Monday, 16 May 2011

Semu

Senandung mesra malam mengiringiku...
Mencoba untuk menerbitkan sebuah senyum pada jiwa yang lelah...
Dimana kepastian baginya bagaikan asa yang pudar...

Ia tatap lekat langit malam ini...
Seakan tidak ingin berpisah walau hanya sejenak...
Sendiri...bersama kepastian yang tak kunjung datang...

Ia masih menunggu...
Di bawah naungan malam ia menunggu...
Entah sampai kapan...

Bintang-bintang datang untuk menghiburnya...
Mengajaknya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lemah...
Namun, ia menolak...

Dan ketika sinar matahari jatuh ke bumi...
Ia terjatuh di atas tubuh lemah itu...
Tubuh yang tak lagi bernyawa...

Kasihanilah para pecinta...
Hanya malam dan sunyi teman terbaik mereka...
Hanya itu...

Saturday, 14 May 2011

Ya...
Aku memang keras kepala...
Aku butuh untuk dihentikan secara total..oleh dirinya sendiri...

Tak bisakah kau berhenti,wahai kawan?
Kau hanya terus menghancurkan dirimu sendiri...
Kau harus belajar melepaskan...

Aku hanya ingin dia yang menghentikanku..dari mengaguminya...
Dari menyukai apa-apa yang ada di dirinya...
Dan dari apa yang bersemayam di dalam kalbu...

Lalu apa yang kau harapkan dari dirinya?
Kau hanya merusak dirimu sendiri jika seperti ini terus...
Tak adakah lagi wanita lain yang dapat menghiburmu?

Kau pikir wanita itu apa?!
Sekalipun aku harus jatuh dan bahkan lebih dari itu...
Aku mencintainya...Jauh lebih dalam dari sebuah kata...

Tapi kau terus menerus hancur dalam sepi dan keraguan...
Kau menebar mimpimu,sementara kabut melarutkannya perlahan...
Dan apakah ia memperhatikanmu?

Aku mencintainya dan memang aku sangat mengharapkan kata...
Tetapi aku mencintainya lebih dari mengharapkan sebuah kata...
Karena aku butuh untuk mencintai...

Dan untuk apa kau memiliki rasa?
Jika kau tetap melelehkan kristal dalam bola matamu?
Kau hanya membuang-buang tenagamu...

Ini sudah kupilih..dan takkan kubiarkan tergerus waktu...
Kecuali jika satu hal terjadi...
Ketika aku dibunuh olehnya...aku akan berhenti...

Sebuah Langkah Kecil

3 tahun yang lalu...

Kita tidak lebih dari seseorang yang sudah tidak layak disebut anak-anak...

Tapi juga bukanlah seseorang yang sudah dewasa sepenuhnya...

6 tahun yang lalu...

Kita adalah tunas muda yang mulai tumbuh...

Menatap matahari dengan lebih tegak dari sebelumnya...

12 tahun yang lalu...

Bukankah kita sangat ingin tahu tentang dunia ini?

Ya...lengkap dengan fantasi dan daya khayal yang bergaung keras di langit-langit nalar...

17 tahun yang lalu...

Adakah yang masih ingat dengan wajah kita?

Turun ke dunia yang fana dengan tujuan yang satu,sebuah tantangan tuk mengabdi pada Yang Satu...

Kini...

Masa-masa itu telah lalu...

Masih segar dalam ingatan..namun itu hanya kenangan...

Dari yang selalu dilindungi..menjadi yang akan melindungi...

Yang diberi..menjadi yang memberi...

Yang dibimbing..menjadi yang membimbing...

Telah kita sempurnakan 12 tahun ini dengan meneguk manisnya sesendok teh luasnya samudra ilmu Illahi yang tak bertepi...

Semoga apa yang telah kita terima memiliki nilainya masing-masing di dunia luar yang akan kita arungi...

Dan dengan rahasia waktu yang menyembunyikan kepastian masa kita di dunia...Jadikanlah ia keberkahan tersendiri bagi kita..insan yang sedang memulai langkah kecilnya untuk bergerak bebas...

Langkah kecil untuk sebuah perubahan besar...

Langkah kecil untuk menunjukkan eksistensi kita kepada dunia..bahwa kita hidup...

Langkah kecil untuk diakui sebagai seseorang yang diperhitungkan...

Langkah kecil...untuk sebuah kepastian yang menunggu di ujung jalan kehidupan...

Sebuah pertemuan adalah awal dari sebuah perpisahan...

"Maka bertebaranlah kalian di muka bumi. Janganlah takut untuk kehilangan teman,karena sesungguhnya,di tempat yang menanti kalian nanti telah disiapkan pengganti bagi yang kalian tinggalkan." (dikutip dari Novel Ranah 3 Warna) Tanpa mengurangi sedikitpun rasa cinta kalian terhadap mereka yang kalian tinggalkan,namun justru akan semakin bertambah cinta kalian terhadap sebuah persahabatan.

Friday, 6 May 2011

Pertentangan...

Sudahlah…
Kau hanya menyesali apa yang tak bisa kau hindari…
Ketidaktahuan menghilangkan segalanya...
Tak bisa kah kau berhenti mengatakan itu?

Bisakah kau memahami apa yang kurasakan kini?
Ya...Aku menyesal akan ketidaktahuanku dalam bertindak...
Tapi ibarat seorang pedagang yang telah mengalami jatuh bebas...
Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama....

Haruskah seperti ini?
Tak adakah kekhawatiran di dalam lubuk hatimu?
Bilamana ia meninggalkanmu,bisakah kau meredakan terpaan badai “Kelemahan“?
Kau mengatakan bahwa ia adalah Bulan bagimu...

Siapa yang dapat mengetahui apa yang terkandung dalam hati manusia?
Hanya aku dan Tuhan ku yang menjaganya dan memupuknya dahulu kala...
Dan bilamana ia takkan lagi terlihat dalam setiap sapuan mataku...
Apa lagi yang dapat kuperbuat? Aku hanyalah seorang pecinta...

Tidak adakah kau memikirkan apa yang ia rasakan?
Jikalau ia pun ada merindukan bunga mekar di dalam hatimu itu...
Dan ia pun memiliki apa yang kau harapkan tuk berbunga disaatnya...
Masihkah kau melepaskan apa yang telah kau usahakan?

Wahai saudaraku di sisi kelemahanku...
Sekalipun yang kau katakan itu benar adanya,aku hanya bisa tersenyum...
Sebuah isyarat bahwa jiwaku dan jiwa pujaanku itu telah bertemu di dunia sana...
Kebahagiaan apa lagi yang dapat memenuhi relung hatiku bila itu terjadi?

Lalu,mengapa tidak kau lakukan apa yang kau harapkan dahulu kala?
Kau katakan dan ia pun mengatakan...
Dan tidak ada lagi batas antara dirimu dan dirinya...
Anggaplah cintamu telah berbalas madu...

Benar wahai saudaraku...Dahulu aku mengharapkan apa yang kau katakan...
Namun cinta tak hanya dalam jiwa...
Cinta butuh wadah dalam semangkuk emas murni…
Dan hanya dalam ikatan suci ia berada disana…

Sudahlah...
Kebahagiaan dan kenikmatan telah berada di hadapan matamu...
Genggamlah dan nikmatilah yang kau ingin nikmati...
Ikutlah denganku menuju dunia penuh kenikmatan semu...


Aku tegaskan untuk kekasihku yang aku cintai karena Allah...
Aku pernah salah dan pasti akan lagi melakukannya...sekalipun dalam konteks yang berbeda...
Selama aku dalam kebodohan yang menyelimuti anak Adam yang tak berilmu ini,maka maafkanlah aku dan bantulah aku...
Akan tetapi,manusia yang papa ini akan selalu berusaha tuk jadi yang terbaik bagimu...dan semoga kau pun memiliki apa yang kuinginkan...

Aku pun pernah menjadi seorang pecinta yang tersesat dalam pelukan angan-angan...
Dan apa pun itu,aku berterima kasih karenanya...
Setiap genggaman kebahagiaan yang dahulu kudapatkan maka akan kuusahakan tuk membalasnya kembali dengan kebahagiaan...
Dan apapun itu keburukan yang kuterima,aku sungguh bahagia karena saat ini aku tak lagi perlu melakukan apa yang telah terjadi...

Dan bisakah kau menerka-nerka apa yang kusembunyikan dalam hatiku ini?
Ilmu eksak hanya mengatakan bahwa hatiku hanyalah sebesar paha kambing di setiap perayaan Idul Adha...
Tahukah kamu bahwa untuk pertama kalinya,hatiku kurasakan meluap jauh keluar dari apa yang pernah kumiliki...
Dan palung lautan yang terdalam di Bumi pun telah dilangkahi oleh hatiku dengan begitu mudahnya...hanya karena cintaku kepadamu...

Dan jikalau memang benar jiwaku dan jiwamu telah bersatu di alam ruhaniah...
Wadah dalam raga untuk perwujudannya adalah sesuatu yang lain dan sebuah keharusan dalam ikatan yang jauh lebih mulia dari apapun...
Aku hanya bisa menatapmu jauh saat ini...
Cinta yang seperti apa lagi yang dapat memenuhi hatiku bila aku telah merasa tak berdaya tanpa cintamu? Sekalipun aku tersesat dalam bayangan...

Hadapkan aku dalam suatu arahan cinta yang membahana di setiap hati para pecinta...
Ikatan nan suci dalam wadah emas murni adalah petunjuk mulia demi kehormatanmu dan penyatuan raga demi melengkapi gejolak cinta…
Biarlah kini aku lemah…aku jatuh…dan aku berdiri dengan separuh dari jiwa yang tersisa…
Inilah yang ada dan dapat kulakukan untuk menempa diriku untuk layak berada disisimu dalam suasana apapun dan dalam keadaan apapun...

Dan lepaskanlah aku dalam kabut pagi yang esok kan menyambutmu...
Karena tidak ada cinta yang menyiksa hati sang pecinta...
Dan aku hanya tak ingin ada beban menggantung di pundak lembutmu akibat cintaku padamu…
Karenanya lah aku memilih tuk melepaskan jejakku dan menyerahkan diriku sepenuhnya pada Sang-Pencipta Kejadian di muka Bumi…


Jika mungkin dalam hatimu rindu akan hawa kehadiranku yang kian pudar…
Aku tak memberatkanmu dengan janji seperti yang (laki-laki) lain banyak katakan dan mungkin seperti (laki-laki) lainnya yang khilaf...
Sekiranya kau dapat menemukan yang dapat menggantikan aroma cintaku selama ini...ikutilah yang hatimu katakan...
Selama wajah lembutmu tetap terhiasi akan senyuman yang tak ada makhluk lain yang mampu mengalahkannya,aku hanya mampu melantunkan bait-bait penuh harapan dan penuh kebaikan bagimu kepada Tuhanku...Ia Maha Tahu...

Tuesday, 3 May 2011

Mike Tompkins --> Acapella Firework

Ini bagus bangaat!! :D


Cukup berusaha tegar dengan senyum yang dikembangkan lebar dan dalam...

Mungkin hanya itu yang bisa kulakukan untuk menahan mineral yang larut dalam tubuhku ini untuk mengalir keluar....

Entahlah,kurasa jika aku keluarkan maka itu adalah yang terbaik...

Ya,baik bagimu...Tetapi tidak bagi kalian....

Tapi...Aku hanya tidak ingin mengeras dalam terpaan waktu...Aku tidak suka menjadi beban...

Beban apa? Kau pikir kau pun bukan beban untuk sebagian orang?

Entahlah...Aku hanya ingin mengosongkan pikiranku untuk sementara ini...Tolonglah...

Kau hanya mementingkan dirimu sendiri...Ingin berapa lama lagi kau terus seperti ini? Perhatikanlah sekitarmu...

Sudah cukup...Aku sudah pernah mengatakan bahwa aku ini hanyalah pasir baginya...Masih ada jauh disana mutiara yang menanti...

Kau memalukan...

Tidak...Ini hanya pilihanku...Biarkan waktu yang berbicara,akan seperti apakah ia tanpa pasir yang tak berguna ini...

Kau...

Tidak,memang itu yang aku harapkan...Selama ini instingku tidak pernah salah jika kondisinya mulai memburuk seperti ini...Jika aku pergi,maka ia pasti akan lebih bahagia,percayalah...

Kau termakan oleh pikiranmu sendiri dan tidak dapat bangkit melihat dunia nyata....

Jika memang seperti itu,biarlah...Aku tidak menyesal atas hal ini sekalipun ini jauh lebih melukaiku daripada yang kau ketahui...

Sunday, 1 May 2011

Aku sudah terlalu terobsesi...Bukankah sesuatu yang berlebihan adalah buruk?

Mengapa berat melangkah berbalik arah seperti ini? Ternyata aku telah terikat dengan batu besar bernama perasaan..

Mengapa tidak sejak dahulu kau lakukan terhadapku? Kini lihatlah..aku tidak siap menghadapiny sendirian...

Lemparkan saja semua asa mu ke dalam mangkuk persembahan para Dewa agar mereka mengabulkan permintaanmu...

Aku kesulitan melepaskan rantai cinta yang mengikatku saat ini...Karna sudah terlambat tuk berusaha melepasnya...

Anggap saja aku melemparkan diriku ke dalam pekat malam sebagai tanda penyesalan mendalam...

Ah..tidak seperti ini...Aku tak bisa jika berusaha tidak menatapmu...Karena engkau nyata...Dan aku semu...

Bagaimana mungkin sebuah bayangan tidak memiliki objek yang realistik? Mungkin untuk itulah aku tidak dianggap...

Hey kau yang diujung sana...Seberapa lama kah kau akan pergi dari pandanganku? Mungkin aku bisa menunggumu jika kau mengizinkanku...

Tetap saja...Aku juga ingin tetap berada pada jalur yang kau tetapkan...Siapa pula yang ingin tersesat tanpa kepastian?

Atau kau benar-benar ingin menghapus ku secara total? Baiklah...berikan aku sedikit waktu untuk benar-benar pergi dari sapuan matamu...

Tidak..Lebih baik tidak kaukatakan apa yang kau miliki saat ini...Tidak ada yang menjamin kita akan bersama bukan? Simpan saja sbg kenangan

Aku menghargai sikap diammu itu...Aku yang salah karena berharap melayang dengan kata-katamu itu..Itu semua bukan untukku kan?

Aku ini hanyalah awan yang berlalu di bawah langit hatimu...Suatu saat pasti akan kau lupakan...

Aku masih sebuah pasir...Kau pasti bisa menemukan mutiara...Ia lebih baik daripada diriku...Semoga kebahagiaan bersamamu selalu...

Tak perlu kau menanyakan seberapa dalamnya lautan yang kumiliki ini...Kata-kata saja tak cukup tuk mengungkapkannya...

Seharusnya sudah ku ambil keputusan ini sejak tiga bulan yang lalu dimana aku belum separah ini...

Kini lihatkah engkau? Aku terpasung dalam penjara "Kesalahan"...Dan aku pun tak diizinkan memasuki Altar Pengampunan...

Dan seluruh tubuhku melakukan perlawanan... Mataku menolak mengikuti perintahku...Tanganku pun bergerak sekehendak dirinya....

Dan degup jantungku memainkan irama kepedihan yang belum pernah ku dengar sebelumnya...Seakan mereka memiliki hatinya masing-masing...

Terlalu buruk untuk menjadi kenyataan dan terlalu baik untuk menjadi mimpi...Mungkinkah mimpi melukaimu?

Sekalipun aku membuat gambaran tuk meninggalkanmu...Tetap saja berat melangkahkan kaki ini menjauh...

Aku hanya tidak bisa mengubah cinta kepada dirimu menjadi sebuah dorongan untuk berkarya...