Kau tak pernah ada
Tatkala langit senja mulai menghapus dirimu
Ketika dinginnya malam membuang jauh ragamu
Membuatmu berhenti menuju ujung cerita
Apa yang kau rasakan?
Selama engkau telah menatap
Apa yang kau harapkan?
Dalam waktu,engkau berguguran
Masihkah ada yang kau harapkan?
Jika dunia telah menipumu
Melupakan tanah yang telah menunggumu
Dan jika saat itu tiba
Teringat budi baikmu
Sunday, 30 January 2011
Friday, 21 January 2011
Yang dinanti
Mulai sirna cahaya rembulan
Mulai menjauh entah dimana
Dan langkah kaki yang kian pelan
Diiringi hembus nafas dalam waktu
Beberapa saat,aku meningatnya
Tentang sebuah kenangan,yang mungkin telah terlupa
Dikala waktu awal melangkah
Kau tersenyum dalam hati
Kini daun telah menguning
Tak ada lagi hijaunya cinta dalam khayalan
Sebelum detik waktu menjatuhkannya
Terbitlah bunga yang kunantikan
Mulai menjauh entah dimana
Dan langkah kaki yang kian pelan
Diiringi hembus nafas dalam waktu
Beberapa saat,aku meningatnya
Tentang sebuah kenangan,yang mungkin telah terlupa
Dikala waktu awal melangkah
Kau tersenyum dalam hati
Kini daun telah menguning
Tak ada lagi hijaunya cinta dalam khayalan
Sebelum detik waktu menjatuhkannya
Terbitlah bunga yang kunantikan
Asa
Apakah kau merasakannya?
Jika hati ini tak tentu kala bersama
Apakah kau tak mendengarnya?
Nyanyian hati dalam taman bunga
Teringat masa,dikala semua bermula
Ingatan yang lalu kembali terputar
Pandangan hati yang jauh di dunia
Akankah kelak bersanding di akhirat?
Rumah ini hanyalah sekejap saja
Waktulah yang akan menghentikannya
Inilah hal yang paling kudambakan
Tertulis lengkap dalam catatan
Oleh dirimu dan diriku
-Kresna
Jika hati ini tak tentu kala bersama
Apakah kau tak mendengarnya?
Nyanyian hati dalam taman bunga
Teringat masa,dikala semua bermula
Ingatan yang lalu kembali terputar
Pandangan hati yang jauh di dunia
Akankah kelak bersanding di akhirat?
Rumah ini hanyalah sekejap saja
Waktulah yang akan menghentikannya
Inilah hal yang paling kudambakan
Tertulis lengkap dalam catatan
Oleh dirimu dan diriku
-Kresna
Friday, 7 January 2011
Yang Tak Terucap
Apakah mungkin Matahari melupakan Bulan?
Dikala senyum sang-Rembulan meneduhkan teriknya siang hari
Dikala kedatangannya membawa mimpi bagi makhluk Bumi
Dikala kehadirannya menyatukan dua insan yang sah
Apakah mungkin Api melupakan Air?
Tatkala belaian sang-Air melembutkan nafas kehidupan
Tatkala langkahnya memberikan kesejukan
Tatkala kehadirannya meredakan segala macam lelah atas jalan panjang di dunia
Apakah mungkin Langit melupakan Bumi?
Disaat Bumi menumbuhkan apa-apa yang dijatuhkan dari langit,menjaga dan merawatnya tanpa sedikitpun berkata tidak
Disaat amarah Langit membuncah, Bumi hanya tersenyum dan menenangkannya
Dan Bumi menjadikan alam kecil ini menjadi taman surga bagi mereka berdua
Namun jika skenario dunia membuat kita terpisah...
Apakah semua ini harus menghentikan jejaknya disini?
Setelah waktu yang telah terlewati...
Tak bisa kuterka jawaban di dirimu...
Kau yang telah menjadi pijakan keduaku slama ini...
Sadarkah dirimu?
Kau yang telah menjadikan api cinta ini kembali bersinar...
Terasakah olehmu?
Kau yang telah menjadikan diri ini berbunga mekar...
Terlihatkah olehmu?
Kau yang telah membuatku berani berkata "Aku ada disini dan aku hidup!"
Terdengarkah oleh dirimu?
Aku hanya mengetahui sesuatu...
Bahwa hanya ada satu sumber kata yang mampu mewakili ini semua...
Sebuah kata yang menjadi muara semua bentuk perasaan...
"Cinta" ku padamu,membuatku segan terhadap dirimu...
Hanya untaian kata ini yang bisa kugunakan...
Untuk mengatakan hal yang sesungguhnya terjadi padaku...
Diri ini,hati ini dan rasa ini terhadap dirimu...
Biarlah aku disini,dengan semua kata yang tak sempat kuucapkan...
Dikala senyum sang-Rembulan meneduhkan teriknya siang hari
Dikala kedatangannya membawa mimpi bagi makhluk Bumi
Dikala kehadirannya menyatukan dua insan yang sah
Apakah mungkin Api melupakan Air?
Tatkala belaian sang-Air melembutkan nafas kehidupan
Tatkala langkahnya memberikan kesejukan
Tatkala kehadirannya meredakan segala macam lelah atas jalan panjang di dunia
Apakah mungkin Langit melupakan Bumi?
Disaat Bumi menumbuhkan apa-apa yang dijatuhkan dari langit,menjaga dan merawatnya tanpa sedikitpun berkata tidak
Disaat amarah Langit membuncah, Bumi hanya tersenyum dan menenangkannya
Dan Bumi menjadikan alam kecil ini menjadi taman surga bagi mereka berdua
Namun jika skenario dunia membuat kita terpisah...
Apakah semua ini harus menghentikan jejaknya disini?
Setelah waktu yang telah terlewati...
Tak bisa kuterka jawaban di dirimu...
Kau yang telah menjadi pijakan keduaku slama ini...
Sadarkah dirimu?
Kau yang telah menjadikan api cinta ini kembali bersinar...
Terasakah olehmu?
Kau yang telah menjadikan diri ini berbunga mekar...
Terlihatkah olehmu?
Kau yang telah membuatku berani berkata "Aku ada disini dan aku hidup!"
Terdengarkah oleh dirimu?
Aku hanya mengetahui sesuatu...
Bahwa hanya ada satu sumber kata yang mampu mewakili ini semua...
Sebuah kata yang menjadi muara semua bentuk perasaan...
"Cinta" ku padamu,membuatku segan terhadap dirimu...
Hanya untaian kata ini yang bisa kugunakan...
Untuk mengatakan hal yang sesungguhnya terjadi padaku...
Diri ini,hati ini dan rasa ini terhadap dirimu...
Biarlah aku disini,dengan semua kata yang tak sempat kuucapkan...
Wednesday, 29 December 2010
Terkadang mungkin mudah untuk menghindar
Namun tidak selamanya kau bersembunyi dan melepas diri
Dalam setiap hari yang selama ini telah terlewati
Dan di setiap kejadian yang telah kau hadapi
Tak ingatkah engkau akan setiap senyuman yang mengembang di wajahmu?
Tak ingatkah engkau akan setiap canda riang yang kau tebarkan?
Apakah hanya tiap kemarahan yang kau lepaskan yang teringat?
Ataukah hanya ketakutan yang kau sembunyikan yang berbekas?
Takkan selamanya kau sendiri di dunia ini,takkan..
Takkan selamanya pula semua ini akan menahanmu..
Dalam beberapa saat,kau memang tak mampu tuk mempercayai teman
Namun dalam saat yang lainnya,kau akan menyesal...
Dan di kala matahari mulai terbit,kau mulai merindukan bulan..
Namun di kala bulan tiba,kau merindukan matahari...
Namun tidak selamanya kau bersembunyi dan melepas diri
Dalam setiap hari yang selama ini telah terlewati
Dan di setiap kejadian yang telah kau hadapi
Tak ingatkah engkau akan setiap senyuman yang mengembang di wajahmu?
Tak ingatkah engkau akan setiap canda riang yang kau tebarkan?
Apakah hanya tiap kemarahan yang kau lepaskan yang teringat?
Ataukah hanya ketakutan yang kau sembunyikan yang berbekas?
Takkan selamanya kau sendiri di dunia ini,takkan..
Takkan selamanya pula semua ini akan menahanmu..
Dalam beberapa saat,kau memang tak mampu tuk mempercayai teman
Namun dalam saat yang lainnya,kau akan menyesal...
Dan di kala matahari mulai terbit,kau mulai merindukan bulan..
Namun di kala bulan tiba,kau merindukan matahari...
Saturday, 11 December 2010
dua jiwa
Engkau adalah bayangan dari dirimu sendiri
Geliat lemah yang terkungkung oleh sempitnya pemikiran manusia
yang membatasi dan terbatasi oleh garis imajiner
Dalam susunan kode Illahi nan cantik dan rupawan
Berusaha tuk merebut kemesraan yang tlah sirna dari jiwa manusia
Dan gemuruh suara yang tertahankan oleh rasa cinta
Dengan dunia paralel antara kau dan dirimu
Dalam satu pandangan dan satu raga
Dan disaat kau terjatuh,tak ada lagi cahaya dalam hatimu dan saat kau lelah,kau berharap tuk menghilang selamanya dari panggung dan skenario cinta ini...
-Untuk dia yang tak dapat didefinisikan dengan kata-
*Kresna
Geliat lemah yang terkungkung oleh sempitnya pemikiran manusia
yang membatasi dan terbatasi oleh garis imajiner
Dalam susunan kode Illahi nan cantik dan rupawan
Berusaha tuk merebut kemesraan yang tlah sirna dari jiwa manusia
Dan gemuruh suara yang tertahankan oleh rasa cinta
Dengan dunia paralel antara kau dan dirimu
Dalam satu pandangan dan satu raga
Dan disaat kau terjatuh,tak ada lagi cahaya dalam hatimu dan saat kau lelah,kau berharap tuk menghilang selamanya dari panggung dan skenario cinta ini...
-Untuk dia yang tak dapat didefinisikan dengan kata-
*Kresna
Sunday, 28 November 2010
Aku masih saja seorang pengembara muda di tengah lautan kehidupan yang membunuhku
Tak pernah bisa ku tuk mampu mengelak dari kematian yang telah ditentukan untukku
Dan aku tak pernah mampu tuk membohongi diriku sendiri...
Sadarkah,wahai dua bintang yang telah menerangiku,bahwa aku masih menunggu
Dibalik sinar rembulan yang kini menerangiku hariku
Aku masih menunggu kalian,namun rembulan telah membuatku tertambat
Namun,kini rembulan telah menganggapku saudara...
Dan aku pun telah berjanji dalam sunyi tuk menjaganya...
Rembulan,dengan senyumnya yang teduh membuatku tenang...
Dan kini,aku menunggu sang rembulan tuk berkata...
Sesuatu,namun bukan tuk hari ni...
Karna kini,aku telah terbebas...
Tak pernah bisa ku tuk mampu mengelak dari kematian yang telah ditentukan untukku
Dan aku tak pernah mampu tuk membohongi diriku sendiri...
Sadarkah,wahai dua bintang yang telah menerangiku,bahwa aku masih menunggu
Dibalik sinar rembulan yang kini menerangiku hariku
Aku masih menunggu kalian,namun rembulan telah membuatku tertambat
Namun,kini rembulan telah menganggapku saudara...
Dan aku pun telah berjanji dalam sunyi tuk menjaganya...
Rembulan,dengan senyumnya yang teduh membuatku tenang...
Dan kini,aku menunggu sang rembulan tuk berkata...
Sesuatu,namun bukan tuk hari ni...
Karna kini,aku telah terbebas...
Subscribe to:
Posts (Atom)