I want to live forever
And if I could live forever
Everything would be granted
All sorts of things
Keep having their way with me
All the time I have to live
Warping where my dreams will go
Eventhough they're so important to me
If it's all I can right now
I'll go eat something sweet
Stop thinking like that
It's meaningless to talk
So I look back at the path I walked and
Realize that I can surpass this hurdle
With all burden on my shoulder
None of them could make me stop to walk again.
Tuesday, 4 February 2014
I open my eyes again to a sleepy morning.
I tighten the tie around my neck
When I pass through the door of the classroom
I puff my chest out with a little bit of pride
A wind that blows past everyday life
I thought I heard it
I thought I felt it
I felt it would come now...
I watched countless stars as they vanished...
I waved goodbye, "I'm glad.."
I've always walked alone.
And when I turned around, everyone's far behind...
Even so, I kept walking.
That was what strength was...
I'm not afraid of anything anymore...
I try to whisper to myself
"Everyone becomes alone someday....
They live on only in memories...
So I can laugh with my heart, even in this loneliness
I will fight.
I will show no tears..."
A picture up there...
Yeah, I saw all of you again there...
With our mere body, with smile on our face.
Now is my time to be with you all....
Monday, 13 January 2014
Syair adalah kepercayaan bagi para penyair...
Pandangan yang luas...
Pemikiran yang bebas...
Namun, penyair adalah manusia...
Mereka dapat tersesat di dalam gua kebebasan berfikir...
Mereka dapat terjatuh dalam jurang kehampaan logika...
Idealisme berfikir.
Mengolah kata dan menyandingkannya dengan realita...
Menasihati seperti tidak menasihati.
Menghibur seperti tidak menghibur.
Mengungkapkan pemikiran dengan lebih lembut.
Apalah arti seorang penyair?
Kehidupannya baru saja dimulai ketika kematian menjemput...
Namun itupun bila, ia memiliki idealisme yang sesuai dengan apa yang kebenaran dari langit katakan...
Karna kebenaran itu tegas, setegas seorang ayah yang memastikan calon pendamping bagi anak gadisnya kelak...
Pandangan yang luas...
Pemikiran yang bebas...
Namun, penyair adalah manusia...
Mereka dapat tersesat di dalam gua kebebasan berfikir...
Mereka dapat terjatuh dalam jurang kehampaan logika...
Idealisme berfikir.
Mengolah kata dan menyandingkannya dengan realita...
Menasihati seperti tidak menasihati.
Menghibur seperti tidak menghibur.
Mengungkapkan pemikiran dengan lebih lembut.
Apalah arti seorang penyair?
Kehidupannya baru saja dimulai ketika kematian menjemput...
Namun itupun bila, ia memiliki idealisme yang sesuai dengan apa yang kebenaran dari langit katakan...
Karna kebenaran itu tegas, setegas seorang ayah yang memastikan calon pendamping bagi anak gadisnya kelak...
Monday, 6 January 2014
Power(less)?
If power is something that you can gained easily...
Then, this world is nothing than a wild forest-law to form a supremacy.
If power is all about strength...
Let's pray for the weak who can't survive...
And for those who born as a weak person...
If power is all about intelligence...
Let's pray for those who born retarded...
And those who can't excel at anything like what that old teacher asking for...
If power comes from your blood...
Let's pray for those who born unlucky...
Those who have red-blood...
If power is all about creativity...
Let's pray for...
Wait a minute!
Is there someone who born without a creativity?
Have you ever seen a baby, a child or a teenager not doing something that we call "naughty"?
Creativity is something you can learn and develop...
Creativity has no limit!
Its limit is just when you stop to try and learn.
Be grateful to your God...
To create a path to live better in a simple way...
But why does humans being still live like an animal's life?
I hope You forgive me for all of my sins, Yaa Rabbi, Yaa Kariim Yaa Ghafuur Yaa Allah...
Then, this world is nothing than a wild forest-law to form a supremacy.
If power is all about strength...
Let's pray for the weak who can't survive...
And for those who born as a weak person...
If power is all about intelligence...
Let's pray for those who born retarded...
And those who can't excel at anything like what that old teacher asking for...
If power comes from your blood...
Let's pray for those who born unlucky...
Those who have red-blood...
If power is all about creativity...
Let's pray for...
Wait a minute!
Is there someone who born without a creativity?
Have you ever seen a baby, a child or a teenager not doing something that we call "naughty"?
Creativity is something you can learn and develop...
Creativity has no limit!
Its limit is just when you stop to try and learn.
Be grateful to your God...
To create a path to live better in a simple way...
But why does humans being still live like an animal's life?
I hope You forgive me for all of my sins, Yaa Rabbi, Yaa Kariim Yaa Ghafuur Yaa Allah...
Thursday, 14 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Bismillah :)
Allah, alhamdulillah hari ini agenda selesai jugaaa~
Dimulai dari pagi grasak-grusuk, trus nyempetin kuliah PPEP sebentar, abis itu langsung cau ke Balai Sudirman sampai jam 4 sore, pulang ke rumah nenek buat buka puasa dulu terus lanjut cao lagi ke Tebet untuk ikutan "pengajian" bisnis di tempatnya Mas Mono :)
Apa yaaa, hari ini wonderful lah pokoknya, banyak ilmu bertebaran, banyak kenalan baru dan pokoknya banyak banget Allah melimpahkan rahmat-Nya untuk menghibur diri hamba-Nya yang sempat sedang mengalami down dan agak stress dikit dalam dua minggu terakhir, hehehe.
Oke, mau sharing aja kali ya, karna ada yang minta juga, tapi saya hanya sharing hal yang sudah saya akui kebenarannya dan bukan sharing ilmu yang belum saya praktikkan ya :) Saya takut kena dosa jariyah :o
Oke, kita mulai dari filosofi Pancasila dulu deh :D
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
Apa maksudnya?? Itu artinya, sebelum kau kau pada memulai aktivitas, kudu inget, saha nu ngaciptakeun maneh?? Ngadep, sungkem, nangis, pokok'e semuane kau lakukan. Tidak ada kesombongan yang tertinggal sedikit pun di hati :) Jangan kayak saya, sekalinya sombong, langsung dibales pol-polan sama Allah dengan "feeling" hampir mati dan bener-bener dibuat nyerah begitu aja :o
Pokoknya inget, Tuhan itu nomor 1, titik!
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Opo meneh iki?? Ini tuh maksudnya, kalo udah deket sama Tuhan kalian (kalau saya sih sama Allah :) ), jangan lupa, ada manusia dan makhluk ciptaan-Nya yang lain yang membutuhkan keberadaan diri kalian pula :) Tebar manfaat kalian seluas-luasnya, jangan pelit untuk bermanfaat *tamparan banget nih*
3. Persatuan Indonesia
Ini?? Maksudnya, ayo cari komunitas yang sesuai sama diri kalian :) Karna kalau kalian sendiri-sendiri, kalian akan sangat sulit untuk bisa survive di dunia ini :) So, ayo cari kelompok kalian :D Dan, jangan lupa pererat tali silaturahim :) Caranya gimana?? Kalau saya lebih prefer mendatangi rumah mereka :)
4. Kerakyatan yang DIPIMPIN
Rakyat aja butuh DIPIMPIN, masa elo ndak?? :) Maksudnya, itu bahwa kita harus mencari seorang guru bagi diri kita sendiri. Seorang guru atau mungkin lebih enak saya sebut mentor yang tahu mau kemana kita dan kita juga tahu mau kemana, sehingga kita tidak salah pilih PEMIMPIN :)
5. Keadilan sosial
Artinya, apapun yang terjadi, kita harus adil dan bisa membentuk WIN WIN SOLUTION kalau ada masalah :) Jangan egois, jangan mau menang sendiri. Karna ga mungkin kita menang kalau ga ada pihak yang kalah, betul ndak?? hehehe
Nah, itu intisari yang bisa saya sampaikan karna itu yan paling nampol parah sih, hehehe.
Kalau ilmu yang lain, kayak ternak ikan, atau mungkin jurus flip properti atau ternak rumah dan lain sebagainya, saya takut untuk nge-sharenya karna saya takut ada kesalahan dalam penyampaian :)
Sekali lagi, bukan karna saya pelit, tapi saya takut kena dosa jariyah :( Udah mah belum praktekkin, baru tau cuma karna baru denger, udah maen asal share kan bahaya :)
Sebelum ditutup, mau ngucapin selamat ulang tahun untuk adik bungsu saya yang paling mirip kelakuannya waktu kecil sekarang sama abangnya ini kalau kata mamah sama papah, hehehe.
Semoga jadi adik yang baik, pintar, shalih, rajin belajar dan nurut sama mamah papah ya Muhammad Fadhil Rusdiyanto :) Umur kamu beda sepuluh tahun kurang 6 hari sama abangmu ini, hahaha
At last, thank you for reading :)
Allah, alhamdulillah hari ini agenda selesai jugaaa~
Dimulai dari pagi grasak-grusuk, trus nyempetin kuliah PPEP sebentar, abis itu langsung cau ke Balai Sudirman sampai jam 4 sore, pulang ke rumah nenek buat buka puasa dulu terus lanjut cao lagi ke Tebet untuk ikutan "pengajian" bisnis di tempatnya Mas Mono :)
Apa yaaa, hari ini wonderful lah pokoknya, banyak ilmu bertebaran, banyak kenalan baru dan pokoknya banyak banget Allah melimpahkan rahmat-Nya untuk menghibur diri hamba-Nya yang sempat sedang mengalami down dan agak stress dikit dalam dua minggu terakhir, hehehe.
Oke, mau sharing aja kali ya, karna ada yang minta juga, tapi saya hanya sharing hal yang sudah saya akui kebenarannya dan bukan sharing ilmu yang belum saya praktikkan ya :) Saya takut kena dosa jariyah :o
Oke, kita mulai dari filosofi Pancasila dulu deh :D
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
Apa maksudnya?? Itu artinya, sebelum kau kau pada memulai aktivitas, kudu inget, saha nu ngaciptakeun maneh?? Ngadep, sungkem, nangis, pokok'e semuane kau lakukan. Tidak ada kesombongan yang tertinggal sedikit pun di hati :) Jangan kayak saya, sekalinya sombong, langsung dibales pol-polan sama Allah dengan "feeling" hampir mati dan bener-bener dibuat nyerah begitu aja :o
Pokoknya inget, Tuhan itu nomor 1, titik!
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Opo meneh iki?? Ini tuh maksudnya, kalo udah deket sama Tuhan kalian (kalau saya sih sama Allah :) ), jangan lupa, ada manusia dan makhluk ciptaan-Nya yang lain yang membutuhkan keberadaan diri kalian pula :) Tebar manfaat kalian seluas-luasnya, jangan pelit untuk bermanfaat *tamparan banget nih*
3. Persatuan Indonesia
Ini?? Maksudnya, ayo cari komunitas yang sesuai sama diri kalian :) Karna kalau kalian sendiri-sendiri, kalian akan sangat sulit untuk bisa survive di dunia ini :) So, ayo cari kelompok kalian :D Dan, jangan lupa pererat tali silaturahim :) Caranya gimana?? Kalau saya lebih prefer mendatangi rumah mereka :)
4. Kerakyatan yang DIPIMPIN
Rakyat aja butuh DIPIMPIN, masa elo ndak?? :) Maksudnya, itu bahwa kita harus mencari seorang guru bagi diri kita sendiri. Seorang guru atau mungkin lebih enak saya sebut mentor yang tahu mau kemana kita dan kita juga tahu mau kemana, sehingga kita tidak salah pilih PEMIMPIN :)
5. Keadilan sosial
Artinya, apapun yang terjadi, kita harus adil dan bisa membentuk WIN WIN SOLUTION kalau ada masalah :) Jangan egois, jangan mau menang sendiri. Karna ga mungkin kita menang kalau ga ada pihak yang kalah, betul ndak?? hehehe
Nah, itu intisari yang bisa saya sampaikan karna itu yan paling nampol parah sih, hehehe.
Kalau ilmu yang lain, kayak ternak ikan, atau mungkin jurus flip properti atau ternak rumah dan lain sebagainya, saya takut untuk nge-sharenya karna saya takut ada kesalahan dalam penyampaian :)
Sekali lagi, bukan karna saya pelit, tapi saya takut kena dosa jariyah :( Udah mah belum praktekkin, baru tau cuma karna baru denger, udah maen asal share kan bahaya :)
Sebelum ditutup, mau ngucapin selamat ulang tahun untuk adik bungsu saya yang paling mirip kelakuannya waktu kecil sekarang sama abangnya ini kalau kata mamah sama papah, hehehe.
Semoga jadi adik yang baik, pintar, shalih, rajin belajar dan nurut sama mamah papah ya Muhammad Fadhil Rusdiyanto :) Umur kamu beda sepuluh tahun kurang 6 hari sama abangmu ini, hahaha
At last, thank you for reading :)
Tuesday, 12 November 2013
Aku menemukan sebatang besi yang berdebu di pingir jalan.
Kuhentikan langkahku dan kutatap batang besi di tepi jalan berbatu ini.
Milik siapa kah batang besi berdebu ini?
Aku menoleh ke sekitarku untuk melihat, apakah ada yang memiliki batang besi berdebu ini.
Selama satu hari, aku menanti di tempat itu.
Tidak ada yang datang untuk mengambil batang besi ini.
Aku ambil ia dari atas tanah dan kumasukkan ke dalam tas kulit yang menggantung di punggungku ini.
"Baiklah, akan kurawat engkau sesampainya di rumahku nanti."
Beberapa hari perjalanan telah berlalu dan kakiku pun telah rindu dengan derit lantai rumahku.
Kuhentikan langkahku dan kutatap batang besi di tepi jalan berbatu ini.
Milik siapa kah batang besi berdebu ini?
Aku menoleh ke sekitarku untuk melihat, apakah ada yang memiliki batang besi berdebu ini.
Selama satu hari, aku menanti di tempat itu.
Tidak ada yang datang untuk mengambil batang besi ini.
Aku ambil ia dari atas tanah dan kumasukkan ke dalam tas kulit yang menggantung di punggungku ini.
"Baiklah, akan kurawat engkau sesampainya di rumahku nanti."
Beberapa hari perjalanan telah berlalu dan kakiku pun telah rindu dengan derit lantai rumahku.
Kusapa rerumputan teras rumahku dan kuperkenalkan mereka dengan bawaanku yang kutemukan di perjalanan.
Kusapa burung-burung yang hinggap di pepohonan dan kuperkenalkan dengan besi itu.
"Sebuah hari yang indah, akan kupercantik dirimu setelah aku beristirahat".
Keesokan harinya, kusiapkan air dari mata air Kesucian dalam sebuah bak Pengampunan.
Kuambil batang besi itu dan kubasuh perlahan.
Kuusap perlahan agar debu-debu Kehidupan yang telah menempel padanya dapat meluruh bersama dengan do'anya.
Dan kupanjatkan lantunan do'aku untuk menyertai do'anya...
Setelah ia terlihat lebih baik dari pertama kita bertemu, aku persiapkan lagi sebuah pemanas.
"Kali ini, akan sedikit sakit, namun akan kujadikan engkau sebuah pedang yang indah. Dan akan ku ukir do'aku nanti untuk mempercantik keberadaanmu."
Dan Tungku Ujian Kehidupan pun kunyalakan, kulihat apinya sangat merah membara.
"Akan kutinggal kau untuk sementara di tempat ini hingga engkau cukup lembut untuk ku bentuk menjadi sesuatu yang baru."
Dan aku pun menyiapkan Altar Penempaan untuknya.
Mempersiapkan Palu Hikmah di dekat altar dan ku siapkan pula Air dari Lembah Kebijaksanaan untuk membasuhnya.
Tak lama kemudian, kuangkat besi yang sedang merah membara itu dan kuletakkan ia di atas Altar Penempaan baginya.
Kubentuk ia menjadi bentuk pedang yang kuinginkan.
Bentuk pedang terindah yang ada dalam bayanganku.
Dan kali ini, akan kutuangkan bayangan itu ke dalam dirimu.
Beberapa kali engkau melawan dan melukai tanganku, melalui percikan api dari benturan palu dengan dirimu.
Namun aku tersenyum, karna aku merasa hasilnya akan indah.
Hingga akhirnya, terbentuk sudah dirimu yang baru.
Masih merah menyala, namun lebih indah dari sebelumnya.
Dan kubiarkan dirimu berendam di dalam Air dari Lembah Kebijaksanaan.
Dan akhirnya, aku melihat bayangan itu menjadi nyata di dalam dirimu.
Kuangkat engkau dan kupandang lekat, "Betapa bahagianya aku hari ini!"
Akhirnya, kusambungkan dirimu dengan kerendahan hati dari sebuah gagang pedang yang indah.
Dan kupasangkan engkau dengan sebuah hijab indah yang terbuat dari untaian do'a.
Dan ku ukir dirimu dengan harapan.
Kupasang dirimu selalu di sampingku dan kubawa pergi berkelana kemanapun aku pergi.
Hingga akhirnya, hari itu tiba.
Aku harus menguji dirimu dalam sebuah kejadian.
Dan ternyata, yang bisa engkau lakukan hanyalah melukai diriku.
Engkau seperti pedang bermata terbalik.
Tidak berbahaya bagi yang lain, namun berbahaya bagi yang memilikimu...
Subscribe to:
Posts (Atom)