
Benda kesukaan : Bola futsal (ye gak boi :D )
Posisi : Suara 1
Kelas : KI
Hobi : ... Keep it secret too
Benda kesukaan : -____-" Susah kalo nyeritain nih bocah
Setelah melihat para personilnya,mereka terlihat waras-waras saja bukan? Maka,marilah kita lihat beberapa momen terakhir yang berhasil diabadikan oleh kamera seperti foto-foto di bawah ini ...
Inilah UNIVERSAL dan semoga suatu saat nanti bisa manggung bareng lagi ye boi :D
Subscribe to:
Posts (Atom)