Monday, 13 September 2010

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan yang baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

-Kahlil Gibran

(dengan ini,saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh teman-teman yang telah mendukung saya dan memberi saya semangat serta selalu menemani saya dikala saya butuh. Dan terima kasih banyak untuk kedua orang tua serta sanak keluarga,untuk Dede aji (Kawan SD), Panji Saputra , Risma Aris Sandi(Sobat SMP), Hafiyanda Razan,Arreza Pramudia,Abdul Rahman,Hamzah Izzulhaq kawan2 X-6, Teman-teman XI IPA 4 dan XII IPA 4 serta untuk Cut Sarah Medina dan Yunevialkha)
Selamat datang, Cinta...
Rengkuhlah aku ke haribuan pelukanmu yang memabukkan!
Terbangkanlah aku ke hamparan luas cakrawala yang tak bertepi...
Agar aku kian mengerti segala rahasia kehidupan yang selama ini tersembunyi..

-Kahlil Gibran

Sunday, 12 September 2010

Sinar rembulan terangi malam ini
Sambutan riang nokturnal alam sunyi
Dibalik cerahnya pesan damai
Mengajari pesan yang tak sampai

Tatkala fajar menampakkan diri
Terukir jelas kerinduan sang mentari
Terhadap sang rembulan yang telah beranjak pergi
Entah kapan kan bertemu lagi

Seberkas ketenangan yang telah sang rembulan torehkan di dunia ini
Membuat sang mentari terlepas dari alam sadarnya
Kerinduan untuk menenangkan hati yang telah lama gundah
Berharap tuk bertemu denganmu wahai purnama nan lembut

-Narayana

Batas

Kita itu sama.
Layaknya matahari dan bulan.
Mereka bersama menyinari alam ini.
Namun mentari merona merah dikala mereka bekerja keras
Sedangkan sang rembulan tersenyum ayu dikala mereka terlelap

Kita itu sama.
Layaknya burung di udara dan ikan di lautan.
Mereka bersama melayang di dunia ini.
Namun burung melayang tanpa batas yang dia fikirkan
Sedangkan ikan melayang dalam dunia bawah laut yang dia harapkan

Dan sedangkan saat ini yaa kawan.
Masihkah kau menemukan bahwa kita ini sama?
Tergaris jelas bahwa dunia kita terpisah dan terlepas
Masihkah kau berkata bahwa kita sama?

Namun yang jelas wahai saudaraku
Layaknya matahari dan rembulan nan ayu.
Umpama burung dan ikan di lautan
Itu semua tak lain dan tak bukan adalah hanya makhluk
Makhluk yang tercipta oleh kehendak Yang Maha Kuasa

-Narayana

Asa di penghujung hari

Ketika malam menyelimuti bumi
Alam pun kian berseri di akhir hari
Detik waktu pun mulai terganti
Di setiap hela nafas pelantun ayat samawi

Demi langit yang memayungi
Dan demi bumi yang berdiam diri
Sampaikanlah isi hati sang pelantun suci
Menuju Arasy Sang Pencipta bumi dan seisi

Wednesday, 11 August 2010

Telah sampai nafasku ini

Dalam sebuah simpul suci nan fitri

Selayang pandang jiwaku ini

Menemui-Mu wahai Illahi Rabbi

Engkau tebarkan kolam-kolam berkah-Mu

Dalam hidup yang gersang nan malang

Engkau basuhkan air yang melegakan

Dalam hati yang lelahkan ku

Aku buktikan cinta ini pada-Mu

Janganlah Engkau meninggalkan daku

Aku buktikan dengan kesetiaannku

Namun lebih indah balasan dari-Mu

Tibalah saat kita bersama

Ingatkan diri akan sebuah kemenangan

Nan indahlah hari yang dijanjikan

Cerita cinta kita dalam satu kertas putih

-M.Nicova

Sunday, 1 August 2010

Ungkapan Hati

Aku hanya tetap melangkahkan kakiku dalam ketir dunia

Aku melangkahkannya demi keridha’an-Nya kepadaku

Dan kini aku terhenti dalam sebuah bahasa yang lelahkanku

Bahasa cinta-Nya yang agung telah menghentikanku


Dan kulepas pandangku padamu wahai purnamaku

Namun kau tak bergeming, terdiam dan membisu

Kuhargai pilihanmu menahannya untuk saat ini

Dan aku pun memeliharanya hingga kau kembali


Namun kini ku terdiam membisu di hadapan kenyataan

Bahwa ini semua telah ditentukan oleh-Nya

Mungkinkah ku harus melupakanmu,wahai dinda?

Yang telah memenuhi relung hati yang tlah lama sirna


Dan kini telah kuputuskan akan semua yang menghantuiku

Aku akan memberikan cintaku ini seutuh-utuhnya

Hanya untuk wanita yang ditakdirkan-Nya tuk slalu bersamaku

Yang kan mendampingi dan menjagaku slalu


Aku sangat mencintaimu wahai adinda purnama

Namun ini sungguh sangat mulia tuk kuungkapkan dengan kata

Hingga akhirnya aku hanya menyimpan ini jauh di lubuk hatiku

Kubiarkan ini terus tumbuh disaat ku menunggumu pulang