Friday, 8 October 2010

Awan lembut menaunginya
Di setiap langkah yang tercipta
Dalam aliran asa panjangnya

Jikalau hati tak membiarkan
Ku hanya bisa melepas harap
Dalam lamunan do'a

Alam ini rangkaian kata
Yang tercipta di dunia

Nantikah mungkin
Ini takkan bisa sama
Khayalan mimpi yang terpendam

Terkira sudah jawabannya
Untuk semua yang ditanyakan
Terkecuali untuk satu

Itulah yang kutunggu
Yang tlah lama tersimpan
Erat jauh di dasar hati

Mata,hati dan pikiranmu

Apa yang terjadi ketika engkau berusaha tuk melihat dua benda secara bersamaan?
Sbuah bayanganlah yang kau dapatkan
Dan tahukah kau apa arti dari bayangan?
Sesuatu yang tampak namun tak ada
Hanyalah impian kosong yang kau coba tuliskan pada papirus
Dan kau gunakan air sungai sebagai tintanya
Dan tanpa kau sadari mineral dalam matamu tlah tercampur jua dalam wadah penyesalan...

Dan sesungguhnya,pikiranmu adalah nilai mulia yang timbul dari lubuk hatimu
Ia adalah kesucian yang timbul sesuai dengan kejernihan hatimu
Dan sesungguhnya hatimu adalah bagian paling sensitif dari dirimu
Ia menyembunyikan apa-apa yang dikandungnya
Dan takkan membiarkan siapapun tuk mendapatkannya
Ia akan memerintahkan mulut tuk berdusta,apabila hatimu ingin melindungi yang berharga
Dan memang mulutmu dapat berdusta,namun matamu tidak
Ia adalah bagian paling setia terhadap hatimu
Ia akan menangis pabila hatimu terluka
Dan ia akan terbuka ceria pabila hatimu sedang tersenyum terang
Matamu hanya ingin menemani dan menghibur
Walau terkadang,matamulah yang lebih membutuhkan hatimu

Itulah penjelasan yang menjelaskan hubungan antara bulan dan matahari
Penjelasan dari hubungan antara langit dan bumi,lautan dan daratan,pegunungan dan lembah,gurun dan oase serta Adam dan Hawa
Sebuah hubungan rumit yang terkadang dianggap sebagai kesalahan ketika dilihat dari sudut dunia,bukan sudut batinmu
Karna dalam stiap hubungan yang mengikat batinmu,akan timbul sebuah cinta
Entah kau sadari atau tidak kehadirannya
Karna kau akan merasakannya ketika kau telah kehilangan hatimu

Saturday, 2 October 2010

Realita

Aku pernah melihat sebuah taman yang terpagari oleh beningnya zamrud hijau.Terdengar alunan dawai lembut nan memikat dari dalamnya yang dimainkan oleh para bidadari Firdaus. Serta di kedua gerbangnya dijaga oleh malaikat yang senantiasa tersenyum, mungkin...

Dan kucoba melangkah memasuki taman tersebut. Kumasuki taman yang terbalut rumput hijau nan lembut,serta butiran embun yang menyejukkan setiap kulangkahkan kaki. Namun,hanya untuk saat ini...

Kuteruskan perjalanan ini dengan dikelilingi oleh suara air dari tujuh sungai yang mengalir melintasi taman tersebut. Menjadi sumber kehidupan bagi setiap makhluk yang terdapat di taman ini. Terasa lembut dan menenangkan ketika air tersebut mengalir menyentuh lidah ini. Dan aku terpesona,untuk saat ini...

Dan ketika ku hampir menyentuh pusat taman,terperanjatlah sudah ketika seekor merak yang menebar pesonanya tanpa ada cacat sedikitpun justru terkungkung dalam jeruji hitam nan legam tanpa ada cahaya yang mampu menunjukkan pesona dari dirinya. Sedangkan seekor merak hitam dengan bulu yang patah justru memikat setiap yang datang.
Sungguh sebuah keganjilan yang nyata!

Baru kusadari perasaan aneh ini,bahwa yang lebih indah tlah terbengkalai. Semuanya ditutup-tutupi dan ketika ku melangkha menjauh,dua jasad indah tlah terbujur kaku diantara tumpukan mayat hangus...

Air mata

Pernahkah kalian merenungkan tentang hakikat cinta?
Yang selalu terngiang-ngiang dalam kehidupan kita.
Diucapkan dan menjadi suatu istilah semu.
Dan telah menurunkan keberadaan maknanya.

Dan ketika aku melempar tanya kepada kalian "apakah arti cinta itu?" apa jawaban kalian?
Aku telah berkelana untuk mencari tahu dari golongan -umurku ,namun tak satupun yang mampu menjelaskannya...
Pernahkah kalian menanyakan kepada diri kalian sediri tentang arti dari kata itu?
Yang selalu kalian ucapkan dan kalian jadikan kata-kata abu itu untuk menjadi fondasi dari setiap nafasmu.

Sungguh kesedihan telah memenuhi dadaku hingga aku sulit tuk berkata.
Sungguh terhinalah manusia yang menggunakan kata cinta untuk menutupi hasrat dunia yang takkan pernah padam.
Dengan nama cinta,justru ia merendahkan para wanita dengan mengumbar cahaya Illahi tersebut.
Dan dengan bodohnya,wanita itu terpikat dengan sebuah kata,bukan makna !

Apakah mungkin sebuah kata mampu menggambarkan dengan jelas makan cinta sesungguhnya?
Cinta adalah kemuliaan bagi dua hati yang telah terikat.
Cinta itu mengobati untuk hal-hal yang tak mampu tuk terobati.
Dan seandainya aku teruskan,sesungguhnya cinta itu memiliki banyak makna.
Dan itu semua tergantung dari setiap fase kehidupan yang kalian jalani.
Entah senang,ataupun susah,cinta akan selalu hadir menemanimu dengan sebuah ungkapan singkat dari dalam lubuk hatimu,karna cinta sulit tuk diungkapkan,namun sangatlah indah pabila kita mampu merasakan dan menikmati arahnya...

Dan kini,aku tak mampu tuk memahami keadaanku sendiri...
Aku merasakan sebuah cinta,namun mengapa harus seperti ini?
Layaknya wijayakusuma yang mekar,namun tersembunyi dibalik selimut malam...
Hanya dapat dinikmati dengan penuh pengorbanan yang membawamu ke tengah waktu saat rembulan tersenyum manja.
Sempat aku merasa bimbang dengan perasaan ini..
Karena tiada daya yang kulakukan melainkan terkapar dibalik kesedihan yang mendalam.
Namun,segera kuhapuskan kesedihan ini dari hatiku dan menyekanya dengan sapu tangan keikhlasan.
Karna aku mengerti akan sebuah arti yang kutemui.
Bahwa engkaupun harus rela tuk berkorban demi cintamu walaupun pengorbananmu takkan pernah membawamu bersama dengannya di dunia ini.
Dan semoga hatiku tercurah untuk Sang Penguasa,karna dengan kemurahan-Nya lah aku dapat dipertemukan kembali dengan dirinya di akhirat kelak..
Terbalut dalam selendang surga yang kan mempercantik dirinya di mataku.
Dan tanpa terasa,sebutir mineral murni dari tubuhku terjatuh...
Sebagai ungkapan dari rasa bahagia dan harapan yang takkan didapat di dunia.
Dan sebuah keikhlasan yang kan sulit didapatkan...

Kurapihkan kembali diriku,bersiap tuk menyambut hari esok.
Dan seandainya engkau telah pulang,ketahuilah bahwa aku masih disini...
Entah terisi atau telah kembali lagi...

Sunday, 26 September 2010

Senandung hati

Ada kalanya kau berhenti dari perjalanan panjangmu
Setelah semua yang kau sembunyikan terungkap
Dan setelah habis semua harapanmu menuju oasis yang tenang
Kaupun kehabisan kata-kata tuk melanjutkan perjalananmu...

Dan ketika lelah menyergapmu,kau masih mampu tuk melangkah
Namun ketika rasa malu membuntutimu,mengapa engkau takluk?
Adakah kata yang mampu mengungkapkan keadaanmu itu?
Mengapa engkau yang begitu perkasanya terkalahkan oleh sesuatu yang membuntutimu?

Biarkan mereka berkata apa tentang diriku
Aku hanyalah pujangga alam ini
Yang bertarung dengan kata dan kalah dalam perbuatan
Dan hanya dikenang jika kata-kataku mewakili perasaan mereka
Atatupun jika aku telah melangkah lagi meninggalkan dunia ini

Dan dari setiap kata yang kutorehkan dengan tinta air mata
Aku simpan erat di dalam hatiku yang tlah berbunga
Kupersembahkan hanya untukmu wahai taman bungaku
Namun kusembunyikan diantara lebatnya belantara kehidupan
Dan hanya satu yang aku takutkan...
Yaitu ketika engkau melihatnya saat tamanku belum berbunga sepenuhnya...
Karna keindahan ini sungguh mulia
Dan hanya ingin kupersembahkan untukmu dengan cara yang mulia pula...
Dan dengan tenangnya aliran air
Serta gemulainya tarian api
Aku mengikutinya dengan tanpa suara...
Karna aku takut dia akan menjauh tatkala tahu tidak pada waktu yang tepat...

Saturday, 25 September 2010

Sambut hari

Selamat pagi dunia
Hari ini disambut semilir udara yang menyejukkan
Yang membangunkan insan dari alam mimpi
Dan membuatnya memahami hakikat hidup ini

Selamat pagi kawan
Sudahkah engkau menggeliat lembut?
Tuk bersimpuh dihadapan-Nya
Dan berdoa demi kebaikanmu

Semoga kebaikan selalu untukmu kawan
Karena engkau adalah oasis di padang pasir
bagiku dan semua musafir yang berjalan
Dan bagi semua bentuk kehidupan lainnya

Wednesday, 22 September 2010

Hikayat Air

Akulah yang meneduhkan hati yang lepas
Akulah yang menghamparkan taman ketenangan
Akulah yang menghidupkan kembali jiwa yang gontai
Akulah yang menyambungkan tali kasih-Nya

Aku bukanlah emas dan perak yang kalian rebutkan
Namun aku adalah golongan dari mereka yang kau rebutkan
Aku tidaklah sekeras intan yang kalian banggakan
Aku memang lemah tak berdaya,bahkan rapuh dari yang kalian banggakan

Aku adalah alunan lembut dari jiwa yang berserah diri
Yang mengisi dunianya dengan menerima
Aku dapat menjelma menjadi sebuah senyuman terang
Dari jiwa yang slalu menghibur dan berjuang

Aku boleh saja kalian abaikan,kalian buang
Namun aku adalah kekuatan yang terlupa
Aku akan lebih berharga dari emas jika aku hampir tiada
Dan aku akan lebih keras dari intan juka aku bersama kaumku
Namun aku tahu apa yang akan menimpa diriku
Seandainya aku masih mengikuti arus ego ku

Bodohnya manusia yang masih saja melupakan yang tampak dan menangisi yang telah pergi dari dunia mereka.
Sampai kapan mereka akan tersadar?
Dan kini,aku masihlah air yang tenang nan lembut,menanti datangnya mereka yang akan menjagaku...