Apa yang kupilih, semuanya sudah kupertimbangkan matang-matang sehingga, akan kuanggap sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan begitu, jalan yang kuciptakan di dalam ingatan dan dalam sebuah perencanaan yang matang akan menjadi sebuah jalan yang takkan terbantahkan. Seperti mempersiapkan bahan debat, kubuat serapih mungkin agar tidak ada yang dapat menjatuhkan tujuanku...
Namun, semuanya kini telah berubah...
Bukan tentang bebatuan dan hal lainnya. Namun ini tentang tanggung jawab moral sebagai seorang pemimpin bagi kaumku. Telah kurelakan tujuanku untuk mengambil tempat yang satu dibanding yang satu. Jika kuperturutkan egoku, akan kuambil pilihan awalku di tempat yang menjadi impian. Namun TIDAK! Aku tidak memilihnya... Aku memilih yang satu untuk menjaga harga diri kaumku...
Dan kini, semua telah berubah..
Tugas ku telah dikerdilkan. Kalian tidak akan tahu apa saja pertimbanganku. Hingga akhirnya, kukatakan kepada pendamping setiaku bahwa aku akan mempercepat kepergianku dari tempatmu karena aku telah tidak ada lagi tanggung jawab terhadap kalian. Tugasku telah digantikan oleh orang lain di tempat yang sama. Walau mungkin, mereka tidak memahami apa yang harus mereka lakukan seandainya menjadi aku.
Sosok aku terlalu kuat. Katakan bahwa seandainya aku benar-benar pergi, apakah aku bisa menjadi seseorang tanpa perasaan? Meninggalkan mereka, wajah-wajah yang pernah tersenyum ikhlas kepadaku...
Awalnya aku telah meneguhkan tujuanku untuk meninggalkan mereka, kaum yang telah berjuang bersamaku dari awal. Sekalipun jujur, duka yang didapatkan jauh lebih besar daripada suka yang ku terima, tetapi aku bahagia ketika aku terluka ketika memperjuangkan hak kalian... Itu adalah saat-saat yang paling membahagiakanku... Bahkan jauh lebih membahagiakan daripada ketika aku mendengarkan suara wanita yang kucintai disana.
Namun, pembicaraanku dengan salah seorang wanita teman dekatku telah mengubah pendirianku... Ia membuatku memikirkan kembali tujuan utamaku untuk pergi meninggalkan kalian... "Sebegitu teganya kah engkau meninggalkan mereka hanya demi kenyamanan yang semu?".
Kini, dilema menyelimutiku...
Pendamping setiaku belum memberikan tanggapan apapun atas pernyataanku untuk pergi dari sini... Dan itu membuatku cukup kesal, karena dia memang telah mengerti kelemahan utamaku...
Akan kupikirkan kembali tentang keputusanku..
Friday, 20 April 2012
Monday, 16 April 2012
Aku yang terdiam
Kau yang tertawa
Yang lain tak melihat
Betapa bodohnya engkau
Aku yang tertekuk
Kau yang terangkat
Yang lain tak memperhatikan
Betapa hinanya engkau
Aku yang tertunduk
Kau yang terbang melayang
Yang lain tak memperdulikan
Betapa sendirinya engkau
Aku yang melihat ke bawah
Kau yang melihat ke atas
Sementara yang lain terjebak dalam dilema
Betapa sombongnya engkau
Aku yang menyelami dasar hati
Kau yang berputar-putar di atas kepala
Sementara yang lain sebagai objek
Betapa tidak pedulinya engkau
Aku yang bekerja
Kau yang memperhatikan
Sementara yang lain bergerak bersamaku
Betapa keparatnya engkau!
Kau yang tertawa
Yang lain tak melihat
Betapa bodohnya engkau
Aku yang tertekuk
Kau yang terangkat
Yang lain tak memperhatikan
Betapa hinanya engkau
Aku yang tertunduk
Kau yang terbang melayang
Yang lain tak memperdulikan
Betapa sendirinya engkau
Aku yang melihat ke bawah
Kau yang melihat ke atas
Sementara yang lain terjebak dalam dilema
Betapa sombongnya engkau
Aku yang menyelami dasar hati
Kau yang berputar-putar di atas kepala
Sementara yang lain sebagai objek
Betapa tidak pedulinya engkau
Aku yang bekerja
Kau yang memperhatikan
Sementara yang lain bergerak bersamaku
Betapa keparatnya engkau!
Wednesday, 11 April 2012
Rindu syahdu
Ketika aku merindu
Seharusnya kujaga ia di dalam kalbu
Membentuk hati sadar-jaga
Mendekatkan diri pada Sang-Pencipta
Ketika batin ini semakin bergejolak
Memecah keheningan malam atas nama rindu yang membara
Ia meluap
Dan berubah menjadi gelombang syahdu akan cinta
Maka, getaran cinta mana lagi yang kamu ragukan?
Kata cinta bukanlah kata benda
Ia adalah ruh dari setiap gerakan pembebasan
Kesucian dari Ruh Kudus bagi alam semesta
Perenungan makna akan cinta takkan pernah usai
Ia adalah sebuah rasa tanpa benda
Terasa, namun tak terlihat
Adalah kekuatan yang menyelimuti seluruh dimensi kehidupan
Seharusnya kujaga ia di dalam kalbu
Membentuk hati sadar-jaga
Mendekatkan diri pada Sang-Pencipta
Ketika batin ini semakin bergejolak
Memecah keheningan malam atas nama rindu yang membara
Ia meluap
Dan berubah menjadi gelombang syahdu akan cinta
Maka, getaran cinta mana lagi yang kamu ragukan?
Kata cinta bukanlah kata benda
Ia adalah ruh dari setiap gerakan pembebasan
Kesucian dari Ruh Kudus bagi alam semesta
Perenungan makna akan cinta takkan pernah usai
Ia adalah sebuah rasa tanpa benda
Terasa, namun tak terlihat
Adalah kekuatan yang menyelimuti seluruh dimensi kehidupan
Monday, 9 April 2012
Untuk(mu)
Ketika kulihat senyuman di wajahmu
Walau hanya sekejap saja di dalam waktuku
Bagai goresan pena lukis pada kanvas
Berbekas dalam ingatan tak berbatas
Ketika kulihat senyuman di wajahmu
Aku bertanya di dalam hatiku
Adakah beban yang kau sembunyikan?
Agar dapat kuangkat ia ke atas pundakku
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Hanya ucapan syukur yang dapat kupanjatkan kepada-Nya
Hanya ucapan terima kasih yang dapat kuberikan kepadamu
Walau seringkali, aku hanya dapat memarahimu
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Dirimu telah menjadi anugrah terindah selama selang waktu ini
Adakah hal yang dapat kulakukan tanpa melibatkanmu?
Kesabaranmu telah mencairkanku
"Mungkinkah aku jatuh cinta lagi?
Aku tak bisa menjawabnya
Biarkan waktu yang menunjukkannya
Dan biarkan Allah yang menjawab kegelisahan hati ini...
Hati ini lelah...
Lelah untuk berbagi
Karena sebenarnya
Hatiku memang tidak dapat terbagi"
Walau hanya sekejap saja di dalam waktuku
Bagai goresan pena lukis pada kanvas
Berbekas dalam ingatan tak berbatas
Ketika kulihat senyuman di wajahmu
Aku bertanya di dalam hatiku
Adakah beban yang kau sembunyikan?
Agar dapat kuangkat ia ke atas pundakku
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Hanya ucapan syukur yang dapat kupanjatkan kepada-Nya
Hanya ucapan terima kasih yang dapat kuberikan kepadamu
Walau seringkali, aku hanya dapat memarahimu
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Dirimu telah menjadi anugrah terindah selama selang waktu ini
Adakah hal yang dapat kulakukan tanpa melibatkanmu?
Kesabaranmu telah mencairkanku
"Mungkinkah aku jatuh cinta lagi?
Aku tak bisa menjawabnya
Biarkan waktu yang menunjukkannya
Dan biarkan Allah yang menjawab kegelisahan hati ini...
Hati ini lelah...
Lelah untuk berbagi
Karena sebenarnya
Hatiku memang tidak dapat terbagi"
Monday, 12 March 2012
"Mereka itu titipan. Bukanlah boneka yang kita bentuk hanya karena kita yang mengasuh mereka sejak mereka terdampar di dunia ini. Mereka juga bukanlah media sebagai pelampiasan atas hal-hal yang tidak bisa kita capai sewaktu muda. Akan ada saatnya mereka bergerak sesuai dengan pemikiran mereka sendiri dan keputusan mereka adalah hal yang mutlak bagi mereka. Tugas kita sebagai yang dititipkan hanyalah berusaha semaksimal mungkin agar apa-apa yang ia harapkan dapat tercapai. Bukankah kesuksesan mereka adalah kebahagiaan bagi kita? Dan pastinya, kesuksesan mereka adalah hal yang paling berharga bagi mereka untuk zaman baru yang akan mereka hadapi."
-Renungan tentang hakikat seorang anak
-Renungan tentang hakikat seorang anak
Sunday, 26 February 2012
Terima kasih telah menjadi cintaku selama ini...
Di setiap kejatuhanku
Di saat hilangnya kepercayaanku
Di saat-saat kesendirianku
Terima kasih telah menjadi cintaku selama ini...
Ketika emosi telah meluluh-lantakkan hatiku
Dengan sebuah nasihat lembut yang meluncur dari hatimu
Tertaut sudah layaknya air memadamkan api nurani
Tanpa kusadari
Waktu yang berjalan telah membuatku tersentak
Kali ini kau yang mampu memahamiku
Untuk semua kekhilafanku
Dalam setiap diam nya dirimu
Telah mampu mengetuk batinku yang terdalam
Dan kembali lagi kepadamu
Sebagai poros cintaku
Kau yang memantik api cinta dalam kalbu
Dan perlahan, kau pula yang menjaganya
Dengan sabarnya engkau jaga ia dari angin yang membinasakan
Atau dari luapan air yang berasal dari mangkuk kefanaan
Dan kini ku tatap hari dengan melihatmu
Ya, dengan dirimu aku melihat sebuah kemungkinan
Tidak ada keraguan yang terdapat di dalamnya
Kita lihat saja bagaimana waktu membawa kita berdua pergi
Jauh... Dan meniti langkah yang sama untuk pertemuan dibalut dengan cinta dan kerinduan yang suci... Dan aku takkan berhenti berharap dan berusaha untuk membuat diriku pantas... Izinkan hamba mengucapkan do'a terindah bagi para pecinta yang terselimuti oleh keagungan cinta-Mu di atas ubun-ubunnya...
Jadikanlah hati kami ini adalah hati yang tak henti-hentinya mengingat-Mu dan jadikanlah hati kami berdua menjadi hati yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi-Mu dan bagi kami berdua... Berikanlah hati kami kekuatan untuk saling mengerti dan memahami... Kekuatan untuk bersabar dan untuk menasihat dalam kebaikan... Kekuatan untuk saling memberi dan menerima... Serta kekuatan untuk saling mencintai dan memberikan yang terbaik... Dan rekatkanlah hati kami di dalam selimut cinta-Mu...
Telah ku azzamkan dalam hati... Karena cinta ini mengajakku untuk mendekati-Mu, maka izinkanlah kami merajut tali kasih dalam kelembutan-Mu....
Aamiin...
Di setiap kejatuhanku
Di saat hilangnya kepercayaanku
Di saat-saat kesendirianku
Terima kasih telah menjadi cintaku selama ini...
Ketika emosi telah meluluh-lantakkan hatiku
Dengan sebuah nasihat lembut yang meluncur dari hatimu
Tertaut sudah layaknya air memadamkan api nurani
Tanpa kusadari
Waktu yang berjalan telah membuatku tersentak
Kali ini kau yang mampu memahamiku
Untuk semua kekhilafanku
Dalam setiap diam nya dirimu
Telah mampu mengetuk batinku yang terdalam
Dan kembali lagi kepadamu
Sebagai poros cintaku
Kau yang memantik api cinta dalam kalbu
Dan perlahan, kau pula yang menjaganya
Dengan sabarnya engkau jaga ia dari angin yang membinasakan
Atau dari luapan air yang berasal dari mangkuk kefanaan
Dan kini ku tatap hari dengan melihatmu
Ya, dengan dirimu aku melihat sebuah kemungkinan
Tidak ada keraguan yang terdapat di dalamnya
Kita lihat saja bagaimana waktu membawa kita berdua pergi
Jauh... Dan meniti langkah yang sama untuk pertemuan dibalut dengan cinta dan kerinduan yang suci... Dan aku takkan berhenti berharap dan berusaha untuk membuat diriku pantas... Izinkan hamba mengucapkan do'a terindah bagi para pecinta yang terselimuti oleh keagungan cinta-Mu di atas ubun-ubunnya...
Jadikanlah hati kami ini adalah hati yang tak henti-hentinya mengingat-Mu dan jadikanlah hati kami berdua menjadi hati yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi-Mu dan bagi kami berdua... Berikanlah hati kami kekuatan untuk saling mengerti dan memahami... Kekuatan untuk bersabar dan untuk menasihat dalam kebaikan... Kekuatan untuk saling memberi dan menerima... Serta kekuatan untuk saling mencintai dan memberikan yang terbaik... Dan rekatkanlah hati kami di dalam selimut cinta-Mu...
Telah ku azzamkan dalam hati... Karena cinta ini mengajakku untuk mendekati-Mu, maka izinkanlah kami merajut tali kasih dalam kelembutan-Mu....
Aamiin...
Tuesday, 21 February 2012
Watch your thoughts, they become words.
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, it becomes your destiny.
-Lao-Tzu (philosopher of ancient China)
http://m.andriewongso.com/artikel/english_corner/4973/Your_Thoughts_Become_Your_Destiny/
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, it becomes your destiny.
-Lao-Tzu (philosopher of ancient China)
http://m.andriewongso.com/artikel/english_corner/4973/Your_Thoughts_Become_Your_Destiny/
Subscribe to:
Posts (Atom)