Thursday, 24 January 2013

Oh, hai, apa kabar?
Bagaimana keadaanmu hari ini?
Semoga baik-baik saja.
Bagaimana kuliahnya? Lancar?
Ya, aku juga.

...

Monday, 14 January 2013


Now that I’m all alone in this world
What should I feel and think?
After we spend countless days together
And shared our feelings
We will never be truly apart
I took you for granted, and now you are gone
That’s the pain I’ve come to bear
Even if I had held onto your hand when you left me
And not let you go
I would have done it purely out of self interest
I’m such a horrible liar
When I whispered that I was doing it all for you
You had already stopped believing it
Now I run to you to make up for it
No matter how often I may fall or get lost
Wait for me, I’m coming to meet you
No matter what hardships may await me

Sunday, 6 January 2013

Tuesday, 1 January 2013

Jika ada yang mengatakan "Musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri." maka aku akan mengangguk setuju...

Kau tahu, hidup dalam bayang-bayang perbandingan dan harapan yang besar, membuat kehidupanku dulu cukup rumit. Pilihan menjadi sesuatu yang sangat langka untuk menentukan hidupku sendiri. Segala macam nasihat dan pertimbangan yang ada pun jika kuingat kembali, semuanya seakan dipaksakan agar aku terima dengan lapang. Kesalahan bukanlah pilihan... Dan karena itulah, aku lebih membenci diriku sendiri...

Terkadang aku bertanya, mengapa kalian dapat dengan mudah terlihat melupakan kesalahan kalian? Apakah kalian memiliki kemampuan menghapus memori? Atau mungkin, aku yang primitif di antara kalian semua?

Kau tahu, kesalahan di kala pagi itu membuatku tersadar bahwa aku tidak pernah bisa memahami melalui sikap... Bahasaku adalah kata, sedangkan sikap dan emosi adalah hal yang nisbi... Pun aku tidak dapat menepati janji...


Maaf jika sunyi menyelimuti esok pagi. Karena aku melempar belati yang melukai diriku sendiri, maka aku hina dan tidak dapat menutupi luka. Selamat tinggal lipatan kesedihan dari wajah itu, lepaskan sebuah senyuman untuk ia yang tenggelam di dalam palung keputus asaan...

Friday, 14 December 2012

Mungkin, inilah efek dari sebagian dzat-Nya yang ia sebarkan kepada manusia di masa penciptaan...
Hati yang bersih akan sangat mudah merasakan takut, khawatir dan semacam bisikan halus bila ia salah...
Ia nya selalu gelisah tatkala setelah melakukan sesuatu yang (tidak benar) walaupun menurut masyarakat adalah wajar...
Ia nya adalah yang menangis, tatkala melihat kebesaran Tuhannya ketika membolak-balikkan hati manusia...

Bersyukurlah, ketika Tuhanmu masih menjaga semua aib mu itu...
Dan nasihatilah saudaramu dalam kebaikan dan kesabaran...
Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat...
Berikanlah makan anak yatim...
Dan mulailah semua kegiatanmu dengan mengucap basmallah...
Karena jika engkau tidak sedang melakukan kebaikan, maka engkau sedang berada dalam keburukan...

Ibadah bukanlah sebuah ritual belaka...
Ia nya ada di dalam hati setiap manusia...
Sebagai bentuk penghambaan dan kebutuhan serta tanda syukur kepada-Nya...
Di dalam hati ia memahami...
Dengan raga ia berbuat...

Friday, 23 November 2012

LUKISAN. Adanya, ia indah dengan keteraturan dan dengan ketidakteraturan. Dengannya, beberapa orang dapat memahami dan menikmati keindahannya. Namun ada pula yang tidak mengerti hingga bertanya abu-abu. Ia nya adalah representasi dari kehidupan ini. Ketika kuas telah tercelup dan tinta telah menyentuh kanvas, maka tidak ada hal yang dapat merubahnya. Arahnya adalah gerakan tangan. Warnanya adalah pikiran. Dan bentuknya adalah raga.

Thursday, 15 November 2012

Amati dan dengarkan

Aduh, kalo diliat-liat, kayaknya ga ada perkembangan materi bahasan nih. Padahal, sudah cukup banyak hal yang didapatkan, namun sulit sekali untuk menceritakannya kembali.

Coba kita bahas hal baru deh

Hm, berbicara tentang kehidupan, ternyata semua hal (bahkan hal paling sepele pun) yang kita kerjakan akan sangat menggambarkan siapa diri kita sebenarnya. Ga percaya? Coba saja cek dengan keadaan lingkungan sekitar dan dengan teman-teman di sekitar kalian. Bandingkan tebakan kalian tentang sifat mereka dan juga dengan sikap mereka. Mungkin ada yang merasa berbeda? Ya, itu pun tidak saya pungkiri, pasti akan ada perbedaan juga. Penyebabnya apa? Coba, dilihat, saat kalian mengamati teman tersebut, sedang berada di lingkungan yang seperti apa? Mungkin sepintas terlihat sepele, tapi justru disinilah letak perbedaan dan pendalaman akan pemahaman kita tentang "siapa sih teman kita itu?".

Konsep dasar dari memahami sebenarnya adalah dengan mengamati terus menerus. Amati, amati dan amati terus. Lalu, bandingkan antara segmen kehidupan yang satu dengan segmen kehidupan yang lainnya. Sejatinya, sikap mengamati ini justru seringkali diabaikan oleh sebagian besar manusia. Mengapa? Mungkin atas landasan argumen tentang "sekarang zaman keras bro, gue harus hidup dulu, baru memikirkan orang lain." maka kita melupakan hal-hal penting yang terjadi antara kita dengan keluarga kita atau dengan teman kita ataupun dengan Tuhan kita.

Sama hal nya dengan mendengar. Hal dasar lainnya yang harus dimiliki manusia adalah kemampuan untuk mendengarkan. Mendengarkan dalam arti fokus, bukan hanya asal pasang kuping saja.
We have to be a good listener. Mengapa dalam bahasa Inggris pun kata "mendengar" memiliki dua kosakata, yaitu "listen" dan "hear"? Karena tadi, listen itu fokus, dan hear itu hanya asal lewat saja.


Lalu, apa sih keuntungan dari mendengarkan dan mengamati itu?

Sejatinya, antara manusia dengan binatang ada beberapa kemampuan yang sama. Jika pada hewan disebut insting, yaitu kemampuan untuk membaca situasi dan menyimpulkan dengan cepat serta kemampuan untuk menilai keadaan dan individu, maka pada manusia kemampuan itu disebut sebagai "intuisi".

Dengan sering mendengarkan dan mengamati, kita sebenarnya melatih hati kita untuk lebih peka dengan lingkungan sekitarnya. Kepekaan inilah, yang akan sangat bermanfaat bagi kita pribadi. Mengapa, karena dengan hati yang bersih dan "peka", kita akan dengan sangat mudah menilai, apakah hal yang kita lakukan ini baik atau tidak. Bahasa gaulnya itu dibilang "sensitif". Ga ada masalah untuk dibilang sensitif. Justru seharusnya kita bangga. Bangga karena kemampuan ini hanya dimiliki oleh sedikiiiiiit sekali manusia yang hidup di Bumi.

Intuisi akan sangat membantu kita dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan hingga memilih teman pun dapat dengan mudah dilakukan jika kita memiliki kemampuan intuisi yang sangat baik.


Jadi kawan-kawan sekalian, mari kita coba bersama-sama untuk melatih kepekaan kita terhadap lingkungan dan terhadap masyarakat di sekitar kita. Karena kita, generasi muda ini adalah calon pemimpin masa depan. Dan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki kemampuan intuisi yang baik pula. Apa jadinya kalau pemimpin lambat dalam mengambil keputusan? Hayoo, bagaimana coba?? Maka sekali lagi, mari kita asah kemampuan intuisi kita agar kita lebih berdaya guna di masyarakat sekitar kita.