Jadi ini rasanya menjadi lilin?
Berusaha menerangi sekitarnya, namun habis sudah dirinya terbakar.
Jadi ini rasanya menjadi lampu?
Berusaha memberikan cahaya lebih, namun habis diri ini terpanggang
Friday, 19 October 2012
Wednesday, 17 October 2012
penyakit hati
Penyakit hati
HATI (bahasa Arab
Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik,
maka baik pula seluruh amal kita:
Rasulullah saw.
bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila
ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak
pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam
Al-Bukhari)
Sebaliknya, orang
yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam
keadaan kafir.
“Orang-orang yang di
dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran
mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan
kafir.” [At Taubah 125]
Oleh karena itu
penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena bisa
mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.
Kita perlu mengenal
beberapa penyakit hati yang berbahaya serta bagaimana cara menyembuhkannya.
Sombong
Sering orang karena
jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap
rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah
Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia
yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.
Allah melarang kita
untuk menjadi sombong:
“Janganlah kamu
berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali
tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi
gunung.” [Al Israa’ 37]
“Janganlah kamu
memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di
muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]
Allah menyediakan
neraka jahannam bagi orang yang sombong:
“Masuklah kamu ke
pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah
seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min 76]
Kita tidak boleh
sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak
punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak
punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.
Begitu pula saat kita
mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam
lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.
Imam Al Ghazali dalam
kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena
sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang
sama dengan tempat keluarnya kotoran.
Bukankah Allah
mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:
“Bukankah Kami
menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]
Saat hidup pun kita
membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita
masih bersikap sombong?
‘Ujub (Kagum akan
diri sendiri)
Ini mirip dengan
sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal
seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.
Jika kita mendapat
keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan
“Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.
Iri dan Dengki
Allah melarang kita
iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha
mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.
“Dan janganlah kamu
iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih
banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian
dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian
dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari
karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]
Iri hanya boleh dalam
2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.
Tidak ada iri hati
kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia
belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan
lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) [HR Bukhari]
Jika kita mengagumi
milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang
bersangkutan dilimpahi berkah.
Apabila seorang
melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya
(dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah.
Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)
Dengki lebih parah
dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang.
Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan
orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh
karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:
“Dan dari kejahatan
pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]
Kedengkian bisa
menghancurkan pahala-pahala kita.
Waspadalah terhadap
hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala
sebagaimana
api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)
Tuesday, 16 October 2012
Sudah cukup lama nampaknya tidak menulis sesuatu di tempat ini..
Yaa, memang masih tidak bisa percaya saja ada yang berubah dalam waktu sekejap.
Ketika dahulu, senyummu begitu mudah menjadi ingatan manisku.
Dan sapa lembut suaramu yang menyebut namaku di tempat itu.
Kupikir waktu itu tidak akan pernah berhenti.
Selamanya akan tetap dalam keceriaan yang kau ciptakan.
Bersama ku dan langkah kaki ku dan kaki mu.
Ingin ku genggam tanganmu dan...
Aku lebih memilih untuk menatap wajahmu dan tersenyum di kala itu.
Namun kini, aku masih tidak percaya.
Seakan bangun dari mimpi, aku melihat mu disana.
Masih tetap disana, namun dimana senyummu itu?
Masih tetap kah disana, bahasa hati yang pernah kita bangun itu?
Aku masih berusaha menjaga kepercayaan ini untukmu.
Kuanggap bahwa kau telah menemukan duniamu dan kau sedang sibuk disana...
Berharap akan ada hari dimana kau kembali menyapaku dengan senyum lembut di wajahmu...
Namun kini, adakah hal lain yang dapat mempertahankan keyakinanku terhadapmu?
Waktu terus berjalan, dan aku mencoba untuk sedikit mengurangi waktu ku untukmu.
Ya, untuk apa aku memikirkan dia yang belum tentu memikirkanku?
Amanah, amanah dan amanah...
Entah sedih atau senang, namun rasanya semua ini berat sekali di pundakku...
Mungkin aku yang terlalu egois.
Atau mungkin aku yang terlalu kekanak-kanakan.
Karena aku lebih memilih mati bagi kalian daripada melihat kalian pergi meninggalkanku.
Itulah mengapa semua terlihat rumit ketika aku jalani.
Aku memiliki cinta baruku di amanah ini...
Kepada dia yang mendampingiku kini, aku mencintainya...
Mungkin hanya sebatas amanah, namun lambat laun semua melebihi perkiraan.
Prioritas ku terhadap mu jauh lebih tinggi...
Karena yang ku sadari, aku tanpa dirimu saat ini hanya akan seperti daun kering yang berguguran...
Ingin sekali kubalas kebaikanmu, wahai gadis coklat bermata teduh.
Kuberikan perhatianku kepadamu
Yah, hanya berharap agar kau paham bahwa aku sangat ingin membalas kebaikanmu
Namun semuanya terasa tidak cukup...
Dan karena aku mencintaimu, aku takut kehilangan.
Dimulai dari dirimu, dan teman-teman semua, aku sangat takut...
Kuputuskan untuk berhenti, namun kau mencegahnya...
Apa yang salah?
Sekali lagi aku terjebak di dalam kerumitan yang aku ciptakan sendiri...
Mungkin kau tidak akan paham...
Bahwa aku lebih memilih aku yang menghilang, daripada aku merasakan kehilangan atas diri kalian, terutama kau...
Dan aku ingin menikmati kesendirian ku, walau ternyata aku berhenti di tengah jalan dan menyendiri...
Sampaikan salamku kepada cintaku disana, apa kabar mu?
Aku merindukanmu, namun kini tidak seperti dahulu..
Walaupun begitu, aku harap engkau masih berpijak di atas bumi...
Setidaknya kau masih dapat melihat cahaya, sedangkan aku buta...
Yaa, memang masih tidak bisa percaya saja ada yang berubah dalam waktu sekejap.
Ketika dahulu, senyummu begitu mudah menjadi ingatan manisku.
Dan sapa lembut suaramu yang menyebut namaku di tempat itu.
Kupikir waktu itu tidak akan pernah berhenti.
Selamanya akan tetap dalam keceriaan yang kau ciptakan.
Bersama ku dan langkah kaki ku dan kaki mu.
Ingin ku genggam tanganmu dan...
Aku lebih memilih untuk menatap wajahmu dan tersenyum di kala itu.
Namun kini, aku masih tidak percaya.
Seakan bangun dari mimpi, aku melihat mu disana.
Masih tetap disana, namun dimana senyummu itu?
Masih tetap kah disana, bahasa hati yang pernah kita bangun itu?
Aku masih berusaha menjaga kepercayaan ini untukmu.
Kuanggap bahwa kau telah menemukan duniamu dan kau sedang sibuk disana...
Berharap akan ada hari dimana kau kembali menyapaku dengan senyum lembut di wajahmu...
Namun kini, adakah hal lain yang dapat mempertahankan keyakinanku terhadapmu?
Waktu terus berjalan, dan aku mencoba untuk sedikit mengurangi waktu ku untukmu.
Ya, untuk apa aku memikirkan dia yang belum tentu memikirkanku?
Amanah, amanah dan amanah...
Entah sedih atau senang, namun rasanya semua ini berat sekali di pundakku...
Mungkin aku yang terlalu egois.
Atau mungkin aku yang terlalu kekanak-kanakan.
Karena aku lebih memilih mati bagi kalian daripada melihat kalian pergi meninggalkanku.
Itulah mengapa semua terlihat rumit ketika aku jalani.
Aku memiliki cinta baruku di amanah ini...
Kepada dia yang mendampingiku kini, aku mencintainya...
Mungkin hanya sebatas amanah, namun lambat laun semua melebihi perkiraan.
Prioritas ku terhadap mu jauh lebih tinggi...
Karena yang ku sadari, aku tanpa dirimu saat ini hanya akan seperti daun kering yang berguguran...
Ingin sekali kubalas kebaikanmu, wahai gadis coklat bermata teduh.
Kuberikan perhatianku kepadamu
Yah, hanya berharap agar kau paham bahwa aku sangat ingin membalas kebaikanmu
Namun semuanya terasa tidak cukup...
Dan karena aku mencintaimu, aku takut kehilangan.
Dimulai dari dirimu, dan teman-teman semua, aku sangat takut...
Kuputuskan untuk berhenti, namun kau mencegahnya...
Apa yang salah?
Sekali lagi aku terjebak di dalam kerumitan yang aku ciptakan sendiri...
Mungkin kau tidak akan paham...
Bahwa aku lebih memilih aku yang menghilang, daripada aku merasakan kehilangan atas diri kalian, terutama kau...
Dan aku ingin menikmati kesendirian ku, walau ternyata aku berhenti di tengah jalan dan menyendiri...
Sampaikan salamku kepada cintaku disana, apa kabar mu?
Aku merindukanmu, namun kini tidak seperti dahulu..
Walaupun begitu, aku harap engkau masih berpijak di atas bumi...
Setidaknya kau masih dapat melihat cahaya, sedangkan aku buta...
Thursday, 4 October 2012
Plan pengembangan bisnis
Plan pengembangan bisnis Ternak Ikan Lele
Modal awal :
Biaya pembuatan 1 kolam ukuran 3m x 6m : 1.5juta - 2juta
Bibit, obat dan pakan selama 3 bulan : 13juta - 14juta
Sewa tanah : tentatif (tergantung lokasi)
Total modal awal : 15juta - 16juta
Panen setiap 3bulan sekali.
Profit / panen : 1.5juta.
Sumber : Bang Ali Ahmudi
Modal awal :
Biaya pembuatan 1 kolam ukuran 3m x 6m : 1.5juta - 2juta
Bibit, obat dan pakan selama 3 bulan : 13juta - 14juta
Sewa tanah : tentatif (tergantung lokasi)
Total modal awal : 15juta - 16juta
Panen setiap 3bulan sekali.
Profit / panen : 1.5juta.
Sumber : Bang Ali Ahmudi
Wednesday, 5 September 2012
Inilah hidup...
Waktu yang sama...
Kesempatan yang sama...
Dan sebenarnya, kemampuan pun tidaklah terlalu berbeda...
Tapi kini tengoklah mereka yang telah merencanakan kehidupannya, dan Dia pun telah mengamininya...
Lihatlah mereka!
Tidak ada waktu yang terbuang percuma untuk hal yang memang tidak terlalu mendesak!
Karena mereka sadar dan paham, bahwa hidup ini hanyalah persinggahan sementara...
Tawa dan tangis yang kita lewati, akan menjadi kenangan suatu saat nanti...
Namun dapatkah itu menjadi bekal bagi kita di akhirat nanti?
Sadarkah kalian?
Sudah terciptalah tujuh miliar manusia di Bumi yang sempit ini...
Akankah kau bias dalam lorong-lorong kehidupan?
Atau kau mampu menjadikan dirimu lebih bermakna dan lebih berwarna bagi yang lainnya?
Mampukah engkau mengangkat harga diri mereka?
Atau justru, untuk mengangkat harga dirimu saja belum sanggup...
Aku berduka...
Berduka untuk diriku yang telah hampir 19 tahun di dunia, namun belum memberikan apa-apa bagi dunia...
Dan aku lebih berduka...
Bagi kalian yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa memperhatikan sisa manusia lainnya yang juga hidup di Bumi...
Ya Rabbi...
Angkatlah harga diri mereka yang merasa terinjak kerasnya zaman...
Bangunkanlah mereka yang masih tertidur di dalam buaian dunia...
Basuhlah hati mereka yang tertutupi debu dan karat dunia...
Peluklah hati mereka yang merindukan rusuknya...
Dan kuatkanlah mereka yang sedang berusaha untuk berharga bagi yang lainnya...
Ya Rabbi...
Sampaikanlah pesan hamba ini kepada mereka yang merasa terketuk pintu hatinya...
Karena hamba menanti mereka untuk melangkah bersama, beriringan menuju Surga-Mu...
aamiin...
Tidak ada waktu yang terbuang percuma untuk hal yang memang tidak terlalu mendesak!
Karena mereka sadar dan paham, bahwa hidup ini hanyalah persinggahan sementara...
Tawa dan tangis yang kita lewati, akan menjadi kenangan suatu saat nanti...
Namun dapatkah itu menjadi bekal bagi kita di akhirat nanti?
Sadarkah kalian?
Sudah terciptalah tujuh miliar manusia di Bumi yang sempit ini...
Akankah kau bias dalam lorong-lorong kehidupan?
Atau kau mampu menjadikan dirimu lebih bermakna dan lebih berwarna bagi yang lainnya?
Mampukah engkau mengangkat harga diri mereka?
Atau justru, untuk mengangkat harga dirimu saja belum sanggup...
Aku berduka...
Berduka untuk diriku yang telah hampir 19 tahun di dunia, namun belum memberikan apa-apa bagi dunia...
Dan aku lebih berduka...
Bagi kalian yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa memperhatikan sisa manusia lainnya yang juga hidup di Bumi...
Ya Rabbi...
Angkatlah harga diri mereka yang merasa terinjak kerasnya zaman...
Bangunkanlah mereka yang masih tertidur di dalam buaian dunia...
Basuhlah hati mereka yang tertutupi debu dan karat dunia...
Peluklah hati mereka yang merindukan rusuknya...
Dan kuatkanlah mereka yang sedang berusaha untuk berharga bagi yang lainnya...
Ya Rabbi...
Sampaikanlah pesan hamba ini kepada mereka yang merasa terketuk pintu hatinya...
Karena hamba menanti mereka untuk melangkah bersama, beriringan menuju Surga-Mu...
aamiin...
Monday, 3 September 2012
Abang, lihat! Awan itu beriringan bersama temannya!
Dimana?
Itu bang, disana! Pasti awan itu senang memiliki seorang teman ya.
Oya, benar juga. Ya, siapapun pasti akan senang jika ada yang menemani.
Alhamdulillah, untung kita bertiga ya bang...
Abang mau kemana?
Mau pulang ke asrama, ada apa?
Yah... Fadhil masih mau main sama abang...
Nanti ya, kalau ada waktu lagi kita main yang lama, oke?
Iya bang...
Abang udah liburan?
Iya, kenapa?
Kapan mau ke Tangerang?
Nanti ya pas Lebaran abang baru boleh kesana.
Beneran bang? Asik! Tapi, kan kita semua kumpul di Jakarta dulu.
Iya, abis itu kita bareng-bareng ke Tangerang ya.
Hore!
Untukmu adikku yang tersayang...
Maaf jika selama ini abang belum bisa menjadi sosok yang baik buatmu...
Maafkan abang yang selama ini jarang ada untuk menemanimu...
Maafkan abang yang selama ini selalu galak dan terlalu keras dalam menasihatimu...
Abang hanya ingin menjadi saudara yang baik, walaupun mungkin caranya tidak biasa...
Tapi ketahuilah, bahwa abang sangat sayang sama kalian...
Untuk kalian berdua adik-adikku..
-Muhammad Rinaldi Fauzan Aziz
-Muhammad Fadhil Rusdiyanto
Dari abang kalian yang selalu sayang terhadap kalian
-Muhammad Nicova Kresnada Kamil Putra
Dimana?
Itu bang, disana! Pasti awan itu senang memiliki seorang teman ya.
Oya, benar juga. Ya, siapapun pasti akan senang jika ada yang menemani.
Alhamdulillah, untung kita bertiga ya bang...
Abang mau kemana?
Mau pulang ke asrama, ada apa?
Yah... Fadhil masih mau main sama abang...
Nanti ya, kalau ada waktu lagi kita main yang lama, oke?
Iya bang...
Abang udah liburan?
Iya, kenapa?
Kapan mau ke Tangerang?
Nanti ya pas Lebaran abang baru boleh kesana.
Beneran bang? Asik! Tapi, kan kita semua kumpul di Jakarta dulu.
Iya, abis itu kita bareng-bareng ke Tangerang ya.
Hore!
Untukmu adikku yang tersayang...
Maaf jika selama ini abang belum bisa menjadi sosok yang baik buatmu...
Maafkan abang yang selama ini jarang ada untuk menemanimu...
Maafkan abang yang selama ini selalu galak dan terlalu keras dalam menasihatimu...
Abang hanya ingin menjadi saudara yang baik, walaupun mungkin caranya tidak biasa...
Tapi ketahuilah, bahwa abang sangat sayang sama kalian...
Untuk kalian berdua adik-adikku..
-Muhammad Rinaldi Fauzan Aziz
-Muhammad Fadhil Rusdiyanto
Dari abang kalian yang selalu sayang terhadap kalian
-Muhammad Nicova Kresnada Kamil Putra
Monday, 6 August 2012
Bukber Forum Bidik Misi UNJ 2012
Saya hanya ingin menuliskan hal-hal yang saya dapatkan ketika saya ikut berbuka puasa bersama keluarga Bidik Misi UNJ dari angkatan 2010 hingga 2012. Tapi, tunggu dulu! Jika anda bertanya kepada saya "Loh? Mas Nico juga anak Bidik Misi?" Maka saya akan katakan dengan tegas "Bukan! Saya bukan anak Bidik Misi. Saya anak kedua orangtua saya." hahaha, saya hanya bercanda.
Ya, buka puasa bersama itu terjadi hari Sabtu kemarin tanggal 4 Agustus 2012 di Aula perpustakaan UNJ. Sebenarnya, awalnya saya tidak tahu ada kegiatan ini hingga Kak Novriko ketua Tim Pembela Mahasiswa UNJ (TPM UNJ) tiba-tiba mengirimkan sms kepada saya untuk menemaninya mewakili TPM di acara tersebut. Setelah dipikir-pikir, saya merasakan ada firasat baik di dalam kegiatan ini dan akhirnya, tanpa basa-basi lagi saya pun mengiyakannya.
Langsung saja pada hari H nya. Saya kaget dan tercengang. Anda tidak percaya? Yah, baiklah tidak apa-apa juga sebenarnya, hehe.
Acara dimulai dari pukul 12.15 siang. Dan sebenarnya dari pukul 12.15 hingga pukul 13.00 itu hanyalah untuk registrasi ulang saja. Tapi, ramai sekali yang hadir disana! Selidik punya selidik, ternyata jumlah mereka yang diundang datang ke acara ini sebanyak 1650 mahasiswa ditambah tamu undangan (seperti saya ini, hehe).
Dan akhirnya, tepat jam 1 siang acara itu dimulai dengan tilawah dan pembacaan artinya. Sebenarnya saya biasanya tidak terlalu tertarik dan biasanya hanya sebatas mendengar saja. Tapi setelah mengetahui bahwa yang membacakan sari tilawahnya itu adalah seseorang yang saya kenal melalui lomba English Debate yang diadakan oleh English Department di UNJ. Siapa namanya? Well, saya rahasiakan saja ya, hahaha.
Hal pertama yang saya petik dalam acara itu adalah ketika materi pertama dimulai. Yaitu Training Motivasi yang ternyata dibawakan oleh mahasiswa baru 2012 dari Bidik Misi juga yang berasal dari Riau. Dan tahukah anda bahwa dia adalah Trainer termuda se-Asia! Ingin tahu namanya?? Ya, dia adalah Surya Fazar CH CT CM CHt.
Gelar macam apa itu?! Tenang, ternyata beliau menjelaskan maksud dari gelarnya itu yaitu Certified Hypnotist, Certified Trainer, Certified Motivator dan yang terakhir tidak disebutkan atau mungkin saya yang tidak mendengarnya, hehe.
Mau tahu kisah hidupnya?
Mas Surya Fazar adalah orang keturunan Jawa sebenarnya, tapi beliau besar di Pekanbaru, Riau. Beliau lahir pada tahun 1994 yang otomatis lebih muda dari saya, namun ilmunya telah membuat beliau lebih tinggi dari saya.
Dulunya, beliau hidup di dalam keluarga yang serba ada. Ayahnya adalah seorang investor saham yang besar dan memiliki kehidupan layaknya seorang raja. Namun siapa sangka, semuanya berubah saat krisis moneter 1998 melanda Indonesia. Semua kekayaan keluarganya habis akibat goyangnya perekonomian Indonesia sehingga beliau beserta keluarganya harus jatuh se-jatuh-jatuhnya keadaan.
Singkat cerita, keadaan itu mengakibatkan keluarganya jatuh miskin dan memiliki hutang yang sangat besar hingga miliaran rupiah. Namun, beliau semasa kelas dua SMA akhirnya berfikir, bagaimana caranya saya bisa membayar hutang keluarganya yang mencapai miliaran rupiah itu. Pilihan bisnis pertama yang beliau pilih adalah menjadi pedagang buah antar provinsi. Tepatnya buah jeruk khas Brastagi yang sudah terkenal kualitasnya.Beliau memiliki kenalan di Brastagi dan meminta tolong kepada kenalannya untuk mempersiapkan jeruknya untuk dikirim ke Riau. Namun, kenalan beliau justru meminta beliau untuk datang langsung ke Brastagi saat itu. Akhirnya, setelah sekolah usai, beliau segera naik bus tujuan Brastagi untuk menemui kenalannya tersebut. Dengan kondisi baru pulang sekolah tanpa sempat mengganti pakaiannya, mas Surya pun melakoni perjalanan bisnis pertamanya menuju Brastagi, Medan.
Sesampainya di Brastagi, ternyata malang nasibnya, Mas Surya tidak mendapatkan mobil yang mau mengantarkan jeruk itu dari desa perkebunan jeruk di Brastagi menuju kota agar dapat beliau bawa ke Riau. Tak beberapa lama kemudian, bantuan tak terduga datang. Akhirnya ada juga mobil pengangkut yang mau membawa jeruk-jeruk itu ke kota.
Sampai di kota dan tanpa ilmu berjualan buah, Mas Surya mengalami masalah. Kotak tempat jeruk itu pecah ketika beliau menumpuknya yang menyebabkan jeruk-jeruk itu jatuh berantakan. Hampir menangis, beliau melihat ke sekelilingnya dan menemukan sebuah gubuk. Beliau datangi gubuk tersebut untuk mengerjakan shalat Isya karena hari sudah malam dan juga turun hujan. Ternyata gubuk itu pun penuh dan tebal dengan debu. Sehingga akhirnya Mas Surya harus membersihkan gubuk tersebut terlebih dahulu. Setelah selesai berbenah, beliau merapihkan jeruknya juga dan beliau akhirnya melaksanakan shalat Isya. Beliau pun di tengah-tengah do'anya masih sempat bersyukur kepada Allah, karena beliau diberikan kesempatan untuk merasakan hal yang tidak dapat dirasakan oleh mayoritas pelajar pada umurnya.
Sesaat sebelum tidur disitu, gubuk itu didatangi oleh preman bermotor. Awalnya preman itu meminta uang jaga, namun setelah melihat keadaan dan kondisi Mas Surya, ternyata preman itu dengan ikhlas membantu Mas Surya untuk menjaga buah jeruknya sementara Mas Surya beristirahat. Hingga akhirnya hari esok pun tiba dan Mas Surya berangkat ke Riau dengan bus dan mendapatkan keuntungan sebesar 500ribu dari hasil penjualan jeruk-jeruk itu.
Hal yang paling tragis lainnya adalah ketika Mas Surya baru saja selesai UN SMA. Hari Kamis itu mungkin jika anda yang mengalaminya, bisa saja anda jatuh gil dan hilang akal. Bagaimana tidak? Sesaat setelah selesai mengerjakan UN dan keluar kelas, beliau mendapatkan telepon dari pamannya. Pamannya mengatakan ini itu yang tidak jelas sehingga Mas Surya pun naik emosinya. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara ayahnya dari telepon itu dan berkata, "Surya, sudah selesai ujiannya? Disini tidak terjadi apa-apa, tenang saja." Langsung saja, Mas Surya bertanya "Apa yang terjadi ayah? Cepat ceritakan! Paman dari tadi berkata hal yang tidak jelas.". Dan ayahnya pun berkata "Rumah kita kebakaran nak". "Loh? Terus, ayah tidak apa-apa? Bagaimana dengan keluarga? adik tidak apa-apa? ibu bagaimana?". "Tenang saja Sur, semuanya tidak apa-apa. Semuanya juga telah habis terbakar. Tenang saja ya, ini sudah biasa".
Lihat di bagian itu!
Ayah beliau masih dapat mengatakan hal seperti itu!
Bagaimana bila anda yang mengalaminya? Naudzubillah...
Tapi, itu lah hidup..
Pesan yang paling mengena dari Mas Surya adalah
Lalu, materi selanjutnya adalah materi dari Mas Arif Dahsyat, akan saya bahas di postingan saya yang selanjutnya yaa
-Muhammad Nicova Kresnada Kamil Putra S.Pi ., S.Pro
Ya, buka puasa bersama itu terjadi hari Sabtu kemarin tanggal 4 Agustus 2012 di Aula perpustakaan UNJ. Sebenarnya, awalnya saya tidak tahu ada kegiatan ini hingga Kak Novriko ketua Tim Pembela Mahasiswa UNJ (TPM UNJ) tiba-tiba mengirimkan sms kepada saya untuk menemaninya mewakili TPM di acara tersebut. Setelah dipikir-pikir, saya merasakan ada firasat baik di dalam kegiatan ini dan akhirnya, tanpa basa-basi lagi saya pun mengiyakannya.
Langsung saja pada hari H nya. Saya kaget dan tercengang. Anda tidak percaya? Yah, baiklah tidak apa-apa juga sebenarnya, hehe.
Acara dimulai dari pukul 12.15 siang. Dan sebenarnya dari pukul 12.15 hingga pukul 13.00 itu hanyalah untuk registrasi ulang saja. Tapi, ramai sekali yang hadir disana! Selidik punya selidik, ternyata jumlah mereka yang diundang datang ke acara ini sebanyak 1650 mahasiswa ditambah tamu undangan (seperti saya ini, hehe).
Dan akhirnya, tepat jam 1 siang acara itu dimulai dengan tilawah dan pembacaan artinya. Sebenarnya saya biasanya tidak terlalu tertarik dan biasanya hanya sebatas mendengar saja. Tapi setelah mengetahui bahwa yang membacakan sari tilawahnya itu adalah seseorang yang saya kenal melalui lomba English Debate yang diadakan oleh English Department di UNJ. Siapa namanya? Well, saya rahasiakan saja ya, hahaha.
Hal pertama yang saya petik dalam acara itu adalah ketika materi pertama dimulai. Yaitu Training Motivasi yang ternyata dibawakan oleh mahasiswa baru 2012 dari Bidik Misi juga yang berasal dari Riau. Dan tahukah anda bahwa dia adalah Trainer termuda se-Asia! Ingin tahu namanya?? Ya, dia adalah Surya Fazar CH CT CM CHt.
Gelar macam apa itu?! Tenang, ternyata beliau menjelaskan maksud dari gelarnya itu yaitu Certified Hypnotist, Certified Trainer, Certified Motivator dan yang terakhir tidak disebutkan atau mungkin saya yang tidak mendengarnya, hehe.
Mau tahu kisah hidupnya?
Mas Surya Fazar adalah orang keturunan Jawa sebenarnya, tapi beliau besar di Pekanbaru, Riau. Beliau lahir pada tahun 1994 yang otomatis lebih muda dari saya, namun ilmunya telah membuat beliau lebih tinggi dari saya.
Dulunya, beliau hidup di dalam keluarga yang serba ada. Ayahnya adalah seorang investor saham yang besar dan memiliki kehidupan layaknya seorang raja. Namun siapa sangka, semuanya berubah saat krisis moneter 1998 melanda Indonesia. Semua kekayaan keluarganya habis akibat goyangnya perekonomian Indonesia sehingga beliau beserta keluarganya harus jatuh se-jatuh-jatuhnya keadaan.
Singkat cerita, keadaan itu mengakibatkan keluarganya jatuh miskin dan memiliki hutang yang sangat besar hingga miliaran rupiah. Namun, beliau semasa kelas dua SMA akhirnya berfikir, bagaimana caranya saya bisa membayar hutang keluarganya yang mencapai miliaran rupiah itu. Pilihan bisnis pertama yang beliau pilih adalah menjadi pedagang buah antar provinsi. Tepatnya buah jeruk khas Brastagi yang sudah terkenal kualitasnya.Beliau memiliki kenalan di Brastagi dan meminta tolong kepada kenalannya untuk mempersiapkan jeruknya untuk dikirim ke Riau. Namun, kenalan beliau justru meminta beliau untuk datang langsung ke Brastagi saat itu. Akhirnya, setelah sekolah usai, beliau segera naik bus tujuan Brastagi untuk menemui kenalannya tersebut. Dengan kondisi baru pulang sekolah tanpa sempat mengganti pakaiannya, mas Surya pun melakoni perjalanan bisnis pertamanya menuju Brastagi, Medan.
Sesampainya di Brastagi, ternyata malang nasibnya, Mas Surya tidak mendapatkan mobil yang mau mengantarkan jeruk itu dari desa perkebunan jeruk di Brastagi menuju kota agar dapat beliau bawa ke Riau. Tak beberapa lama kemudian, bantuan tak terduga datang. Akhirnya ada juga mobil pengangkut yang mau membawa jeruk-jeruk itu ke kota.
Sampai di kota dan tanpa ilmu berjualan buah, Mas Surya mengalami masalah. Kotak tempat jeruk itu pecah ketika beliau menumpuknya yang menyebabkan jeruk-jeruk itu jatuh berantakan. Hampir menangis, beliau melihat ke sekelilingnya dan menemukan sebuah gubuk. Beliau datangi gubuk tersebut untuk mengerjakan shalat Isya karena hari sudah malam dan juga turun hujan. Ternyata gubuk itu pun penuh dan tebal dengan debu. Sehingga akhirnya Mas Surya harus membersihkan gubuk tersebut terlebih dahulu. Setelah selesai berbenah, beliau merapihkan jeruknya juga dan beliau akhirnya melaksanakan shalat Isya. Beliau pun di tengah-tengah do'anya masih sempat bersyukur kepada Allah, karena beliau diberikan kesempatan untuk merasakan hal yang tidak dapat dirasakan oleh mayoritas pelajar pada umurnya.
Sesaat sebelum tidur disitu, gubuk itu didatangi oleh preman bermotor. Awalnya preman itu meminta uang jaga, namun setelah melihat keadaan dan kondisi Mas Surya, ternyata preman itu dengan ikhlas membantu Mas Surya untuk menjaga buah jeruknya sementara Mas Surya beristirahat. Hingga akhirnya hari esok pun tiba dan Mas Surya berangkat ke Riau dengan bus dan mendapatkan keuntungan sebesar 500ribu dari hasil penjualan jeruk-jeruk itu.
Hal yang paling tragis lainnya adalah ketika Mas Surya baru saja selesai UN SMA. Hari Kamis itu mungkin jika anda yang mengalaminya, bisa saja anda jatuh gil dan hilang akal. Bagaimana tidak? Sesaat setelah selesai mengerjakan UN dan keluar kelas, beliau mendapatkan telepon dari pamannya. Pamannya mengatakan ini itu yang tidak jelas sehingga Mas Surya pun naik emosinya. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara ayahnya dari telepon itu dan berkata, "Surya, sudah selesai ujiannya? Disini tidak terjadi apa-apa, tenang saja." Langsung saja, Mas Surya bertanya "Apa yang terjadi ayah? Cepat ceritakan! Paman dari tadi berkata hal yang tidak jelas.". Dan ayahnya pun berkata "Rumah kita kebakaran nak". "Loh? Terus, ayah tidak apa-apa? Bagaimana dengan keluarga? adik tidak apa-apa? ibu bagaimana?". "Tenang saja Sur, semuanya tidak apa-apa. Semuanya juga telah habis terbakar. Tenang saja ya, ini sudah biasa".
Lihat di bagian itu!
Ayah beliau masih dapat mengatakan hal seperti itu!
Bagaimana bila anda yang mengalaminya? Naudzubillah...
Tapi, itu lah hidup..
Pesan yang paling mengena dari Mas Surya adalah
"Jangan pernah melupakan Allah sebagai satu-satunya tempat kita bergantung dan berharap."
"Jangan meninggalkan sedekah"
"Jika anda fokus dengan tujuan anda, anda tidak akan menghiraukan tantangan dan hambatan yang ada di depan anda."
"Marilah mulai hargai diri kita sendiri. Dengan begitu, orang lain akan menghargai kita."
"Hubungan silaturahim adalah salah satu jalan rezeki dari Allah."
Lalu, materi selanjutnya adalah materi dari Mas Arif Dahsyat, akan saya bahas di postingan saya yang selanjutnya yaa
-Muhammad Nicova Kresnada Kamil Putra S.Pi ., S.Pro
Subscribe to:
Posts (Atom)