Wednesday, 30 March 2011

Jiwa yang goyah

Apalah artinya dirimu bila tak ada yang bisa kau perbuat...
Kau menghibur dirimu dengan kebohongan...
Kau berusaha bertahan dari terpaan kenyataan...
Ya...Kau pun tersenyum...

Mungkinkah ini semua salah arti bagiku?
Semua kebahagiaan ini?
Apakah aku hanya seorang pemimpi dalam dunia yang tak bernyawa?
Mengharapkan sesuatu dan menggunakannya seperti orang yang bodoh...

Aku terlihat seperti apa di luar sana?
Apakah sebagai seseorang yang tak punya hati dengan ledakan yang terlepaskan?
Apakah sebagai seseorang yang tak punya rasa gentar dan sewenang-wenang?
Ataukah hanya sampah bagi orang-orang di sekitarku?

Kian hari menjelang,kian habis arahku...
Apakah aku harus menyerah terhadap waktu?
Apakah aku harus menyerah terhadap lingkunganku?
Tidak ! Aku tidak menginginkan hal itu...

Lama berselang setelah kesalahan diterima
Aku kini hanyalah anai-anai yang menari tertiup angin
Aku tak lagi berjiwa...
Dan debu mengantarkan kepergianku..sepi...

Tuesday, 29 March 2011

Sesuatu yang bernama...

Mata yang bening memancarkan aura lautan
Hidung yang cantik menunjukkan jajaran gunung hijau
Bibir merah seindah delima yang masak
Namun bukan semua itu yang membuat perbedaan

Kepandaian seluas samudra
Kefasihan bahasa yang tiada tara
Kewibawaan yang menyertainya
Namun,bukan itu pula yang membuat perbedaan

Apalah guna raga jika ia akan habis tergerus waktu?
Apalah guna ilmu jika ia akan lepas dengan umur yang bertambah?
Apalah guna jiwa jika ia akan bebas ketika waktunya tiba?
Karna hanya iman lah yang tetap terjaga selama hidup maupun mati kita

Monday, 28 March 2011

Sebuah hari yang tak terlupakan

Adakah kau membayangkan yang terjadi hari ini?
Ketika rembulan tiba-tiba bersinar dan tersenyum di pagi hari
Ketika angin membasuh wajah lelahmu itu
Dan secercah asa membumbung dalam senyuman tiada tara

Ketika luapan gelombang cinta samudra tak bertemu dengan pantai
Itu semua menjadikannya sesuatu yang membunuh di satu pihak
Kekuatan tiada tara yang menyertainya membutakan niat suci yang menyertainya
Dan semua seakan menjadi tak bernilai di mata manusia yang berdiam di tepian

Namun tatkala gelombang ini bertemu dengan pujaannya,pantai
Jadilah ia sebuah mahakarya terbaik akan alam dan cinta di dalamnya
Jadilah ia sebuah kisah layaknya Muhammad Khadijah
Mahakarya terindah yang dapat diambil manfaatnya oleh mereka yang mencari pelajaran

Kau pun tak lagi menghiraukan apa yang kau takutkan!
Kau hanya berucap "Aku akan melakukan apa-apa yang diizinkan-Nya tuk bertemu dirimu kembali"
"Aku takkan mudah goyah lagi untuk setiap hal yang menghadang. Karna kini,aku memiliki sebuah tujuan yang lebih pasti. Dan selama aku bersama dengan Allah,aku yakin kita takkan terpisahkan"
"Aku adalah aku. Dan kini,semuanya tentang aku,dirimu dan Tuhanku. Tak lagi bisa kuungkapkan kebahagiaan ini dengan senyuman ataupun dengan apapun lainnya. Karna aku merasakan semua ini telah lengkap. Dan Insya Allah,dengan izin-Nya pulalah kita dilengkapi kembali akhirat nanti"

Hingga datanglah sebuah masa pengujian..
Mereka kumpulkan mutiara lautan..
Mereka kumpulkan seluruh zamrud dunia..
Mereka berikan aku sejuta emas Bumi..
Namun aku takkan menukarnya demi dirimu..

Ketika sebuah cinta didasari akan keimanan dan keinginan tulus tuk membahagiakan,takkan ada yang mampu menggerusnya :D

Sunday, 27 March 2011

Di antara langit yang biru dan bumi yang hijau terdapat awan putih yang melayang dengan kelembutan dan keindahannya yang memenuhi langit saat siang memayungi daratan...
Di antara kata-kata penuh makna yang tak terucapkan...Terlepas oleh sesuatu yang menahannya ataupun keinginan lainnya yang membuatnya tersimpan...Tiada hal yang mampu mengurangi nilai dari setiap kata yang terpendam...

Lihatlah dunia ini...Inilah hasil karya terindah yang didasari oleh satu buah kata...cinta...Dari Tuhan kepada makhluk-makhluk-Nya...Menghasilkan sebuah keseimbangan yang tak ternilai...Dengan setiap jiwa beserta pasangannya...Antara langit dan bumi...Matahari dan rembulan...Siang dengan malam...Daratan dengan lautan...Air dengan udara...Dunia dengan akhirat...Surga dengan neraka...Dan antara setiap laki-laki dengan wanitanya masing-masing...

Bukankah itu semua adalah tanda dari sebuah ketetapan yang takkan terbantahkan? Namun terkadang manusia tidak memiliki kesabaran yang cukup akan penantian...Rasa ingin tahu mengalahkan segalanya...Dan kau pun mendapatkan yang ingin kau ketahui
Dan kau yang telah melepas separuh awanmu itu...Apa yang kau harapkan dari dunia yang menyempitkan hatimu? Pergilah..Langit masih terlampau luas tuk kau jelajahi..Dunia masih tetap berada di porosnya sedangkan kau sedang mencari..Hilangnya asa hanyalah semu
Apa yang kau tunggu? Kebodohan membawa kerugian dan kau hanya membuang waktumu yang berharga...Kau menatap sang rembulan dan memikirkannya...Namun,apakah ada rembulan menatapmu? Kecil dirimu bagi dirinya yang lebih luas dan lebih nyata...Hanya harapanmu yang menahan pandanganmu dari indahnya purnama...Namun harapan tidak pernah nyata...