Ketika aku merindu
Seharusnya kujaga ia di dalam kalbu
Membentuk hati sadar-jaga
Mendekatkan diri pada Sang-Pencipta
Ketika batin ini semakin bergejolak
Memecah keheningan malam atas nama rindu yang membara
Ia meluap
Dan berubah menjadi gelombang syahdu akan cinta
Maka, getaran cinta mana lagi yang kamu ragukan?
Kata cinta bukanlah kata benda
Ia adalah ruh dari setiap gerakan pembebasan
Kesucian dari Ruh Kudus bagi alam semesta
Perenungan makna akan cinta takkan pernah usai
Ia adalah sebuah rasa tanpa benda
Terasa, namun tak terlihat
Adalah kekuatan yang menyelimuti seluruh dimensi kehidupan
Wednesday, 11 April 2012
Monday, 9 April 2012
Untuk(mu)
Ketika kulihat senyuman di wajahmu
Walau hanya sekejap saja di dalam waktuku
Bagai goresan pena lukis pada kanvas
Berbekas dalam ingatan tak berbatas
Ketika kulihat senyuman di wajahmu
Aku bertanya di dalam hatiku
Adakah beban yang kau sembunyikan?
Agar dapat kuangkat ia ke atas pundakku
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Hanya ucapan syukur yang dapat kupanjatkan kepada-Nya
Hanya ucapan terima kasih yang dapat kuberikan kepadamu
Walau seringkali, aku hanya dapat memarahimu
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Dirimu telah menjadi anugrah terindah selama selang waktu ini
Adakah hal yang dapat kulakukan tanpa melibatkanmu?
Kesabaranmu telah mencairkanku
"Mungkinkah aku jatuh cinta lagi?
Aku tak bisa menjawabnya
Biarkan waktu yang menunjukkannya
Dan biarkan Allah yang menjawab kegelisahan hati ini...
Hati ini lelah...
Lelah untuk berbagi
Karena sebenarnya
Hatiku memang tidak dapat terbagi"
Walau hanya sekejap saja di dalam waktuku
Bagai goresan pena lukis pada kanvas
Berbekas dalam ingatan tak berbatas
Ketika kulihat senyuman di wajahmu
Aku bertanya di dalam hatiku
Adakah beban yang kau sembunyikan?
Agar dapat kuangkat ia ke atas pundakku
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Hanya ucapan syukur yang dapat kupanjatkan kepada-Nya
Hanya ucapan terima kasih yang dapat kuberikan kepadamu
Walau seringkali, aku hanya dapat memarahimu
Untuk dirimu yang mendampingiku satu tahun ini...
Dirimu telah menjadi anugrah terindah selama selang waktu ini
Adakah hal yang dapat kulakukan tanpa melibatkanmu?
Kesabaranmu telah mencairkanku
"Mungkinkah aku jatuh cinta lagi?
Aku tak bisa menjawabnya
Biarkan waktu yang menunjukkannya
Dan biarkan Allah yang menjawab kegelisahan hati ini...
Hati ini lelah...
Lelah untuk berbagi
Karena sebenarnya
Hatiku memang tidak dapat terbagi"
Monday, 12 March 2012
"Mereka itu titipan. Bukanlah boneka yang kita bentuk hanya karena kita yang mengasuh mereka sejak mereka terdampar di dunia ini. Mereka juga bukanlah media sebagai pelampiasan atas hal-hal yang tidak bisa kita capai sewaktu muda. Akan ada saatnya mereka bergerak sesuai dengan pemikiran mereka sendiri dan keputusan mereka adalah hal yang mutlak bagi mereka. Tugas kita sebagai yang dititipkan hanyalah berusaha semaksimal mungkin agar apa-apa yang ia harapkan dapat tercapai. Bukankah kesuksesan mereka adalah kebahagiaan bagi kita? Dan pastinya, kesuksesan mereka adalah hal yang paling berharga bagi mereka untuk zaman baru yang akan mereka hadapi."
-Renungan tentang hakikat seorang anak
-Renungan tentang hakikat seorang anak
Sunday, 26 February 2012
Terima kasih telah menjadi cintaku selama ini...
Di setiap kejatuhanku
Di saat hilangnya kepercayaanku
Di saat-saat kesendirianku
Terima kasih telah menjadi cintaku selama ini...
Ketika emosi telah meluluh-lantakkan hatiku
Dengan sebuah nasihat lembut yang meluncur dari hatimu
Tertaut sudah layaknya air memadamkan api nurani
Tanpa kusadari
Waktu yang berjalan telah membuatku tersentak
Kali ini kau yang mampu memahamiku
Untuk semua kekhilafanku
Dalam setiap diam nya dirimu
Telah mampu mengetuk batinku yang terdalam
Dan kembali lagi kepadamu
Sebagai poros cintaku
Kau yang memantik api cinta dalam kalbu
Dan perlahan, kau pula yang menjaganya
Dengan sabarnya engkau jaga ia dari angin yang membinasakan
Atau dari luapan air yang berasal dari mangkuk kefanaan
Dan kini ku tatap hari dengan melihatmu
Ya, dengan dirimu aku melihat sebuah kemungkinan
Tidak ada keraguan yang terdapat di dalamnya
Kita lihat saja bagaimana waktu membawa kita berdua pergi
Jauh... Dan meniti langkah yang sama untuk pertemuan dibalut dengan cinta dan kerinduan yang suci... Dan aku takkan berhenti berharap dan berusaha untuk membuat diriku pantas... Izinkan hamba mengucapkan do'a terindah bagi para pecinta yang terselimuti oleh keagungan cinta-Mu di atas ubun-ubunnya...
Jadikanlah hati kami ini adalah hati yang tak henti-hentinya mengingat-Mu dan jadikanlah hati kami berdua menjadi hati yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi-Mu dan bagi kami berdua... Berikanlah hati kami kekuatan untuk saling mengerti dan memahami... Kekuatan untuk bersabar dan untuk menasihat dalam kebaikan... Kekuatan untuk saling memberi dan menerima... Serta kekuatan untuk saling mencintai dan memberikan yang terbaik... Dan rekatkanlah hati kami di dalam selimut cinta-Mu...
Telah ku azzamkan dalam hati... Karena cinta ini mengajakku untuk mendekati-Mu, maka izinkanlah kami merajut tali kasih dalam kelembutan-Mu....
Aamiin...
Di setiap kejatuhanku
Di saat hilangnya kepercayaanku
Di saat-saat kesendirianku
Terima kasih telah menjadi cintaku selama ini...
Ketika emosi telah meluluh-lantakkan hatiku
Dengan sebuah nasihat lembut yang meluncur dari hatimu
Tertaut sudah layaknya air memadamkan api nurani
Tanpa kusadari
Waktu yang berjalan telah membuatku tersentak
Kali ini kau yang mampu memahamiku
Untuk semua kekhilafanku
Dalam setiap diam nya dirimu
Telah mampu mengetuk batinku yang terdalam
Dan kembali lagi kepadamu
Sebagai poros cintaku
Kau yang memantik api cinta dalam kalbu
Dan perlahan, kau pula yang menjaganya
Dengan sabarnya engkau jaga ia dari angin yang membinasakan
Atau dari luapan air yang berasal dari mangkuk kefanaan
Dan kini ku tatap hari dengan melihatmu
Ya, dengan dirimu aku melihat sebuah kemungkinan
Tidak ada keraguan yang terdapat di dalamnya
Kita lihat saja bagaimana waktu membawa kita berdua pergi
Jauh... Dan meniti langkah yang sama untuk pertemuan dibalut dengan cinta dan kerinduan yang suci... Dan aku takkan berhenti berharap dan berusaha untuk membuat diriku pantas... Izinkan hamba mengucapkan do'a terindah bagi para pecinta yang terselimuti oleh keagungan cinta-Mu di atas ubun-ubunnya...
Jadikanlah hati kami ini adalah hati yang tak henti-hentinya mengingat-Mu dan jadikanlah hati kami berdua menjadi hati yang senantiasa memberikan yang terbaik bagi-Mu dan bagi kami berdua... Berikanlah hati kami kekuatan untuk saling mengerti dan memahami... Kekuatan untuk bersabar dan untuk menasihat dalam kebaikan... Kekuatan untuk saling memberi dan menerima... Serta kekuatan untuk saling mencintai dan memberikan yang terbaik... Dan rekatkanlah hati kami di dalam selimut cinta-Mu...
Telah ku azzamkan dalam hati... Karena cinta ini mengajakku untuk mendekati-Mu, maka izinkanlah kami merajut tali kasih dalam kelembutan-Mu....
Aamiin...
Tuesday, 21 February 2012
Watch your thoughts, they become words.
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, it becomes your destiny.
-Lao-Tzu (philosopher of ancient China)
http://m.andriewongso.com/artikel/english_corner/4973/Your_Thoughts_Become_Your_Destiny/
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, it becomes your destiny.
-Lao-Tzu (philosopher of ancient China)
http://m.andriewongso.com/artikel/english_corner/4973/Your_Thoughts_Become_Your_Destiny/
Thursday, 9 February 2012
They don't know, that disappointed is another kind of love. If you have no love on it, then, why you have to be disppointed? Because of love, comes so many hopes from us... After a hope has been rooted deeply on your heart, and then what we saw...and what we experienced was different from what we hope before. So comes a heartbreak "here"..
So, a heartbreak is everywhere, just like love and hopes used to.. But then, comes a big question, do we deserve to dare not to have any hope because we afraid in the end we will got disappointed? The answer is, of course not.
Because of that hopes, we will be fully charged to face this world. Because of that hopes, makes us work, always do and give the best in every single glance of our life. And also, that hopes makes us exist. Don't be dare to hope for a heaven.
"Mereka tidak tahu, bahwa kecewa itu tanda cinta. Kalau tidak cinta, tidak mungkin kecewa. Karena cinta, maka muncullah berbagai harapan kita. Setelah harapan tertanam, ternyata apa yang kita lihat dan kita alami tidak seperti yang diharapkan. Maka muncullah kecewa.
Jadi, kecewa itu ada dimana-mana, karena cinta ada dimana-mana, karena harapan ada dimana-mana. Namun muncul pertanyaan, pantaskah kita tidak berani memiliki harapan karena takut dikecewakan ? Jawabannya jelas, tidak pantas !
Karena harapan itulah yang membuat kita bersemangat, karena harapan itulah yang membuat kita bekerja, karena harapan itulah yang membuat kita selalu berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik, bahkan karena harapan itu pula yang membuat kita ada. Jangan takut memiliki harapan masuk surga."
-Rahman Fadli - PBR 2009 -Ketum BEMJ Bio 2011-2012
So, a heartbreak is everywhere, just like love and hopes used to.. But then, comes a big question, do we deserve to dare not to have any hope because we afraid in the end we will got disappointed? The answer is, of course not.
Because of that hopes, we will be fully charged to face this world. Because of that hopes, makes us work, always do and give the best in every single glance of our life. And also, that hopes makes us exist. Don't be dare to hope for a heaven.
"Mereka tidak tahu, bahwa kecewa itu tanda cinta. Kalau tidak cinta, tidak mungkin kecewa. Karena cinta, maka muncullah berbagai harapan kita. Setelah harapan tertanam, ternyata apa yang kita lihat dan kita alami tidak seperti yang diharapkan. Maka muncullah kecewa.
Jadi, kecewa itu ada dimana-mana, karena cinta ada dimana-mana, karena harapan ada dimana-mana. Namun muncul pertanyaan, pantaskah kita tidak berani memiliki harapan karena takut dikecewakan ? Jawabannya jelas, tidak pantas !
Karena harapan itulah yang membuat kita bersemangat, karena harapan itulah yang membuat kita bekerja, karena harapan itulah yang membuat kita selalu berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik, bahkan karena harapan itu pula yang membuat kita ada. Jangan takut memiliki harapan masuk surga."
-Rahman Fadli - PBR 2009 -Ketum BEMJ Bio 2011-2012
Friday, 13 January 2012
Sebuah cerita
Bagian V
Rembulan
Aku telah cukup lama menanti. Dan kini,kedekatanku dengan Khafiya jauh lebih baik daripada saat-saat pertama bertemu. Bersama dengannya,aku melukis langit dengan jari-jari tangannya yang lembut. Dan ketika malam tiba,aku menatap langit yang gelap gulita. Sang-Rembulan seakan sedang tidak ingin menatapku.
Namun itu cukup untuk membuatku membuka kembali ingatanku di waktu lampau.
Aku teringat tentang pertemuan pertamaku dengan Wulan,sebuah oasis kecil di tengah padang pasir yang luas itu. Waktu itu aku masih terlalu muda untuk memahami arti cinta. Yang kurasakan hanya canda dan tawa di setiap waktunya. Walaupun terkadang ia menggangguku,tapi tetap saja semua akan kembali seperti sedia kala.
Lalu aku teringat tentang pertemuanku dengan Sang-Lautan,Rana. Entahlah… Aku tidak merasakan apa-apa ketika mengingat itu. Karena yang kutahu,sifat yang ia miliki seperti dirinya apa adanya. Ia membawaku dengan lembut ketika bulan purnama memancarkan kecantikannya. Namun ia mencampakkanku ketika bulan gelap. Seperti itulah yang ia miliki. Pasang surut mengikuti keadaan yang ia miliki dan yang sedang ia alami. Setidaknya itu memberikan peringatan bagiku untuk waktu yang sedang merajut kejadian-kejadian yang akan aku alami.
Dan tanpa kusadari,sebuah awan putih melintas di atas pandanganku. Memang bukan Lina,tetapi itu cukup untuk membuatku memutar kembali rekaman yang dahulu.
Ya…Dirinya seperti awan itu. Ia lembut,cantik dan menawan serta meneduhkan para pengembara. Namun harus kuakui,segala sesuatunya hampir tidak pasti. Disaat cahaya menerpa tubuhnya,ia akan tidak terlihat. Dan disaat cahaya yang ada berada pada kondisi yang ideal,ia akan terlihat indah. Tapi apakah harus seperti itu? Sudahlah,aku hanya bisa menertawakan masa lalu.
Ternyata aku terlalu terbawa suasana saat itu hingga aku tidak menyadari bahwa Sang-Ruby hijau itu telah berada di sampingku. Harus ku akui,ia jauh lebih matang dalam berfikir daripada diriku. Namun tetap saja,terkadang ia keras kepala walaupun aku terkadang jauh lebih keras kepala daripada dirinya.
Aku pikir aku saat ini sedang berkhayal. Tapi ternyata tidak.
Dan aku sedang berada pada waktu dimana Sang-Rembulan mulai tergelincir menuju peraduannya. Sejenak,aku memejamkan mataku untuk merasakan manisnya udara malam hari dan harumnya wewangian yang ia pakai dari tubuh-tubuh bunga yang menebarkan pesonanya bagi para makhluk nocturnal. Sebuah kecantikan yang tersembunyi dibalik selimut malam.
Dan disaat aku membuka mataku,semburat cahaya kehijauan berjalan melintas di hadapanku dengan jelasnya. Dan aku berfikir bahwa itu adalah Aurora. Begitu indah…
Hampir saja aku terlambat menyadari bahwa Sang-Ruby tengah memudar...
(28 Mei 2011)
Subscribe to:
Posts (Atom)